
"Aku laki-laki yang tidak berguna lagi hu... hu... untuk apa kalian masih membiarkan ku untuk hidup, Sanu ku juga sudah pergi meninggalkan aku... seandainya dia tahu kondisi ku sekarang dia akan membenciku dan lebih memilih Arya yang jauh lebih baik dariku." Ucap Rendi menangis duduk dikursi rodanya sambil menatap foto kemesraan nya dengan Sanum dulu.
"Rendi anakku, papa dan Mama sangat menyayangi mu nak. kamu perlu ingat tidak ada satu orang tua pun yang ingin anaknya seperti ini. yakinlah kamu pasti sembuh." bujuk mama. meskipun hati kecilnya juga sudah pasrah mengingat mereka sudah membawa Rendi kemana-mana untuk mendapatkan pengobatan terbaik, namun selalu gagal.
"Mama mohon nak, bersabarlah....dan mulai lah menerima kenyataan Dengan ikhlas dan rajin minum obat." bujuk mama menangis.
Rendi mersa luluh, dia menatap wajah Mama yang lebih sering mengeluarkan air mata semenjak kecelakaan dan dia sering mengamuk.
"Baiklah ma, Rendi akan berusaha demi Mama." Ucap Rendi melunak dan mau memakan obatnya. kondisi Rendi sangat menyedihkan selain hanya bisa dikursi roda. tubuhnya juga sangat kurus, dengan bulu-bulu halus disekitar wajahnya serta rambutnya yang panjang. Rendi tidak pernah mau merawat penampilan nya dan akan marah jika ada Mama atau pelayan membujuk untuk merapikan penampilannya.
__ADS_1
"Rendi lebih nyaman seperti ini ma, agar tidak ada orang-orang yang akan mengenali wajah Rendi sekarang, agar Sanu juga sudah lupa dengan Rendi jika bertemu...Rendi malu bertemu dengan orang-orang yang dulu mengenali Rendi ma, biarlah mereka menganggap Rendi yang dulu sudah tiada." Ucap nya.
"Baiklah nak." Ucap Mama pasrah agar Rendi tenang dan tidak marah dan mengamuk lagi. namun dia kewalahan membagi waktu antara mengurus Rendi dan suaminya yang juga sakit-sakitan sekarang, termasuk lagi perusahaan mereka yang kacau selepas kecelakaan Rendi dan tidak ada yang mengurusnya lagi.
"Besok aku harus kembali mencarikan pelayan untuk mengurus Rendi, bagaimana pun aku harus terjun mengurus Perusahaan langsung sekarang." gumam Mama.
Sementara dirumah nya, Sasha juga sedang mengalami permasalahan berat, sehingga gadis itu juga tidak tahan lagi melihat pertengkaran kedua orang tua nya.
"Ini semua salah papa mu, dia telah menginvestasikan separuh harta kita. dan sekarang usaha nya itu bangkrut. Mama tidak mau hidup miskin Sasha....," tetiak Mama yang membuat kepala Sasha bertambah pusing.
__ADS_1
"Harta....harta tetus yang kalian berdua pikirkan, apa pernah kalian berdua peduli dengan perasaan ku selama ini, apa kalian berpah bertanya keadaan ku dan bagaimana dengan sekolah ku." teriak Sasha disela isak tangisnya, Sasha mengemasi beberapa potong pakaian nya dan pergi meninggalkan rumah.
"Mau kemana kamu?" bentak Mama.
"Aku ingin mencari ketenangan, kalian berdua tidak perlu memperdulikan aku lagi." tetiak Sasha membanting pintu kasar pergi meninggalkan rumah kedua orang tuanya.
Sasha berjalan sambil mencari-cari kos-kosan murah, paling tidak bisa menampung nya sampai dia mendapatkan pekerjaan baru. meskipun dia mempunyai dua orang sahabat. tapi dia tidak mau merepotkan kedua sahabatnya yang akan membawa pengaruh buruk dalam hidupnya.
"Syukurlah, meskipun sempit dan sangat sederhana. semoga saja aku bisa betah dan Nyaman disini. jauh dari kedua orangtuaku yang egois dan memikirkan uang....uang setiap hari." gumam Sasha sambil merebahkan tubuhnya dikos- kosan murah itu.
__ADS_1
"Dicari pelayan wanita, untuk merawat seorang pria lumpuh." gumam Sasha membolak-balik surat kabar yang baru dibelinya.
"Sebaiknya aku melamar jadi pelayan orang lumpuh ini saja," Ucap Sasha dengan mata berbinar-binar melihat gaji yang ditawarkan cukup besar, bahkan lebih besar dari gaji pelayan biasanya.