One Night Love Presdir

One Night Love Presdir
Malu-malu meong


__ADS_3

"Ma, nanti Davina mau belanja ke mall. udah lama juga ngak jalan-jalan keluar bareng Vita. boleh ya ma." bujuk Davina bergelayut manja di lengan sang Mama.


"Mmmhhh boleh, tapi harus bareng Aldo ya, Mama ngak mau anak Mama yang imut ini kenapa-napa." balas Sanum.


"Okey ma."


Sementara Aldo, merasa sungkan jika sering berduaan bareng Davina, semenjak kejadian kemaren. hari-hari Aldo terganggu termasuk dengan tidur nya yang tidak lagi nyenyak. bayangan wajah cantik Davina sekarang semakin melekat diingatannya.


"Al, antarin ke mall ya. tapi sebelumnya kita kerumah Vita dulu." ajak Davina, semenjak Natasya menikah mereka bertiga jarang menghabiskan waktu bersama lagi.


"Baik Vina." balas Aldo menyiapkan mobil.


Keduanya terlihat canggung selama perjalanan menuju kerumah Vita. suara panggilan masuk dari ponsel Davina memecah keheningan diantara mereka berdua.


"Hallo Vita?" balas Davina mengangkat panggilan masuk yang ternyata dari Vita.

__ADS_1


"Davina, kita langsung ketemuan di bioskop kejora ya." ucap Vita diseberang sana.


"Kok di bioskop sih?"


"Davina please, hari ini kita nonton ya. udah lama kita ngak nonton bareng. sekarang ada Film baru dan bagus banget lho, pokoknya aku tunggu kamu disini bersama Jonathan." terang Vita kegirangan bisa jalan bareng Jo meskipun semula susah banget untuk ngebujuk Jo dengan alasan banyak tugas dan belajar.


"Jo?"


Ucap Aldo tidak menyangka jika sahabat nya itu sudah berani berdua dengan Vita sekarang, biasanya Jo paling anti menghadapi Vita yang over agresif padanya.


Davina akirnya angkat bahu, dan meminta Aldo untuk langsung membelokkan mobilnya menuju bioskop tersebut. membatalkan niatnya yang semula ingin belanja kebutuhan pribadinya.


Dalam hatinya, Davina ingin juga bergandengan memasuki bioskop atau jalan-jalan berduan dengan Aldo. tapi dia ingat status mereka sebagai sahabat dan juga asisten yang akan selalu menjaga nya.


"Coba saja aku juga seperti mereka, berduan dengan Aldo." Gumam Davina, meskipun sesungguhnya Aldo juga merasakan apa yang dirasakan Davina saat ini.

__ADS_1


Vita melambaikan tangannya, begitu melihat Aldo dan Davina berjalan mendekat kearah mereka berdua.


"Kita langsung masuk yuk, aku udah ambil tiket untuk kita berempat." ucap Vita.


"Okey, tapi tunggu sebentar ya. aku beli minuman dan popcorn dulu buat didalam." ucap Aldo berjalan ketempat makanan.


"Tunggu Al, ini pakailah kartu ku." balas Davina memberikan kartu Debitnya ketangan Aldo.


"Ngak usah Vina, kali ini biarkan aku yang memakai kartu Debitnya sendiri." tolak Aldo tersenyum, sambil memetik sebelah tangan Davina menyerahkan kembali kartu debit gadis itu.


Davina merasa nyaman dengan sentuhan lembut tangan Aldo, dia seakan tidak ingin terlepas dari genggaman Aldo, ditambah lagi Vita dan Jo yang seolah-olah pamer kemesraan mereka berdua.


"Al aku temenin ya."


"Boleh." balas Aldo, mereka berdua berjalan membeli minuman dan makanan, tanpa mereka sadari jika tangan mereka masih saling menggenggam, seakan tidak ingin terlepas.

__ADS_1


"Ceiye.... mesranya." goda Vita dan Jo, pada pasangan yang terlihat masih malu-malu meong dan masih gengsi mengakui perasaannya masing-masing. Davina dan Aldo refleks menarik tangan mereka masing-masing.


Film horor bernuansa romantis, mengaduk-aduk perasaan mereka, Davina tanpa sadar bergelayut memeluk tangan Aldo, begitu adengan demi adengan seram berputar di layar yang berukuran besar itu. sedangkan Vita memanfaatkan moment tersebut, sedangkan Jo seperti seorang gadis yang sedang menjaga keperawanannya dari godaan Vita.


__ADS_2