One Night Love Presdir

One Night Love Presdir
Kekhawatiran Davina


__ADS_3

"Vit, kenapa perasaan ku akhir-akhir ini tidak enak ya. seperti ada sesuatu yang menimpa sahabat kita Natasya." Ucap Davina menceritakan keresahannya.


"Mudah-mudahan dia ngak kenapa-napa, meskipun aku sering mengingatkan agar tidak terlalu dekat dengan Farrel."


"Iya, aku juga mersa Farrel bukan laki-laki yang baik." Ucap Davina.


Sedangkan pagi ini, Natasya meringkuk tidur di kasur, air mata gadis itu tidak keluar lagi namun isakan tangis masih terdengar memilukan, dengan tubuhnya yang berguncang dalam balutan selimut tebal yang menutupi tubuh mungilnya.


"Tok...tok.... Non Natasya, apa non ngak sekolah?"


Suara bibi pengasuh Natasya dari kecil terus mengedor pintu, karena biasanya Natasya sudah bangun untuk sarapan lalu berangkat ke sekolah.


Ceklek... perlahan membuka pintu kamar Natasya, bibi mengintip suasana kamar yang terlihat sepi, nampak Natasya dalam balutan selimut. perlahan dia menghampiri saat mendengar isakan tangis.


"Astaghfirullah Non Tasya kenapa?" mengusap kepala Tasya yang sangat panas.


"Non Bagun, bangun non." namun tidak terdengar Jawaban dari mulut gadis yang biasanya ceria dan bawel itu.


"Aduh... bagaimana ini?" bibi langsung menyambar ponselnya untuk menghubungi kedua orang tua Natasya.


"Ad apa bi?"


"Non Tasya demam Nyonya, badannya sangat panas." Ucap bibi cemas.


"Okey kami akan segera pulang, bibi beri obat penurun panas dulu ya." ucap Mama Tasya.

__ADS_1


"Baik Nyonya."


***


Disekolah, Davina dan Vita mersa kesepian dan kehilangan. karena Natasya merupakan teman mereka yang paling bawel dan jail.


"Kelas ini terasa lama ya, padahal aku udah ngak sabaran untuk kerumah Natasya." ucap Davina.


"Iya, kita cabut aja yuk." bujuk Vita tiba-tiba ide gilanya muncul kembali.


"Ngak ah," tolak Davina sambil fokus mengikuti materi pelajaran yang sedang berlangsung. sesekali dia mencuri pandang kearah Aldo yang juga tengah fokus untuk mempertahankan prestasi nya disekolah favorit ini.


Bel pulang sekolah berbunyi, membuat semua wajah lelah dan ngantuk mereka kembali bersemangat.


"Aldo, sebelum pulang. kita mengunjungi Natasya dulu ya kerumah nya." ajak Davina.


"Boleh." balas Aldo.


Kedua gadis itu terlihat tidak sabaran lagi, begitu sampai dirumah Natasya mereka langsung menuju lantai dua kamar sahabatnya.


Sedangkan Aldo lebih memilih duduk menunggu diruang tamu, sambil main games kesukaannya.


"Natasya syala..Lala....kami datang." terdengar suara cempreng Vita begitu sampai didepan pintu masuk kamar Natasya.


"Kalian masuk saja." jawab Natasya dari balik selimut.

__ADS_1


"Tasya, kamu kenapa? mata bengkak, hidug merah seperti habis nagis Bombay semalaman?" ucap Davina sambil memeriksa kening Natasya yang panas.


"Ya, kamu kenapa Natasya, selama ini kita selalu saling jujur dan berbagi permasalahan masing-masing." bujuk Vita.


"Ngak papa kok, cuma lagi ngak enak badan saja." ucap Vita.


"Ooo gitu ya, padahal semula aku curiga jika kamu dan Farr ngapa-ngapain." ucap Vita.


"Maksudmu?" Natasya penasaran, dan khawatir jika teman-teman nya mengetahui kejadian yang menimpa nya semalam.


"Habisnya, kalian berdua hari ini sama-sama ngak masuk sekolah." ucap Vita.


"Sebenarnya, semalam kami sempat ketemu sih." Natasya masih ragu-ragu untuk berterus-terang pada kedua sahabatnya.


"Apa?" Davina dan Vita sama-sama kaget.


"Tapi vuma sebentar kok.." elak Natasya berusaha menyembunyikan, tapi Vita dan Davina bisa melihat semua dari ekspresi wajah Natasya yang lain dari biasanya.


"Tapi ngomong-ngomong, kamu udah diapain aja sama Farrel, karena setahuku dia pria paling mesum dan ngak bener. apalagi setelah keluarga nya brokend home karena ayahnya nikah lagi, makanya kita harus selalu hati-hati berdekatan dengan Farrel." ucap Davina.


"Wah....wah pasti kamu nya keenakan sekali, aku yakin kamu pasti udah ngerasain rasanya ciuman pertama, aku aja belum pernah di gituin sama Jonatan" pikiran mesum Vita membayangkan hal itu dengan Jonathan yang malu -malu kucing dan takut jika Vita akan bersikap agresif.


"Tapi ngomong-ngomong, kamu udah diapain aja sama Farrel" Ucap Davina kembali, karena dia melihat gelagat aneh dari Natasya.


"Dia....dia... " Tiba-tiba pandangan mata Natasya buram, dia sukses pingsan sebelum berterus-terang.

__ADS_1


__ADS_2