
"Tuan Arya, untuk sementara ini prediksi saya mengatakan Nona Sanum sedang hamil muda." Ucap dokter ragu.
"Apa? hamil muda." Mata Arya membulat sempurna, antara bahagia dan bingung.
"Apakah kali ini Sanum mencoba menghindar dan menyembunyikan Anakku lagi?" Arya mondar-mandir sambil mengusap dagunya.
"Sejak kapan Sanum Mulai hamil?" pertanyaan itu muncul dibenak Arya.
"Usia kehamilan Nona Sanum sudah masuk bulan ke dua, tapi saran saya untuk lebih jelasnya Nona Sanum sebaiknya dibawa kerumah sakit besar dikota, karena selain kondisi nya yang lemah. kita juga bisa memberikan pengobatan terbaik untuk janin yang ada diperutnya." terang dokter.
"Baiklah, siapkan segala sesuatu nya. kita berangkat segera." perintah Arya.
Sanum langsung tertidur begitu saja, Setelah mendapatkan pengobatan dari dokter, sehingga dia tidak menyadari jika dia sudah dipindahkan kedalam helikopter. oleh Arya yang menggendong dan menidurkan Sanum secara perlahan.
Sanum tidak tahu berapa lama dia tertidur, yang jelas dia kebingungan melihat disekelilingnya serba putih. serta sebuah selang infus yang melekat disebelah tangannya.
"Dimana aku?"
"Nona syukurlah kamu sudah bangun, kita sekarang sudah berada dirumah sakit pusat." jawab seorang dokter yang sedang mempersiapkan alat-alat untuk USG. sementara Arya sedang tersenyum duduk disebelah Sanum.
"Rumah sakit dan usg? untuk apa?" berbagai pertanyaan berkecamuk, namun Sanum Akirnya mengikuti saja instruksi dokter dan perintah Arya.
__ADS_1
"Ya Tuhan, apa aku benar-benar hamil, dan Arya juga sudah mengetahui kehamilan keduaku ini...?, oh my good." gumam Sanum pasrah.
"Tuan Arya, ternyata janin- janin Nona Sanum sangat berkembang cukup baik, dan kondisi nya juga sangat sehat." terang dokter sambil memperlihatkan dua detak jantung yang sangat aktif.
"Maksud dokter?" Ucap Arya seakan tidak percaya, sedangkan Sanum sudah tidak mampu mencerna perkataan dokter lagi.
"Nona Sanum sedang hamil anak kembar dua." Ucap dokter tersenyum.
"Syukurlah, aku sangat bahagia, mengingat Davina sekarang sudah mempunyai teman bermain, selain kedua kakak laki-laki nya." Ucap Arya tertawa lepas.
"Ja....jadi kamu juga sudah mengetahui tentang kedua anak laki-laki ku." Sanum tergagap, sebelah tangannya terangkat kearah Arya yang mengangguk mantap.
"Ya Sanum, aku sekarang sudah menang satu langkah darimu. jadi kamu jangan berfikir lebih pinta dariku." Ucap Arya.
"Bagaimana ini dok.?" Arya terlihat khawatir.
"Tuan Arya, Anda tenang saja. nona Sanum cuma syok mungkin sebentar lagi dia sudah siuman." terang dokter kembali menangani Sanum dibantu perawat.
"Silahkan anda menunggu diluar ruangan ini dulu Tuan." Ucap perawat perempuan.
"Baiklah," senyum tidak pernah luput dari bibir Arya, dia benar-benar bahagia dan tidak pernah meragukan anak Sanum. mengingat hanya keluarga nya lah yang selalu mewarisi gen anak kembar.
__ADS_1
Saudara kembar Arya, menigal dunia satu jam setelah dilahirkan kan. akibat terminum air ketuban sang mami, sementara Arya berhasil diselamatkan.
"Papa..." Davina langsung berlari kepelukan Arya, begitu melihat papanya Keluar dari ruangan mamanya dirawat. Zein mengikuti langkah davina dari belakang.
"Sayang," Arya mencium kedua Pipi Davina.
"Mama kenapa pa?"
"Mama Ngak papa kok, cuma Mama butuh istrahat banyak mengingat sekarang Mama sedang mengandung dua adik perempuan untuk Davina." Ucap Arya tersenyum bangga sambil melirik Zein yang ikutan hampir pingsan mendengar penuturan Arya barusan.
"Asyikkkk.......Vina suka adek....suka adek," teriak nya kesenangan.
Zein terus melongo, tanpa sadar dia berucap,
"Top cerrrr tuan, Anda Hebat sekali Tuan Arya, sekali tancap langsung dapat kembar, ya Tuhan awak satupun belum pernah...," gumam Zein sedih.
Ucapan Zein membuat Arya tertawa lepas, sambil mengeluarkan ponselnya, untuk menghubungi kami dan Omanya yang masih berada Meksiko.
"Hallo Arya, apa kabar sayang." terdengar suara Mami diseberang sana, dan suara gelak tawa Devan dan Revano yang berlarian.
"Mi, aku dan sanum sekarang berada dirumah sakit pusat, dia sedang hamil anak kembar dua kami lagi mi." Ucap Arya mengungkapkan perasaan bahagia nya.
__ADS_1
Mendengar hal itu, Mami hjuga terlonjak bahagia dan meminta Arya dan sanum untuk segera menikah segera.
"Iya mi, Arya janji akan segera menikahi Sanum." Ucap Arya diakir obrolan nya.