
Farrel dan team nya berkumpul seakan berbisik, mereka merencanakan sesuatu. karena tingkah mereka sangat mencurigakan. Davina melihat gelagat mencurigakan tersebut, tapi dia tidak bisa memberi tahukan. karena pertandingan kembali dimulai. sehingga gadis itu lebih memilih dan berdoa semoga Aldo tidak kenapa-napa.
"Aldo semangat......"
"Hati-hati Aldo," teriak Davina, namun Aldo tidak mendengar teriakan nya. suaranya yang lembut kalah oleh gemuruh suara penonton lain nya. yang antusias menyaksikan pertandingan dadakan antara Farrel juara bertahan dengan aldo yang mana teman-teman sekolah mereka belum mengetahui kemampuan nya.
teriak mereka kembali saat pertandingan itu kembali dilanjutkan, namun naas Aldo hilang keseimbangan saat berebut bola, entah kenapa selesai minum dan istrahat Aldo merasa kurang konsentrasi dan ..... seseorang seperti sengaja mendorong tubuh nya hingga jatuh.
"Bruuuaggkk......" tubuh Aldo jatuh kelantai itu, sambil meringkuk menahan sakit, lama Aldo meringkuk sambil memegangi kakinya,belum sempat dia berdiri Farrel Seolah-olah sengaja kembali menyenggol tubuh Aldo hingga kembali jatuh.
"Ayo .... aldo- semangat"
"Aldo.... Aldo.... Aldo ...." teriak Davina dan teman-temannya yang paling kencang.
__ADS_1
Aldo tidak menghiraukan teriakan itu, sementara pertandingan terus berlanjut, sehingga team lawan Farrel dan teman-temannya berhasil menang, disesi berikutnya.
"Farrel.... Farrel.... Farrel...." suporter lawan berteriak kesenangan, yang menundukuung team Farrel meskipun tidak sebanyak pendukung Aldo.
Aldo dibantu teman-temannya, untuk istrahat. pelatih memeriksa bagian tubuh Aldo yang cidera. Davina mengeluarkan sapu tangan, dengan lembut dia menyentuh wajah dan mengelap keringat yang keluar dari wajah tampan Farrel. pandangan mata mereka bertemu. tersirat kekawat dari tatapan mata Davina saat melihat kondisi Aldo.
"Bagaimana Aldo, apa kamu masih sanggup melanjutkannya pertandingan ini?" ucap Davina, dia ingin meminta Aldo untuk membatalkan saja, mengingat Farrel yang sudah bermain licik.
Aldo hanya tersenyum membalas ucapan Davina, dia tidak menjawab, dan masih memejamkan matanya saat merasakan kakinya dipijit yang dikiranya tangan pelatih. perlahan Aldo kembali membuka matanya.
"Jika kamu masih ingin melanjutkan, semangat lah Al, aku selalu mendukungmu..." Davina kembali memberikan senyuman termanis nya.
"Ayo Al kalahkan mereka, terutama Farrel." ucap Natasya, yang semakin hari semakin kesal melihat Farrel yang tidak ada kapok-kapoknya.
__ADS_1
Dengan semangat nya Aldo kembali bangkit dan melempar bola, dengan penampilan yang jauh lebih sempurna dan memukau dari sebelumnya, semua ini berawal dari sentuhan lembut tangan Davina barusan.
"Yez..... Aldo kembali menang" teriak Vita antusias.
Pertandingan basket antar sekolah ini sekarang dimenangkan oleh Aldo dan teamnya, mereka semua terlihat bahagia. bahkan saking senangnya Aldo diangkat oleh teman-temannya.
Aldo sekilas melirik Davina yang di apit oleh Vita dan Natasha, tersinggung senyuman manis di dibibir Aldo, saat pandangan mata mereka kembali bertemu, Davina membalas senyuman Aldo dan lambaian tangannya.
Farrel tertunduk lesu, dia benar-benar malu. karena prestasi yang biasanya selalu dimenangkan nya, sekarang sudah digantikan Aldo. Farrel dengan kesal melangkah pergi meninggalkan tempat itu. melajukan kencang mobil nya.
"Kesialan apa lagi ini, apa mungkin ini pertanda agar aku benar-benar bertaubat. atau kembang yang yang kemaren diperoleh dari kembang sembarangan dan asal- asalan saja, sehingga tidak berfungsi ." Gumam Farrel.
Nb:
__ADS_1
"Benar sekali bos, wong kita nyolong kembang dikuburan tetangga yang baru di ziarahi keluarga nya."