
Arya memboyong keluarga besarnya, menuju negara Meksiko Setelah mendapatkan telpon dari salah seorang pelayan yang menjaga Oma disana.
"Tuan Arya, kondisi Nyonya besar semakin menurun semenjak kemaren. sebenarnya dia melarang saya untuk memberitahu kan perihal ini, tapi melihat kondisi nya yang terus menurun, terpaksa saya memberitahukan kepada Anda." terang pelayan.
"Ya Tuhan..., Baiklah kami semua akan segera pulang ke Meksiko. untuk sementara kamu tolong jaga Oma sebaik-baiknya." Ucap Arya cemas.
"Arya, semoga tidak terjadi sesuatu yang buruk terhadap kesehatan Oma. Mami sangat khawatir sekali nak." Ucap Mami Melinda.
"Ya mi, sebaiknya kita berdoa semoga tidak terjadi sesuatu yang buruk terhadap kesehatan Oma." balas Arya.
Pagi ini Arya dan keluarganya langsung bertolak ke Meksiko, dia duduk disebelah Sanum yang terlihat sedikit lemas, mungkin faktor kehamilan keduanya ini. sementara ketiga anaknya duduk dekat Oma Melinda dan Bi Ijah pengasuh setia Sanum semenjak anak-anaknya terlahir.
Arya begitu perhatian, dia tidak ingin Sanum mersa bosan atau kerepotan di kehamilan nya ini.
"Sayang kamu capek ya, atau mersa kedinginan?" Tanya Arya sa!bila mengelus-elus tangan Sanum yang dingin.
"Sanum senang mendapat perhatian dari Arya, dia tinggal menolak ataupun bersuara saat Arya merebahkan kepala Sanum di bahunya dan melampaui tubuh Sanum dengan selimut tebal.
"Tidur dan istrahat lah sayang, aku disini menjagamu." Ucap Arya sambil mencium lembut dahi Sanum. yang terlihat memerah karena malu dilihat calon mertua dan anak-anak nya yang ikut tersenyum melihat kemesraan orang tuanya.
__ADS_1
Cukup lama Sanum terbangun, hingga dia mersakan guncangan lembut dibahunya. Sanum membuka matanya menatap sekeliling.
"Ternyata kita sudah sampai, maaf mas aku ketiduran cukup lama." ucap Sanum.
"Tidak apa-apa sayang, yuk kita turun." Arya membimbing Sanum berjalan menuju mobil jemputan yang sedari tadi menunggu kedatangan Arya dan keluarga nya.
Sanum tersenyum senang, ini kali keduanya dia menginjakkan kaki di negara yang menurutnya sangat indah dan mempunyai keunikan tersendiri. dulu sewaktu masih bersekolah ibu dan Sanum suka sekali menonton telenovela yang berasal dari negara ini. sehingga sampai sekarang masih membekas jalan cerita telenovela tersebut dihatinya.
"Tidak menyangka, garis kehidupan membawaku kesini lagi." gumamnya.
Mobil sudah memasuki gerbang utama rumah yang terlihat unik dan mewah ini, Sanum terus memperhatikan sepanjang perjalanan yang mereka lewati.
"Selamat datang Nyonya,"
"Selamat datang Nona," nampak para pelayan mulai berjejer, menanti dan menyambut hormat kedatangan mereka.
"Bagaimana kondisi Oma sekarang," Ucap Arya sambil melangkah masuk.
"Nyonya besar, menolak dibawa kerumah sakit. dia lebih suka dirawat oleh dokter pribadi dirumah ini saja." terang kepada pelayan.
__ADS_1
" Cekklek...., Arya membuka pintu kamar Oma, dia melangkah pelan masuk, lalu duduk disisi ranjang tempat Oma terbaring lemah dengan Maya terpejam. Arya tahu jika saat ini Oma sedang tidak tidur. ini sudah merupakan kebiasaan Oma.
"Mana cicit-cicit ku?" kata pertama yang terlontar dari mulut Oma.
"Mereka ada disini Oma," Ucap Arya mencium tangan Omanya.
Perlahan Oma membuka matanya, dia mengedarkan pandangannya keseliling kamar, sambil mengerutkan keningnya. belum sempat Oma mengeluarkan kata-kata nya lagi, Revano, Devan dan Davina masuk. sehingga senyum langsung mengembang disudut bibirnya.
"Cicit-cicit ku," merentangkan tangannya yang sufah keriput.
Ketiga anak-anak arya menyalami Oma secara bergantian, mereka terlihat sangat bahagia bisa berkumpul dengan oma kembali. begitu juga Sanum. dia ikut duduk disamping Oma dan membantu menyuapi Oma makan.
Arya tersenyum senang menyaksikan kedekatan Sanum dan Oma, karena berdasarkan keterangan kepala pelayan, Oma sudah beberapa hari ini tidak mau makan. sekarang dia makan Banyak setelah disuapi oleh Sanum.
"Kapan kalian menikah?" Ucap Oma menatap Arya dan sanum secara bergantian.
"Secepatnya Oma." balas Arya.
"Syukurlah, karena aku ingin melihat kalian menikah disaat terakhir ku ini." Ucap Oma sambil mengusap cairan bening yang keluar dari sudut matanya.
__ADS_1
"Oma, jangan berbicara seperti itu." Ucap Arya.