One Night Love Presdir

One Night Love Presdir
Amerika


__ADS_3

Arya mengenakan pakaiannya kembali, sambil menunggu. pikiran Arya masih tertuju pada tatto di bawah perut Sanum yang terlihat aneh.


"Untuk apa Sanum mengukir tatto berbentuk seekor naga di bagian itu,?" gumam Arya mondar-mandir, dan kembali duduk di sofa setelah melihat Sanum berjalan mendekati nya.


"Aku membatalkan niatku untuk menjadikan kamu wanita ku selama tiga hari, dan sekarang kamu bebas dan boleh pergi." Ucap Arya dengan nada suara dingin dan tidak menoleh sedikit pun kearah Sanum.


"Maksud Tuan?"


Terukir raut wajah takut, bercampur cemas yang terpancar dari wajah cantiknya.


"Tuan, maafkan aku yang tidak bisa memuaskan mu dalam keadaan sadar. bisakah kita mencoba nya lagi? tapi aku harus terpengaruh minuman yang membuatku menjadi berani."Tutur Sanum.


"Jadi kamu tidak berani melakukan hal ini, tapi justru mau menerima tawaran ku dengan iming-iming sejumlah uang.?" Arya tertawa seakan mencemooh Sanum.


"Aku terpaksa,"


"Terpaksa karena apa?" Ucap Arya mengintimidasi.

__ADS_1


"Itu masalah pribadi ku Tuan, aku harap Anda tidak membatalkan kesepakatan kira kemaren. aku minta maaf dan akan mencoba untuk membuat mu tidak merasa kecewa lagi Tuan." Ucap Sanum sambil menatap wajah Arya dengan penuh pengharapan.


"Aku sudah tidak bergairah melakukan itu kembali denganmu, tapi jangan khawatir aku tidak akan mengurangi sepersenpun jumlah uang dalam koper," terang Arya yang memberi isyarat dengan bahasa tubuhnya agar Sanum bisa pergi meninggalkan kamarnya.


"Saya permisi Tuan, dan terimakasih atas semuanya," Ucap Sanum mengambil koper berisi uang dan membawanya menemui asisten Zein yang sudah diberikan perintah oleh Arya untuk mengantarkannya kembali pulang.


Sepanjang perjalanan pulang tampak raut bahagia terpancar dari wajah sanum, karena dia bisa bertemu kembali dengan anak-anaknya dan terpisah cuma satu malam saja.


"Maafkan Mama anak-anakku sayang, karena telah menjadi wanita bayaran dari ayahmu selama semalam. bahkan ingin mengihupi kalian dengan uang ini." air mata Sanum membanjiri kedua pipinya.


"Baik Nona," Ucap sooir.


Dengan langkah cepat dan tergesa-gesa, sambil menyeret koper berisi jumlah uang yang cukup banyak Sanum langsung menuju ruangan Davina dirawat namun kosong, tida ada Putri kecilnya dannita yang menungguinya, Sanum yang panik segera menuju ruangan dokter.


"Sanum," Ucap dokter kaget.


"Dokter mana Davina Putri ku?"

__ADS_1


"Davina telah dipindahkan ke salah satu rumah sakit terbaik di Amerika, apa kamu tidak mengetahui hal itu, padahal aku sudah menerima surat kuasa darimu," Ucap dokter memperlihatkan surat kuasa dari Sanum yang tertera juga tanda tangannya disana.


"Dokter itu bukan tanda tangan ku," Sanum terlihat mulai emosi.


"Maaf Nona Sanum jika aku keliru, tapi Anda harus nya bersyukur karena nyonya Melinda telah menanggung semua biayanya, dan Anda juga tidak perlu khawatir terhadap beliau. karena nyonya Melinda itu orang baik dan juga pemilik rumah sakit besar ini." terang dokter.


Sanum tidak percaya begitu saja, dia kembali menghubungi ponsel kita yang sedari tadi tidak pernah Aktif. namun sekarang Sanum bisa sedikit lega setelah panggilan mereka terhubung.


"Hallo Sanum"


"Nita dimana kamu dan Davina sekarang?" Sanum langsung menanyakan hal itu dan tidak sabaran lagi.


"Sanum, kami sedang berada disalah satu rumah sakit besar di Amerika. sekarang Davina sudah dioperasi dan masa pemulihan. Davina selalu ! menanyakan kamu." Ucap Nita yang sangat bahagia karena Davina sudah bisa melewati masa kritis, dia juga bisa melihat Amerika sesuatu yang tidak pernah terbayangkan nya bisa sampai ke negara ini.


"Kenapa kamu tidak memberi tahu ku?"


"Maaf Sanum, selepas kepergian mu menemui Arya. nyonya Melinda datang dan menjamin semuanya, aku mencoba menghubungi mu beberapa kali, namun ponselmu selalu tidak aktif. akhirnya aku mengikuti saran dokter karena melihat kondisi Davina yang saat itu semakin menurun." terang Nita.

__ADS_1


__ADS_2