One Night Love Presdir

One Night Love Presdir
Dukun beranak dadakan


__ADS_3

"Mas Cepatlah aku benar-benar ngak sanggup lagi, jangan bercanda." ucap Sanum disela-sela mengejan dengan nafas terengah-engah.


Arya mendekat membantu istrinya dengan melawan rasa gugup dan panik nya saat ini, sambil sesekali melirik kearah jalan berharap Jono segera sampai.


***


Jono langsung mengedor Rumah bercat putih, yang bertuliskan bidan desa Ayunda.


Tok....tok....( semoga saja bidan desa ini ada dan mau membantu nyonya Sanum, jika tidak tamatlah riwayat hidupku ditangan bos Arya.) jono berdoa sambil menunggu bidan desa itu keluar.


"Ceklek...maaf ada yang bisa saya bantu?" ucap bidan menatap Jono yang terlihat terburu-buru.


"Tolong....tolong nyonya besar saya mau melahirkan di tepi jalan dekat persawahan itu." tunjuk Jono.


"Kenapa tidak dibawa langsung kesini?"


"Ceritanya panjang Bu bidan yang jelas kita tidak punya Banyak waktu lagi." ucap Jono ketakutan dan sangat gusar.


"Baik, saya akan siapkan peralatan nya dulu." terang bidan desa bergegas setelah melihat keseriusan wajah Jono yang panik. meski banyak pertanyaan dibenak nya.

__ADS_1


"Biar cepat kita pakai motor matic ku saja." tawar bidan paruh baya tersebut.


Sementara Arya masih sibuk menjadi dukun dadakan untuk sang istri tercintanya.


“Mas Arya....sakit.” teriak Sanum sambil menarik nafas panjang lalu mengejan kuat- kuat, seiring dengan suara tangisan bayi membuat Arya membulatkan matanya terharu melihat perjuangan keras istrinya melahirkan putri perempuan yang sangat cantik.


Perlahan air mata Arya menetes, menyentuh bayi mungil yang tengah menangis kencang.


“Anakku .... anakku sudah terlahir,” Ucap Arya tidak percaya dengan penglihatannya, dengan tangan bergetar Arya membantu mengangkat bayinya, berselang lima menit Sanum kembali berteriak dan mengejan anaknya yang satu lagi.


Seiring air matanya, yang terus mengalir antara bahagia dan terharu. Arya terus berusaha membantu Sanum. Dari kejauhan nampak Jono tengah membonceng seorang bidan dengan sepeda motor milik bidan tersebut.


“Astaga kenapa bisa seperti ini.” Ucap bidan langsung turun dan mengeluarkan alat-alat kesehatan nya.


“Ayo tarik nafas perlahan, dan hembuskan.” Ucap bidan membantu Sanum untuk melahirkan anaknya yang satu lagi. Tidak begitu lama terdengar kembali suara tangisan bayi.


“Alhamdulilah...” Ucap mereka serempak.


“Kedua anak kembar Sanum terlahir dengan selamat, dengan alat bidan desa yang seadanya. Beralasan tikar lapuk dan gubuk tinggal, sesuatu yang berbanding terbalik dengan harapan Arya. Yang ingin sekali anaknya lahir dirumah sakit besar, dokter-dokter terbaik dan tempat yang sangat mewah.

__ADS_1


Jono kembali menghidupkan mesin mobil yang tiba-tiba kembali menyala, mereka langsung membawa Sanum kerumah sakit setelah kedua anak kembar barnya terlahir.


Sampai dirumah sakit Sanum langsung mendapatkan pertolongan, Arya juga langsung menghubungi asisten nya Zein, untuk mengurus dan memberikan pengobatan terbaik untuk Nita.


“Suamiku.” Ucap Sanum yang mengerti perasaan suaminya saat ini.


“Iya sayang.” Balas Arya tersenyum mengelus rambut Sanum.


“Maaf mas, semua ini diluar dugaan mu.” Ucap Sanum.


“Tidak sayang, kejadian ini membuat mas sadar. Jika kita tidak boleh mendahului rencana Tuhan yang jauh lebih indah. Mas tahu bagaimana pun mas ingin yang terbaik mengunakan harta yang mas miliki, tapi anak-anak kita memilih dilahirkan ditempat yang tidak terfikir kan oleh mas sebelumnya, mereka lebih menyukai kesederhanaan sama seperti mu sayang.” Balas Arya.


“Iya mas, sebaiknya kita sumbangkan saja untuk membuat klinik diderah tempat ku melahirkan kemaren. Untuk pengobatan gratis yang diberikan pada orang-orang yang jauh lebih membutuhkan, sekalian menggenang tempat ku melahirkan anak kedua kita nantinya .” Ucap Sanum.


“Iya sayang, aku juga berfikir sama seperti mu. Nanti aku akan perintah kan Zein untuk mengurus segala sesuatu nya.” Terang Arya.


“Terimakasih mas.”


“Iya sayang.” Balas Arya.

__ADS_1


Sementara kondisi Nita masih terbaring koma, dia dirawat tidak jauh dari ruangan Sanum.


__ADS_2