
Cukup lama Arya, Sanum dan Rendi saling ngobrol. Saling terbuka satu sama lain seolah-olah mereka sudah lupa dengan masalah besar, yang pernah terjadi. mimik wajah mereka kadang terlihat ekspresi serius, ada juga canda diselingi tawa lepas mereka bertiga.
“Arya,Sanum” Berliana tiba-tiba muncul, ditengah-tengah obrolan seru yang membuat mereka tiba-tiba menghentikan tawa sambil menunduk hormat melihat kedatangan Berliana.
“Tante,” Sanum dan Arya menyalami Berliana bergantian.
“Terimakasih, kehadiran Kalian ternyata sudah mampu menyemangati Anak ku Rendi, sehingga dia terlihat jauh lebih tenang dan kelihatan bahagia sekali hari ini.” Ucap Berliana tersenyum senang kearah Rendi yang juga tersenyum kearah sang mami.
“Tentu Tante, karena Rendi sahabat baikku. aku akan mendukung dan berharap sekali agar Rendi segera sembuh” Tutur Arya.
“Oya, Tante masak enak lho... kesukaan Arya dan Rendi dulu. Sekarang kita makan bareng yuk.” Ajak Berliana yang sifat sudah berubah drastis menjadi ramah dan hangat seperti dulu lagi.
“Wah seru ni, berhubung aku sudah lama tidak mencicipi masakan Tante yang sangat lezat itu.” Balas Arya.
"Kamu paling bisa memuji Tante, Arya." balas Berliana mengusap bahu Arya layak anak sendiri.
"Arya jujur Tan, kan dulu kami paling sering makan masakan Tante." balas Arya.
Mereka mereka lalu tertawa, sambil melangkah masuk kerumah kediaman baru Berliana. berjalan menuju meja makan yang sudah tertata rapi menu yang menggugah selera. Mereka makan siang dengan penuh canda tawa, tanpa ada lagi rasa sakit hati dan kekecewaan di hati mereka masing-masing.
Meskipun saat ini pikiran Rendi masih tertuju terus pada Sasha yang terbaring dikamar tamu rumahnya, dia tahu saat ini Sasha sudah sadar, namun Rendi masih meminta pelayan untuk menemani Sasha istrahat dan memperlakukan nya dengan begitu baik.
Hingga sore menjelang Arya dan Sanum pamit untuk kembali pulang. Karena teringat ketiga anak-anak nya yang saat ini pasti membutuhkan Sanum maupun Arya.
__ADS_1
"Next time, ajak ketiga anak-anak main kesini ya." Ucap Berliana.
"Tentu Tante," balas Arya.
Sepanjang perjalanan, Sanum nampak tersenyum senang dia kembali bergelayut manja dilengan suaminya.
“Sayang aku bahagia, ternyata Rendi sudah mengikhlaskan kamu untuk ku selama nya.” Ucap Arya.
“Iya mas, aku juga merasakan hal yang sama.” Tutur Sanum semakin merapatkan tubuhnya ke Arya, mengingat cuaca yang tersa begitu dingin.
“Sepertinya tinggal masalah Jeniffer dan Zein yang masih menghilang, mereka juga belum menemui Rendi. Karena Rendi semenjak kecelakaan menutup dirinya.” Terang Arya sambil fokus mengemudi.
“Iya mas, aku juga berdoa dan berharap sekali agar mereka berdua segera ditemukan dalam keadaan selamat.” Ucap Sanum.
“Aku tidak pernah mersa bahagia seperti ini, rasanya seperti terbebas dari sesuatu yang melilit kita, yang semula seakan-akan membuat kita kesulitan untuk bernafas,” Ucap Arya.
“Amiiin.” Balas Arya.
***Pengumuman***.,,
Teman-teman Sanum tersayang. Agar cerita novel ini tidak tercampur aduk. Gimana author buat saja Part kisah mereka masing-masing.
Setelah part tokoh utamanya Arya dan Sanum hidup bahagia membina rumah tangga nya. Kita lanjutkan ya....., kekisah pemeran pendukung mereka.
__ADS_1
*Rendi dan Sasha
* Zein dan Jeniffer
Semoga teman-teman semua masih betah membaca novel author ini.
Terimakasih banyak buat teman-teman semua yang telah mendukung author, baik masukkan nya yang positif sehingga author semangat untuk kembali melanjutkan kisah mereka.
Menulis merupakan bakat dan hobi author semenjak dibangku sekolah, sehingga dengan menuangkan dalam bentuk novel, merupakan kebahagiaan tersendiri bagi author.
Meskipun dalam menulis ini masih banyak terdapat kesalahan, karena selain punya usaha Sambilan author juga harus menjaga dan mengasuh dua anak perempuan yang masih sekolah dasar.
Okey lanjut....
* Part Dua ya. tentang perjuangan Rendi dan Sasha, serta kisah cinta mereka untuk hidup bersama.
*Part Tiga tentang kisah cinta Zein dan Jeniffer.
Pesan author untuk teman-teman Sanum tersayang.....
Tetap jaga kesehatan ya ......dan tetap bersemangat dalam mencari rezeki dan menghadapi apapun permasalahan hidup kita. Selagi kita berusaha, insya Allah pasti ada jalan terbaiknya. I L U All.
__ADS_1