One Night Love Presdir

One Night Love Presdir
Kebahagiaan Arya


__ADS_3

"Arya anakku, kamu jangan salah paham dulu nak. semua ini tidak seperti yang kamu pikirkan.?" Mami Melinda berdiri berjalan mendekati Arya yang masih mematung dihadapan pintu masuk.


"Tolong Mami jelaskan tentang dua orang bocah itu, dan mengapa wajah mereka mirip aku dan Sanum?" terdengar suara sedikit keras sehingga Devan dan Revano saling berpelukan.


"Arya pelankan suaramu, sikapmu ini bisa membuat kedua cicitku ini ketakutan." Oma yang semula diam, mulai ikutan berbicara.


"Sorry Oma, Arya terbawa emosi dan penasaran." Arya kembali melunak.


"Arya mendekat lah" perintah Oma.


Arya berjalan mendekati Oma, duduk dihadapan dua orang anak yang ikut membalas tatapannya. tangan Arya tiba-tiba terangkat dan refleks mengelus wajah tampan mereka. Arya mersa seperti memiliki ikatan yang sangat kuat.

__ADS_1


"Arya, maafkan Mami dan Oma mu ini. kami berdua tidak bermaksud membohongi mu. kedua anak tampan ini bernama Revano dan yang disebelah kanan mu itu Devan, mereka berdua adalah anak kandung mu bersama wanita yang bernama Sanum." terang Mami Melinda.


"Apa? mereka anaku bersama Sanum, jadi Mami dan Oma selama ini mengetahui hubungan ku dengan Sanum?" Arya tercekat tidak percaya ternyata Oma dan maminya jauh lebih cekatan menyelidiki semua nya.


"Iya nak, dulu Mami dan Sanum sempat beberapa kali bertemu secara tidak sengaja. Mami dan Oma langsung jatuh hati melihat wajah anak kembar tigamu yang mirip sekali dengan mu nak, sehingga kami terus menyelidiki kehidupan Sanum. setelah semua nya terungkap Mami dan Oma sengaja mendekati Sanum untuk mendapatkan dan mendekati cucu-cucu kami, tanpa Sanum tahu jika kami adalah orang tuamu nak. bahkan dia sengaja menitipkan anak-anaknya agar tidak kamu ketahui keberadaan mereka." terang mami.


"Keterlaluan, jadi Sanum sengaja menutupi keberadaan anak-anakku." Ucap Arya terlihat kesal.


"Apapun alasannya, Arya tidak terima Oma. bahkan dia sengaja menghilang dari Arya selama ini." terang Arya.


"Arya, harapan Oma dan Mami mu hanya satu. menikah lah dengan Sanum berikan cucu-cucu ku status yang resmi sebagai keluarga kita." pinta Oma.

__ADS_1


"Tentu Oma, tapi untuk sementara waktu ini arya pengen lihat sejauh mana permainan Sanum. kita ikuti dulu permainan nya seolah-olah kita belum mengetahui apapun." Ucap Arya mengulum senyum.


"Terserah pada mu, yang penting kalian harus segera menikah. karena Oma tidak ingin cucuku berikutnya terlahir tanpa status yang jelas." pinta Oma.


"Ini semua seperti mimpi, Arya tidak menyangka ini begitu membahagiakan. mendapati kenyataan jika aku adalah seorang ayah dari tiga orang anak." Arya tidak bisa menutupi rasa haru dan ketidak percayaan nya, air mata terus menetes ketika memeluk Devan dan Revano. Arya memeluk hangat keduanya secara bersamaan. begitu juga dengan Mami dan oma yang menyaksikan ikut terharu.


"Pangil aku papa nak." Ucap Arya menatap penuh kasih sayang kedua anaknya yang baru diketahui nya itu.


"Papa...," Ucap mereka berbarengan, Arya seakan ingin pingsan mendengar mereka mengucapkan kata papa dengan begitu bersemangat.


Malamnya, rasa lelah dan kesal Arya seolah-olah hilang seketika. capek bermain dan bercanda dengan kedua anaknya. Arya sengaja tidur bareng dengan kedua anak ternyata juga mudah akrab dan menyesuaikan dirinya dengan Arya.

__ADS_1


"Aku tidak menyesali semua permasalahan dan kejadian yang aku alami baik secara pribadi maupun dipurasahaan. karena dengan itu semua aku mendapatkan kebahagiaan yang luar biasa indahnya.


__ADS_2