One Night Love Presdir

One Night Love Presdir
Bidadari cantik


__ADS_3

Balqis melangkah anggun, membuat Devan tercekat melihat penampakan Bidadari.


"Mimpi apa aku harus melihat Balqis berjalan ke arahku pagi-pagi begini, cantik banget."


"Pagi kak Devan."


Devan masih tercekat, dia kesusahan menarik Saliva. sehingga tidak mampu menjawab sapaan Balqis yang sudah erda dihadapannya.


"Hallo kak Devan."


Balqis tersenyum melihat tingkah lucu Devan, sehingga dia mengibas tangan nya memuat anak sulung Sanum itu kembali tersadar.


"Ya...ada apa Balqis."


"Kok bengong gitu, emang kak Devan habis lihat apa sih?"


"Bidadari."


"Ya, dan bidadari itu adalah kamu Balqis."


Devan memberanikan dirinya untuk mengungkapkan rasa kagumnya pada gadis cantik dihadapannya ini.


"Ih, kak Devan mulai gombal ya sekarang."

__ADS_1


"Serius Balqis, kamu benar-benar cantik. semua lewat oleh pesonanya."


Ucapan Devan yang tanpa sadar itu, membuat wajah Balqis bersemu merah merona, dadanya berdetak cepat. rasanya Balqis ingin menghilang dari hadapan cowok tampan dihadapannya ini.


"Ceiye... pagi-pagi udah berduaan ni ye." Goda teman-teman mereka yang lain.


"Sana, surik aha kalian." ucap Devan.


"Balqis, kamu mau ngak. ntar sore kita jalan-jalan ke taman yang ada danau buatan nya?"


"Gimana ya?" Balqis terlihat ragu sambil menggigit jemari nya.


"Mau ya Please." Devan mengatup kedua tangannya.


"Sampai ketemu sore nanti ya."


Devan berjalan begitu bahagia, lari menuju kelasnya.


***


Sanum dan keluarga besar nya menikmati bersantai di taman belakang.


Mereka sedang berkumpul sekalian membantu sibungsu mengerjakan pr mereka, semenjak hamil Sanum suka sekali menghabiskan waktu ditempat ini bersama anak-anak nya. yang posisi nya berdekatan dengan kamar nya sendiri. menikmati bunga yang sedang bermekaran, yang memberikan nya ketenangan yang begitu damai dan indah.

__ADS_1


Davina oyn menceritakan tentang rencana untuk pergi studi tour bareng sahabat, dan pihak sekolah tentu nya. meskipun semua Sanum agak Kawatir melepas Putri manja nya itu pergi jauh.


Namun melihat usaha Davina yang membujuk nya, sekalian ada Aldo yang ikut. Akirnya Sanum mau tidak mau memberikan izin pada Davina. gadis cantik itu langsung kegirangan.


"Sayang sekali, disaat indah seperti ini sahabat ku Natasya tidak bisa ikut. dua kehilangan masa indah kami yang biasa selalu bertiga pergi kemanapun. Farrel kamu telah menghancurkan kebahagiaan dan persahabatan kami yang indah." gerutu Davina kesal.


Vita juga menanyakan perihal sahabatnya Natasya, karena liburan mereka kurang komplit jika mereka tidak berkumpul bersama.


"Bina, kamu udah konfirmasi pada Natasya?"


"Mending ngak usah." balas Davina.


"Kenapa, sapa tahu dia bisa ikut."


"Ngak mungkinkah Vita, dia itu lagi hamil. Kasihan bayiny jika harus menempuh perjalanan jauh." terang Davina, melihat sikap ngeyel Vita.


"Yah terpaksa kita berdua dong. tapi ngak papa juga sih. kan ada Aldo dan Jonathan." kembali tersenyum senang, membayangkan mempunyai banyak waktu untuk berduaan.


Begitu juga dengan Natasya, tapi dia bisa apa. mengingat sekarang dia juga tengah hamil muda. mau tidak mau dia harus menjaga anak dalam kandungan nya.


"Sehat terus ya nak, meskipun kehadiran mu semula tidak Mama inginkan, tapi mulai sekarang Mama berhanji akan menyayangi dan mencintai mu selamanya." Natasya mengelus perut nya dengan penuh kasih sayang.


Sedangkan Farel menara kesal kearah Natasya, mengingat dia dilarang keras untuk ikut oleh Mama Sinta, dia pun disuruh untuk menjaga dan menemani Natasya dirumah.

__ADS_1


__ADS_2