One Night Love Presdir

One Night Love Presdir
Kehilangan Jeniffer dan Zein


__ADS_3

“ Bagaimana ini pi, Anak kita Jeniffer tidak bisa dihubungi.” Mami Jeniffer Mondar-mandir panik. mengingat Putri satu-satunya yang masih belum bisa untuk dihubungi.


“Dasar anak nakal, keras kepala.  inilah yang bisa dilakukan nya, membuat masalah dan cemas orang tua. Ini gara-gara kamu yang selalu memanjakan Jeniffer.” Ucap papi marah.


“Kenapa aku yang disalahkan, papi juga ikut salah dalam hal ini. Karena Jeniffer itu bukan anakku saja, tapi anak papi juga yang butuh perhatian dan kasih sayang dari kita berdua pi.” Balas mami tidak mau kalah, mereka berdua pun terus bertengkar menyalahkan diri masing-masing.


“Arya, hanya dialah yang bisa membantu kita saat ini.” Ucap Mami Jeniffer langsung bangkit mengajak suaminya menemui Arya.


"Apa kamu yakin Arya bakal mau membantu kita, mengingat kelakuan buruk Jeniffer." Papi terlihat ragu.


"Aku yakin Arya pasti mau membantu kita, karena dia orang baik pi." terang Mami.


"Baiklah kita langsung kekantor nya sekarang."


Sementara dikantor nya, Arya juga mulai panik karena tidak bisa menghubungi Zein. Arya juga menanyakan keberadaan Zein dengan menghubungi orang-orang nya di indoneia. Termasuk asisten nya Mika yang ditugaskan bekerja dan mengurus perusahaan nya yang diindonesia. Namun tidak ada satupun yang mengetahui keberadaan asisten pribadinya itu.


“Zein belum menghubungi ku sama sekali tuan.” Terang Mika yang ikutan panik memikirkan Zein yang merupakan sahabat baiknya juga.


“Zein kamu dimana?” Arya mengusap kepalanya.

__ADS_1


Cekklekk.... pintu ruangan Arya terbuka, mengagetkan nya dalam lamunan panjang, memikirkan Zein yang tiba-tiba menghilang. nampak kedua orang tua Jeniffer datang, wajah mereka terlihat panik dan sedih.


“Arya...tolong Kami nak.” Ucap Mama Jeniffer panik dan kembali menangis memeluk Arya.


“Tolong apa Om, Tante?” balas Arya bingung.


“Jeniffer, Jeniffer pergi keindonesia dan tiba-tiba dia tidak bisa dihubungi lagi. Kami sangat khawatir dengan keselamatan nya Arya.” Ucap papi Jeni.


“Kenapa mereka sama-sama menghilang dan tidak ada kabar sama sekali?” gumam Arya.


“Padahal tidak ada permasalahan yang terjadi dengan penerbangan mereka.” Ucap Arya.


“Aku menyuruh asisten ku keindonesia, yang mengunakan pesawat yang sama dengan Jeniffer. Untuk menemui Rendi sahabat ku, tapi dia juga ikut  menghilang sama seperti hal nya Jeniffer.” Ucap Arya.


“Hu....hu... bagaimana ini nak, tolong cari dan temukan adikmu Jeniffer. Kami sangat khawatir.” Mami Jeniffer kembali menangis. Teringat nasib anak semata wayangnya.


“Kita harus keindonesia, dan melakukan pencarian langsung.” Balas Arya.


“Iya nak, kami akan ikut dengan mu.” Ucap kedua orang tua Jeniffer.

__ADS_1


Arya langsung pulang kerumah memberitahu maminya dan Sanum tentang permasalahan yang menimpa Zein dan Jeniffer yang tiba-tiba menghilang.


“Ya Tuhan, Jeniffer kamu dimana nak? Makanya jangan nekat dan keras kepala, begini kan jadinya.” Ucap Mami Melinda.


“Mi, kita harus pulang keindonesia, dan memboyong anak-anak juga, sebaiknya kita kita tinggal dirumah kita yang disana. Sesekali kita akan pulang ke dini untuk mengunjungi makam Oma, Opa dan papi.” Ucap Arya.


“Baiklah nak, Mami setuju dan Senang sekali.” Balas melinda, bagaimana pun dia orang Indonesia asli yang lebih nyaman tinggal di negara nya sendiri yaitu Indonesia. Begitu juga dengan Sanum. Dia benar-benar bahagia mendengar penuturan Arya.


“ Sayang bersiaplah, hari ini kita akan langsung pulang.” Ucap Arya mengusap bahu Sanum.


“Iya mas, terimakasih ya sudah mengajak pindah pulang kembali ke Indonesia.” Tutur Sanum berterus terang.


“Apa selama ini kamu tidak menyukai tinggal disini?”


“Suka mas, tapi aku lebih nyaman dan menyukai tinggal di negaraku sendiri.” Balas Sanum sambil mengelus-elus perutnya yang mulai terlihat.


 Arya juga ikut membantu mengurus anak-anak nya, meskipun mereka memiliki pelayan tapi Arya lebih suka mengurus ketiga anaknya jika dia mempunyai waktu.


 

__ADS_1


__ADS_2