One Night Love Presdir

One Night Love Presdir
Asisten baru


__ADS_3

Davina meremas jemari nya, berusaha mengumpulkan alasan atas keterlambatan kali ini, namun otak kecilnya selalu buntu jika sudah berhadapan dengan sang papa yang terkadang berubah dingin dan tegas, namun kadang juga bisa menjadi hangat dan sangat lembut terhadap anak-anak nya.


"Davina... Ng," mengruk- ngaruk kepalanya yang tidak gatal.


"Davina ngak ikut-ikutan pa, itu semua kesalahan dia yang salah masuk. malah Davina yang molongonin tuh anak dari amukan para cewek-cewek genit itu, meskipun mereka para sabat Davina. tapi Davina tidak pernah mendukung kesalahan mereka, papa percaya lah." memasang wajah polos dan tidak bersalah nya.


"Okey, papa sudah paham alasanmu, mungkin papa harus memberikan mu seorang bodyguard khusus, yang bisa menjagamu disekolah sekaligus merangkap sopir." terang Arya.


"Apa hubungannya dengan masalah dan kejadian ini pa?" ucap Davina pindah posisi duduk dihadapan Arya.


"Ada, papa khawatir kamu akan terjerumus oleh pergaulan teman-teman mu yang salah, untuk itu papa akan mengantisipasi nya." balas Arya tidak menghiraukan bujukan Davina.


"Tidak.... tidak... pokoknya tidak, mau ditaruh dimana muka Davina natinya, terutama dihadapan teman-teman ku, masak kemana ada yang ngikutin.." balas Davin tegas.


"Tidak masalah, karena dia juga nanti akan bersekolah ditempat mu, bahkan mungkin besok pagi dia akan ditempatkan dikelas yang sama dengan mu." balas Arya acuh.

__ADS_1


"Maksud papa?"


"Tadi siang Om Zein menghubungi papa, dia mengatakan jika salah seorang saudara nya dikampung, mendapatkan bea siswa dan bersekolah ditempat yang sama dengan mu. jadi papa pikir dia bisa menjadi sopir dan bodyguard mu nantinya, dan bisa sekalian tinggal disini dari pada di asrama."


"Tidak....tidak mungkin laki-laki itu?" pikir Davina yang teringat kejadian siang tadi disekolah. dan Davina langsung teringat laki-laki tampan dengan wajah polos seperti kucing yang sudah tersiram air got.


"Maksud mu, apa kamu sudah mengenalnya?" tanya Arya.


"Vina pikir mungkin sudah pa, tapi dia tidak akan mungkin dia mampu untuk menjaga Davina, karena untuk menjaga dirinya sendiri dia tidak akan mampu." balas Davina.


"Tapi pa Davina.." belum siap Davina mengajukan penolakan nya, Arya sudah memberikan isyarat jika dia tidak mau mendengarkan penolakan lagi dari putrinya.


"Davina anakku, papa sengaja melakukan ini. karena melihat pergaulan teman-teman mu yang banyak diluar batas dan tidak sesuai dengan umur mereka. papa takut kamu juga akan terjerumus kelajan yang salah sayang." Gumam Arya.


Arya mengeluarkan ponsel nya, terdengar dia kembali menghubungi Om Zein. Davina mempertajam pendengaran nya.

__ADS_1


"Okey baiklah Zein, Aldo boleh tinggal di rumahku. dia bebas atau jika dia merasa sungkan pada Davina, dia bisa menempati paviliun belangkang rumahku." balas Arya.


"Oh Tuhan, sekarang hidupku yang baru segera dimulai." Gumam Davina memukul jidatnya.


Pagi harinya,


"Davina anakku, hari ini kamu tidak boleh telat lagi. karena sekarang susah ada sopir khusus yang akan menemanimu berangkat dan pulang dari sekolah, ataupun kemana pun kamu pergi." ucap Mama antusias.


"Malas ma." jawab Davina kembali menenggelamkan tubuhnya dalam selimut tebalnya.


"Ayo sayang, kasihan Aldo sudah menunggu mu dibawah." ucap sanum.


"Apa? jadi namanya Aldo?" jawab Davina. yang ditangguhkan Sanum.


Meskipun malas, Davina berusaha untuk menyeret langkah memasuki kamar mandi. dingin nya air membuat matanya membulat.

__ADS_1


__ADS_2