One Night Love Presdir

One Night Love Presdir
Mimpi Zein


__ADS_3

Malam ini, mereka berdua lalui dengan tidur di hamparan luas pasir. Beratapkan langit  yang sangat cerah dengan bulan dan bintang yang saling berlomba memberikan cahaya terangnya bagi kedua anak manusia yang terdampar itu.


 Senyum mengembang indah dibibir Zein, ketika alam bawah sadarnya menggiring langkah kakinya menuju mimpi yang sangat indah.


Zein duduk bersanding dengan Jeniffer. Dengan balutan baju penganten khas daerah nya. Jeniffer sangat cantik saat dia dianugerahi gelar sebagai Puti diranah Minang. yang merupakan gelar terhormat bagi seorang perempuan cantik.


"Zein, kami Ndak manyangko jiko Istri waang bule barambuik pirang warna bulu jagung..Ha...Ha..." ( Istri mu berambut pirang seperti warna bulu jagung.)


"Inyo indak urang awak, emangnyo Inyo lamak makan samba lado Jo randang...Ha...Ha..." (Dia bukan orang sebangsa kita, memangnya di mau memakan rendang dan samba lado."


terdengar gelak tawa teman-teman Zein yang dulu suka mengejeknya, membuat Zein kesal dan melemparkan sandal pengantin nya kearah mereka.


"Brengxxxx kalian, telah mengejek istri ku yang begitu cantik ini." teriak Zein kesal.


"Aaahhgkk.... syukurlah cuma mimpi," Zein terbangun, dengan nafas yang masih ngos-ngosan Zein duduk.


"Seandainya aku dan Jeniffer bersama, apa orang-orang disekiling kami akan menerima, karena begitu banyak perbedaan diantara kami berdua." gumam Zein.

__ADS_1


Untuk mengusir rasa dingin, Zein kembali menambah kan  kayu yang berukuran cukup besar sehingga api bisa menyala lebih lama. Mengingat mereka tidak memiliki selimut.


Zein mengeluarkan jaket dari tas ransel nya dan menyelimuti  kepada Jenni, karena dia tahu Jeni sangat kedinginan saat ini. Gadis berambut pirang itu juga tidak memiliki apapun sekarang, setelah tasnya jatuh terbawa arus ombak.


“Terimakasih Om Zein,” balas Jeniffer tiba-tiba terbangun, sambil tersenyum manis, hingga mampu melelehkan hati Zein yang sudah lama membeku.


"I...Iya Jenn."


Zein kembali ke posisi semula, lalu merebahkan tubuhnya kembali. Pikiran nya melayang ke masa beberapa tahun silam. Sesuatu yang sudah lama Zein kubur dalam-dalam kelubuk hatinya, seorang gadis yang bernama.


Yang merupakan cinta pertama Zein, namun karena kondisi Keluarga Zein yang saat itu masih kesulitan ekonomi hanya dipandang sebelah mata oleh keluarga Badriah.


 Badriah yang juga menyukai Zein, saat itu dipaksa oleh kedua orang tuanya menerima pinangan laki-laki lain yang jauh lebih kaya dan mapan.


Zein yang terluka dan hancur, bertekad ingin merubah kehidupan nya. Dia pergi merantau jauh ke ibukota metropolitan, hidup dijalanan sambil terus berjuang. Hingga dia bertemu Melinda, yang saat itu membutuhkan pertolongan. Kehidupan baru Zein dimulai, dia bekerja hingga mampu melanjutkan pendidikan dan menguasai bahasa asing, semua itu juga tidak terlepas dari bantuan Melinda dan Arya yang tertarik melihat usaha dan kerja keras Zein.


Arya pun mengangkat Zein menjadi asisten pribadinya, termasuk Mika yang merupakan asisten maminya dulu, yang sekarang sudah digantikan oleh Sena.

__ADS_1


Paginya.


“Om banguuunn,” teriak Jeniffer sambil menguncang pelan tubuh Zein yang masih tertidur pulas.


“Ada apasih Jeni, ribut-ribut?” membuka sedikit matanya yang silau karena terpaan cahaya matahari langsung yang mengenai wajah tampan nya.


“Tuh lihatlah Om, seperti  Papan surfing kita bisa menggunakan benda itu untuk meminta pertolongan.” Ucap Jenni menujuk benda yang terlihat masih  mengapung.


“Kamu benar, baiklah aku akan berusaha  mengambilnya. Tapi Jen aku kurang mahir mengunakan alat itu, mencobanya saja belum pernah. ” balas zein bangkit dari tidurnya.


“Om Ngak usah khawatir, biar Jeni saja. Karena Jeni sudah pernah melakukan surfing beberapa kali dilautan lepas.” Ucap nya penuh percaya diri.


“ Apa kamu yakin Jenn?” nampak raut cemas dan khawatir dari wajah Zein.


“Yakin Om.” Sambil mengangguk mantap. Meskipun sesungguhnya Jeniffer kurang yakin, mengingat dia sudah lama sekali tidak melakukan olahraga itu lagi.


 

__ADS_1


__ADS_2