One Night Love Presdir

One Night Love Presdir
Jeniffer dan Zein ditemukan


__ADS_3

"Kasihan Jenifer dan Zein ya mas, sudah sebulan mereka menghilang." Ucap Sanum Dalam perjalanan pulang dari pencarian Zein di sebuah pulau, namun tidak menunjukkan hasil apa-apa.


"Iya, tapi hati kecilku mempunyai keyakinan yang sangat kuat. jika mereka berdua tidak apa-apa." ucap Arya.


"Tapi jika mereka terdampar, seperti perkiraan tim SAR, mereka akan makan apa mengingat mereka tidak mempunyai keahlian khusus di alam bebas." Sanum merasa ragu.


"Tapi aku yakin Zein, mampu bertahan mengingat dia asisten ku yang sangat cerdik dan pintar." Ucap Arya.


Sanum akirnya lebih banyak diam, larut dengan pikiran mereka masing-masing, sambil menatap keluar jendela kaca. tiba-tiba pandangan mata ibu muda itu tertuju pada pasangan ditepi jalan raya yang sepi. Sanum seperti melihat sosok Zein dan Jeniffer.


“Mas berhenti, mereka berdua seperti Zein dan Jeniffer?” Ucap Sanum antusias menguncang lengan Arya yang sedang menyetir mobilnya.


“Masa sih.” Ucap Arya tidak percaya, namun dia menepikan mobilnya, mereka berdua turun mendekati Zein yang berusaha membangun kan Jeni yang masih pingsan.


Zein tidak memperdulikan sebuah mobil hitam mewah berhenti disamping nya, karena dia begitu cemas dengan keadaan Jeniffer saat ini.

__ADS_1


“Zein, Jeniffer....ya Allah ternyata ini benar-benar kalian berdua,” Ucap Arya dengan suara yang keras, yang seolah-olah tidak percaya dengan penglinya saat ini, serta rasa bahagia yang teramat melihat asisten sekaligus sepupunya.


Zein terlonjak kaget, dan langsung menoleh kearah Arya dan Sanum.


mulutnya ternganga.


“Tuan Arya, Nyonya Sanum? Benarkah ini kalian berdua.” Ucap Zein antusias, tanpa sadar air mata menetes karena terharu.


Tanpa menjawab, Arya langsung menarik tubuh Zein kedam pelukannya.


“Cerita nya panjang Tuan, yang terpenting kita harus menyelamatkan Jeniffer dahulu.” Ucap Zein panik.


“Jenifer kamu kenapa sampai seperti ini dek.” Gumam Arya membantu Jeniffer dan memasukkan kedam mobil.


Kepala Jeniffer ditidurkan diatas paha Sanum, yang menatap iba melihat kondisi Jeniffer yang terlihat sangat pucat. Sanum membantu merapikan dan mengikat rambut Jeniffer yang berantakan, Sanum Merasa Jeniffer sudah seperti layaknya adik kandungnya sendiri. Arya langsung melaju kan mobil nya menuju Rumah sakit terdekat, agar Jeniffer segera mendapatkan pertolongan.

__ADS_1


Banyak pertanyaan yang ingin diajukan oleh Arya, tapi dia masih mencoba meredamnya sampai kedua sudah siap untuk menceritakan semuanya.


Kedua orang tua Jeniffer langsung menuju Rumah sakit tempat Jeniffer dirawat, mereka sangat bahagia begitu mengetahui Putri mereka satu-satunya sudah ditemukan, meskipun kondisi kurang baik.


“Jenifer anakku sayang.” Mami dan papinya langsung menghambur memeluk tubuh Jeniffer yang sudah terpasang selang infus.


“Mami...Papi... maaf kan Jeni hu..hu,” tangis Jeniffer pecah dalam pelukan kedua orang tuanya.


“Iya nak, semoga kejadian ini bisa membuat mu menjadi lebih baik lagi.” Ucap maminya.


“Iya mi, Jeniffer Janji akan berubah, mungkin ini Hukuman untuk Jeniffer yang selalu egois dan keras kepala.” Ucap Jeniffer.


"Kak Arya, kakak ipar tolong maafkan kesalahan Jeniffer ya." ucap Jeniffer disela-sela tangisan.


"Tentu Jeniffer, kakak selalu memaafkan mu." balas Arya yang diikuti Sanum. mereka kembali berpelukan penuh haru dan rasa bahagia. tanpa ada dendam lagi diantara mereka

__ADS_1


__ADS_2