
Jeniffer yang tengah asyik memperbaiki dandanannya hendak menuju ruangan Arya, terlonjak kaget hingga make up mahalnya jatuh dan pecah. begitu Arya lebih dahulu mendatangi ruangan kerjanya.
"Kak Arya?"
Ucap Jeniffer mulai ketakutan, pancaran kemarahan terlihat jelas dari tatapan mata Arya yang merah. tanpa ekspresi senyum sedikitpun.
"Pracckk,"
Arya melemparkan beberapa bukti kelakuan buruk Jeniffer sehingga merugikan konsumen produk perusahaan mereka. dengan tangan gemetar Jeniffer mengambil dan memeriksa bukti-bukti yang didapatkan oleh audit handalan Arya.
"Mati aku, dari mana Lak Arya mendapatkan bukti-bukti ini, bukan kah kemaren aku sudah memerintahkan mereka untuk menghancurkan bukti dokumentasi kesalahan ini." gumam Jeniffer mulai panik.
"Kak Arya, ini salah. dan bukan perbuatan ku," Jeniffer mencoba mengelak.
__ADS_1
"Sudah cukup Jeniffer sandiwara mu selama ini, " Arya mengangkat jari telunjuknya yang diarahkan langsung tepat di kening gadis itu. membuat Jeniffer makin ketakutan dan mundur beberapa langkah.
"Kak Arya maafkan aku hu....hu...., aku melakukan semua ini karena aku sangat mencintaimu semenjak dahulu kak. aku berjanji tidak akan mengulangi kesalahan ini lagi." Jeniffer yang tidak bisa membela dirinya lagi, tubuhnya langsung melorot kelantai sambil memeluk sebelah kaki Arya.
"Lepaskan dan jangan sentuh aku." suara Arya yang keras membuat Jeniffer refleks melepaskan pelukannya.
"Jeniffer kesalahan mu untuk kali ini tidak bisa aku tolerir lagi, kamu bukan saja merugikan perusahaan. tapi konsumen perusahaan Kita. untuk itu kamu harus mempertanggungjawabkan perbuatan mu didepan hukum, termasuk konferensi pers siang ini. untuk mengakui kesalahan dan kelalaian mu." bentak Arya.
"Tidaaaakkk....aku tidak mau dipenjara, kak Arya tolong Maafkan Jeni." Jeniffer syok dan mengejar langkah Arya yang berjalan meninggalkan ruangan kerja nya.
"Maaf Tuan, Nyonya kalian berdua tidak boleh masuk keruangan kerja Presdir. silahkan tunggu dia diruangan konferensi pers setengah jam lagi." Ucap Zein mencoba menghalangi kedua orang tua Jeniffer yang sangat emosi.
"Minggir kamu," dengan kasar papi Jeniffer mendorong tubuh Zein dari pintu, sementara istrinya langsung masuk keruangan Arya.
__ADS_1
"Arya, jadi ini kelakuan mu sekarang terhadap kami. ingat Arya Jeniffer itu masih saudara sepupu mu, dan perlu kamu ingat perusahaan induk ini maju dan berkembang atas campur tangan suamiku. jadi kamu tidak bisa semena-mena memperlakukan Putri kami Jeniffer seperti ini." bentak Mami Jeniffer terlihat begitu emosi menghadang Arya.
"Ooo.....sepertinya bibi tidak mengetahui masalah yang dibuat dan ditimbulkan oleh putrimu itu." Ucap Arya sambil meletakkan berkas yang sedang diperiksa nya.
"Apa maksudmu?" Ucap Mama Jeniffer.
Arya memperlihatkan semua bukti kesalahan Jeniffer pada kedua orang tuanya.
"Mmmmhhh, hanya karena masalah sepele ini kami sampai hati memenjarakan anakku." Ucap papi Jeniffer.
"Kalian katakan sepele, banyak orang yang dirugikan gara-gara perbuatannya ini." arya semakin emosi.
Perdebatan pun terjadi, Jeniffer dan keluarga terpaksa mengalah. dalam konferensi pers pun Jenifer meminta maaf kepada pihak-pihak yang telah dirugikan dan siap mempertanggungjawabkan perbuatannya.
__ADS_1
"Jeniffer, aku terpaksa melakukan ini. meskipun dibalik semua ini aku jga mendapatkan begitu banyak kejutan. kamu benar, mereka itu adalah anak-anak ku yang mengemaskan dan sangat lucu. " Ucap Arya yang hampir membuat Jeniffer hampir pingsan ditempat. dia pasrah saat dibawa pihak berwajib, air matanya tidak berhenti membasahi pipi mulusnya.
"Kak Arya maafkan Jeniffer, kamu begitu sulit untuk aku dapatkan." gumam nya sedih.