
"Aku tidak mau Hamil anak Arya lagi, kenapa nasipku selalu sial setiap bertemu dengan laki-laki yang bernama Arya ini. oh Tuhan tunjukkan jalan pada diriku," meremas-remas rambut panjang nya frustasi.
Pagi ini Arya terlihat sangat bersemangat, stelan jas dan pakaian kantor yang melekat ditubuhnya membuat penampilan nya sangat elegan dan rapi. dia melangkah turun langsung menuju meja makan. beberapa pelayan sibuk menyiapkan menu sarapan untuk Tuan muda mereka.
"Silahkan Tuan."
Pelayan dengan sangat hati-hati, memberikan segelas kopi hitam dan roti dihadapan Arya.
"Mana Sanum dan Davina?"
Ucap Arya sambil mengedarkan pandangannya ke sekeliling ruangan lantai utama villa.
"Nona Sanum dan putri Davina belum keluar dari kamar Tuan, sepertinya mereka kembali melanjutkan tidurnya." Ucap kepala pelayan.
__ADS_1
"Apa perlu saya panggilkan mereka dulu kekamarnya, tuan?"
"Tidak perlu, nanti jika mereka terbangun. katakan jika aku sedang pergi dalam beberapa hari ini untuk urusan bisnis, layani mereka sebaik mungkin selama aku pergi." Ucap Arya mulai sarapan sendiri.
"Baik Tuan muda."
Selesai sarapan, Arya langsung menuju tempat helikopter pribadi nya terparkir, disana sudah ada Zein yang menunggu kedatangan nya.
"Selamat pagi bos Arya, silahkan." Zein mempersilahkan Tuan mudanya masuk.
Meskipun Arya sudah memberikan pengamanan ketat untuk Sanum dan anaknya, namun Arya masih resah karena kasih sayang dan cintanya, tanpa disadari sudah tercurah pada Sanum, terutama sang putri kecilnya Davina.
"Davina sayang, Sanum. aku pergi untuk sementara waktu. semoga kalian berdua baik-baik saja selama aku pergi..I Love Yuo," gumam Arya dengan tatapan sendu melirik arah kamar villa yang ditempati Sanum dan putri Davina.
__ADS_1
Keberangkatan Arya menuju Meksiko tanpa terencana sama sekali, semalam dia mendapatkan laporan jika perusahaan yang selama ini dirintis opa dan papinya dulu sedang mengalami masalah besar, beberapa produk mereka mengalami mix prodact, dan lolos dari pemeriksaan Qc sehingga setelah berhasil dipasarkan banyak konsumen yang protes dan dirugikan, banyak yang menuntut ganti rugi dan pertanggungjawaban Arya selaku pemilik perusahaan.
"Akhir nya, usaha ku untuk membuat kak Arya kembali ke Meksiko berjalan sukses..Ha...ha..." Jenifer tertawa puas sambil memberikan sejumlah uang pada karyawan yang terlibat bekerjasama dengan nya.
"Apa kalian yakin usaha kita ini tidak akan ketahuan.?" Tanya Jeniffer masih sedikit ragu.
"Tentu Nona, kami sudah melenyapkan beberapa bukti." Ucap mereka.
"Bagus, kalian boleh per dari ruangan ku." Jeniffer duduk dikursi putarnya sambil tersenyum puas.
"Aku sekarang tinggal berakting sok sibuk dan tidak terlibat, karena kesalahan ini sengaja dibuat dan terjadi bukan di bagian divisi yang aku pimpin. aku yakin kak Arya akan lama menetap disini, sampai masalah ini selesai. aku akan memanfaatkan kondisi ini untuk menarik perhatian kak Arya agar meninggalkan perempuan itu." Jeniffer tertawa puas.
Sampai dimeksiko, Arya langsung menuju perusahaan nya. karena dia ingin fokus menyelesaikan permasalahan satu persatu. dia juga tidak memberitahukan Oma dan maminya Melinda atas kedatangan nya yang tersa mendadak dan tiba-tiba itu.
__ADS_1
"Sebaiknya Oma dan Mami tidak usah diberi tahu, aku ingin memberikan mereka kejutan atas kedatangan ku kembali ke negara ini." gumam Arya yang sudah sangat merindukan dua orang perempuan yang sangat berarti dalam hidupnya Mami dan Oma.
Sementara Oma dan Mami Melinda sibuk di taman bermain, memperhatikan tingkah polos dan lucu di kembar Revano dan Devan. mereka tertawa sambil berlari-lari kesana kemari, seolah-olah tanpa beban. meskipun dihari kecil dua bocah itu merindukan Mama mereka, namun kasih sayang dan tulus dari Omanya mampu membuat mereka bisa terus ceria sambil menunggu Mama mereka dan adiknya Sanum kembali ke Meksiko untuk berkumpul bersama lagi.