
Davina yang semula penasaran dengan apa yang terjadi, akirnya memainkan ponsel dalam mobil sambil menunggu Aldo kembali.
"Ternyata Aldo baik hati juga." Gumam Davina tersenyum.
"Lihatlah Jo ada bapak-bapak lewat, kita harus minta pertolongan nya." terang Aldo. yang ternyata seorang laki-laki tuna rungu tepatnya tuli. tanpa pikir panjang, Jo melambaikan tangan pada papak yang melintasi mereka tersebut untuk minta pertolongan.
"Ada apa nak?"
"Pak boleh minta tolong ngak? motor kami masuk kedalam kali ini!" terang Jo berharap sekali bapak ini ikut membantu mereka.
"Oowh, kalian lagi mancing ikan ya. bapak kemaren juga mancing disini tapi ngak pernah dapat ikan." terang bapak yang bernama Ramli itu dari bed nama baju lusuh yang dikenakan nya.
"Pak, kami disini tidak sedang mancing ikan, tapi motor kami masuk kedalam kali.' terang Jo diikuti ekspresi nya yang terlihat menyedihkan.
Hal itu membuat sang bapak tertawa-tawa,
"Nak, kamu jangan sedih seperti ini. lah rezeki itu sudah ada yang ngatur. kalau sekarang ngak dapat ikan, mungkin hari ini rezeki mu ngak ada." terangnya kembali melanjutkan perjalanan. hal itu sontak membuat Davina yang sempat mendengar ikutan tertawa lepas.
__ADS_1
Aldo dan Jo tidak menghiraukan perkataan bapak itu lagi, Meskipun dengan susah payah mereka berdua berhasil mengeluarkan motor tersebut dari kali.
"Sebaiknya kita bawa langsung ke bengkel terdekat Jo." ucap Aldo.
"Baiklah."
"Davina, maafya karena telah membuat mu menunggu. boleh ngak kita antar Jo menuju bengkel dulu." ucap Aldo.
"Terserah." ucap Davina berusaha bersikap acuh, untuk menjaga image nya dihadapan asisten barunya itu.
"Berapa pak satu juta lima ratus?" ucap Jonathan syok membayangkan uang sebanyak itu untuk biaya perbaikan motor yang dipinjamnya, untuk sekedar membeli barang untuk keperluan nya yang tidak terlalu jauh dari lokasi sekolah.
"Orang tua ku juga belum transfer Jo, kemungkinan besok." Aldo mengeluarkan dompet nya. mengeluarkan sejumlah uang dan menyisakan lima puluh ribu, setelah digabungkan dengan uang Jonathan masih kurang seratus ribu untuk perbaikan motor.
"Bagaimana ini Do, masih kurang seratus ribu lagi." ucap Jonathan.
Dari dalam mobil Davina memperhatikan tingkah Aldo dan Jonathan yang saling bisik-bisik sambil memegangi uang kertas. Davina paham jika kedua nya tengah kesulitan keuangan, karena dia melihat Aldo mengeluarkan ponselnya dan memberikan pada pemilik bengkel.
__ADS_1
Davina turun dari mobil berjalan mendekati mereka, namun Aldo dan Jonathan tidak mengetahui jika Davina sudah berada dibelakang mereka berdua.
"Pak uang kami tidak cukup, bagaimana jika saya tinggal kan ponsel ini dulu. besok setelah orang tua saya mengirimkan uang, saya akan kesini lagi untuk mengambilnya." ucap Aldo.
"Baiklah nak." ucap pemilik bengkel mengambil ponselnya Aldo.
"Tidak perlu pak, biar saya saja yang membayar semua nya." ucap Davina tiba-tiba.
Aldo refleks menoleh, karena dia berfikir Davina masih menunggu nya di mobil.
"Maaf Davina, tidak usah. kamu mau menunggu kami saja sudah cukup baik, apa lagi harus mengeluarkan uang." ucap Aldo sungkan.
"Tidak masalah, aku ikhlas membantu temanmu itu Al." ucap Davina tersenyum manis sambil mengeluarkan dompetnya. dan menyerahkan sejumlah uang kepada pemilik bengkel.
"Terimakasih dek." ucap pemilik bengkel, yang diikuti juga oleh Aldo dan Jojo mengucapkan terimakasih pada gadis cantik dan baik hati itu.
"Sama-sama pak." balas Davina.
__ADS_1
Setelah semua selesai, keheningan kembali hadir diantara Aldo dan Davina. mereka terlihat canggung seiring dengan mobil Aldo yang sudah memasuki teras utama Rumah mewah Arya.
***