
Sanum membulatkan tekadnya, sambil menghubungi asisten Mika.
"Hallo Nona Sanum, ada yang bisa saya bantu.?" jawab Mika mengangkat panggilan Sanum.
"Iya mbak Mika, tolong sampaikan pada Tuan Arya. jika aku bersedia menerima tawarannya." Sanum memejamkan matanya seakan tidak percaya dengan apa yang barusan terucap dari bibirnya.
"Baik, saya akan sampaikan pada beliau." Ucap Mika.
Tidak lama Mika kembali menghubungi Sanum.
"Nona Sanum, Anda akan berangkat malam ini dengan helikopter khusus. menuju pulau X, disana tuan Arya sudah membooking kamar dan menunggu kedatangan Anda." Ucap Mika. yang membuat Sanum mersa tidak mempunyai harga diri dan sangat malu. karena Mika sudah mengetahui tentang kencan buta yang ditawarkan Arya selama tiga hari padanya.
"Baik, terimakasih Nona Mika."
"Anda bersiaplah, nanti saya akan utus sopir untuk menjemput." Ucap Mika.
"Iya," panggilan telpon mereka pun berakhir, sekarang Sanum tinggal memikirkan siapa wanita yang akan menjaga davina selama dia pergi tiga hari ini.
"Nita, ya aku harus meminta bantuannya." Sanum segera menghubungi Nita.
"Hallo Nita."
"Ya ada apa Sanum?" Ucap Nita yang merupakan sahabat baik Sanum yang begitu peduli padanya.
__ADS_1
"Kita bisa bertemu,"
"Bisa, kebetulan aku baru pulang kerja." jawab Nita.
"Tolong temui aku di taman rumah sakit pusat ya sekarang."
Siapa yang sakit Sanum?"
"Kamu kesini saja dulu, ceritanya panjang."
"Okey,"
Sanum mengigit ujung kuku nya, menunggu kedatangan Nita, sambil sesekali menguatkan hatinya, tentang jalan yang salah y akan dia tempuh bersama Arya.
"Duduk Nita,"
Nita duduk disebelah Sanum, dia sudah sangat siap mendengar cerita, dan menunggu kejutan apa lagi yang akan ditunjukkan Sanum sekarang.
"Nita, Davina Putri kecilku. sedang sakit parah dan harus segera dioperasi dengan jumlah yang tidak sedikit." Sanum memulai ceritanya.
"Apa Princesku sakit." ujar Nita cemas, sanum mengangguk pelan.
"Trussz."
__ADS_1
"Bantu aku ya, menjaga Davina untuk tiga hari ini, sampai aku mendapatkan uang untuk biaya operasi dan pengobatan terbaik untuk nya." terang Sanum.
"Baik Sanum aku bersedia, karena aku juga sangat menyayangi Davina, tapi kamu mau cari uang kemana? sebaiknya kamu berterus terang pada Arya." saran Nita.
"Aku khawatir Arya tidak percaya, "
"Jadi bagaimana kamu cari uang dengan jumlah banyak." Nita bingung menatap sahabatnya.
"Aku sudah berusaha pinjam sana sini, tapi dengan jumlah segitu tidak ada yang sanggup. hingga akhir nya aku mencoba meminjam pada Arya." Ucap Sanum.
"Apa dia bersedia meminjamkan nya?" Nita penasaran.
"Tidak, tapi dia memberikan ku uang dua milyar, untuk menjadi wanita nya selama tiga hari."
"Apa, dasar gila." teriak Nita.
"Aku tidak punya pilihan lain kita, setelah ini mungkin aku akan pergi jauh membawa anak-anak ku dan tidak akan muncul lagi dihadapan Arya." Ucap Sanum sedih air matanya membanjiri kedua pipi cantik nya.
Nita ikut menangis dan membawa Sanum dalam pelukannya.
"Baik Sanum, pergilah aku akan menjadi ibu angkat yang baik buat Davina sampai kamu kembali sahabatku." Ucap Nita tulus.
"Terimakasih Nita, aku titip Davina ya." menangis kembali membayangkan anak-anak nya yang akan ditinggalkan selama tiga hari ini.
__ADS_1
Sesuai waktu yang telah ditentukan, Sanum dijemput seorang sopir suruhan Arya, malam itu dia berangkat menaiki helikopter menuju sebuah pulau. dimana Arya sudah menunggu kehadiran nya sambil meletakkan koper besar berisi uang dua milyar untuk harga tubuh seorang Sanum. benar-benar harga yang sangat fantastis.