One Night Love Presdir

One Night Love Presdir
Nafas buatan


__ADS_3

Visual para pemeran novel Sanum, ini wajah tampan dan cantik menurut author, tapi kalau kurang pas dan tidak cocok. harap maklum aja ya.... dan bebas ngehalu menurut versi masing-masing.


Arya



Sanum



Rendi



Sahsa



Zein


__ADS_1


Jeniffer



Seiring dengan tubuh Jeniffer yang terasa melayang jatuh kedasar lautan. Dia memejamkan mata nya. Jeniffer mersa hidupnya sudah berakhir karena tidak akan ada seorang pun yang akan memberinya pertolongan disaat seperti ini. Untuk berusaha naik keatas dia tidak mampu lagi meskipun dia masih berusaha untuk bernafas dalam air seperti ilmu berenang yang pernah dipelajari nya.


"Aku tidak sanggup lagi..., mungkin semua ini hukuman atas perbuatan dan dosa-dosa ku." Ucap Jeniffer memejamkan mata, air laut yang dingin seperti sebuah Pisau tajam yang menusuk kulitnya.


Zein kelimpungan, dia tidak melihat sosok Jeniffer yang masih berusaha bertahan.


“Mana temanku Jeniffer, dia sudah menghilang. hu...hu..tidak aku harus segera menyelamatkan Jeni.,”


Refleks Zein mengambil pakaian renang dan alat-alat untuk menyelam yang sengaja disediakan awak kapal. untuk menghindari kemungkinan buruk terjadi. Zein tidak peduli lagi dengan keselamatan nya yang kurang mahir berenang apalagi ditengah-tengah lautan lepas seperti ini.


“Jenifeeerrr,.” Teriak Zein kencang, meskipun hanya dalam hati. Dia langsung menangkap tubuh mungil yang sudah terdiam itu. Dibantu beberapa awak kapal mereka langsung membawa tubuh Jeni yang sudah tidak sadarkan ndiri ke permukaan laut.


“Jen...Jen.... Jeniffer.... bangunlah,” teriak Zein sambil  berusaha mengeluarkan air dari perut Jeni. Meskipun sudah bisa mengeluarkan air dari tubuh Jeniffer, tapi gadis itu terlihat masih lemah dan belum juga tersadar.


“Jenifer bangunalah Jeni, apa kamu lupa janjimu yang ingin ikut dengan ku ke padang?” bisik Zein sangat sedih, semula dia berharap akan mengutarakan perasaan nya, jika dia sangat menyukai gadis itu sekarang.


 

__ADS_1


“Kamu harus memberikan nafas buatan, jika ingin kekasihmu itu selamat.” Ucap salah seorang dari mereka.


Zein semula sempat terbaru, bingung. Karena seumur hidupnya belum pernah tersentuh wanita. baru Jeniffer wanita pertama yang pernah memeluk tubuhnya sewaktu dipulau. yang sempat membuat nya hampir kehilangan kendali dan kilaf. tapi sekarang bibir mereka harus bertemu.


“Kalau kamu tidak segera memberikan nya nafas buatan, biar aku saja.” Ucap laki-laki tua yang terlihat genit sambil menatap tubuh Jeniffer.


Zein segera menutup tubuh Jeni dengan pakaian nya, tanpa pikir panjang lagi, dia langsung memberikan nafas buatan. yang membuat Zein seperti terbang melayang. Ketika bibirnya bersentuhan dengan bibir Jeni yang tersa sangat kenyal bercampur manis dan asinnya air laut.


“Om Zein,” Ucap Jeni membuka perlahan matanya, namun dia terlihat sangat lemah. Untuk duduk pun dia seolah-olah tidak mempunyai tenaga lagi.


“Mas hebat ya, bisa pacaran dengan bule. dan berdua dipulau itu.” Goda awak kapal sambil tersenyum kearah mereka berdua.


“Ceritanya panjang, yang jelas kami berdua terdampar disana. dan kami sangat berterimakasih sekali atas pertolongan teman-teman semua.” Ucap Zein.


“Iya, sudah kewajiban kita untuk saling tolong menolong, sebaik nya kamu bawa pacarmu itu untuk istrahat dikamar atas. Kasihan dia masih terlihat lemah.” Ucap ketua dari kelompok yang terlihat sebagai nelayan. Meskipun sesungguhnya Zein penasaran juga melihat tumpukan dus yang sengaja ditutupi terpal dan benda-benda lainnya.


“Baik, sekali lagi terimakasih.” Balas Zein.


Jeni pasrah saja, ketika Zein menggendong tubuhnya memasuki sebuah kamar kecil yang terdapat di lantai dua kapal.


“Jeni pakai lah pakaian ku ini.” Ucap Zein membuka tas ranselnya, Jeni mengangguk pelan tanda setuju.

__ADS_1


Zein keluar dari kamar Sambil menutup pintu perlahan. Jeni melepaskan pakaiannya yang basah, dan mengunakan pakaian Zein. Meskipun risih dan malu. Tapi Jeniffer tidak mempunyai pilihan lain saat ini.


__ADS_2