
"Aldo, kamu ngak diapa-apain sama Farrel Khan?" Davina terlihat cemas sambil membantu penampilan Aldo yang terlihat sedikit kacau.
"Ngak papa kok Vina." balas Aldo tersenyum mendapat perhatian dari Putri Davina.
"Farrel emang keterlaluan." ucap Vita kesal, sedangkan Natasya lebih memilih diam, bagaimana pun hati nya sudah tercurah pada Farrel. sehingga dia memilih pulang duluan mengikuti langkah kaki Farrel yang melangkah cepat menuju mobilnya.
"Jadi besok kalian akan bertarung di ring tinju?"
"Ya, mungkin ini yang terbaik, agar Farrel tidak mengusik ku lagi. meskipun aku tidak menginginkan hal itu sama sekali." ucap Aldo tertunduk lesu.
"Aku ada Ide?" Vita tersenyum senang memikirkan ide brilian ya yang tiba-tiba muncul, meskipun ujung-ujungnya sering eror.
"Ide apa Vit?" semua mata tertuju pada Vita.
Vita kemudian mendekat, dan berbicara seolah-olah berbisik. membuat semua ternganga dengan ide nya.
"Kamu yakin akan berhasil?" tanya Davina.
"Yakin banget." ucap Vita.
Besoknya Vita mengatur rencana untuk membantu mengalahkan Farrel, yang memiliki keahlian bela diri yang patut diacungi jempol. dia mencampur minuman yang dipesan farel dengan obat cuci perut. agar saat pertandingan bisa dibatalkan.
__ADS_1
"Bagaimana Vit," berhasil bisik Davina yang mengintip dari kejauhan.
"Siip...aku yakin sebentar lagi Farrel pasti menghabiskan minuman itu" tersenyum mengitip Farrel yang tengah santai dengan minuman didepan nya.
Jonathan berjalan cepat menuju meja Farrel, sok-sokan. dia berdiri angkuh di depan Farrel yang acuh. sambil memainkan ponselnya.
"Bersiaplah untuk mengucapkan selamat tinggal, pada tangan mu nantinya, karena Aldo bukanlah tandingan yang sepadan dengan mu, aku harap kamu bisa berpikir lagi untuk melanjutkan pertarungan ini" ucap Jonathan.
"Aku malah semakin tertantang, dan buktikan ucapan mu itu di ring tinju nanti," Farrel tersenyum meremehkan.
Membuat emosi Jonathan makin memuncak, hingga membuat dia kehausan, tanpa pikir panjang lagi Jonathan langsung meneguk habis minum Farrel yang telah dicampur Vita dengan Obat cuci perut tersebut. hingga habis dan langsung pergi meninggalkan tempat itu.
"Gimana ini" Davina meremas jarinya bingung.
"Kita harus beritahu mereka" Vita, dan Davina berlari menuju tempat Aldo santai de teman-teman nya yang lain. nafas vita dan Davina ngos-ngosan untuk memberitahukan pada Aldo. Namun belum sempat berbicara, mata mereka melotot sempurna menyaksikan Jonathan yang lemas keluar masuk toilet.
Jonathan berjalan mendekati mereka, memberanikan dirinya untuk mengakui kecerobohan nya. termasuk telah meminum sendiri minuman Farrel.
Semula mereka tertawa lepas, melihat kecerobohan Jonathan yang hampir mirip dengan Vita.
"Terus kita harus bagaimana, lagian kita tidak mempunyai pilihan lagi. waktu yang ditentukan sudah hampir tiba" Davina mulai panik.
__ADS_1
***
Farrel telah siap menunggu kedatangan Aldo serta kawan-kawan nya, yang hampir setengah jam menunggu. senyum mengembang disudut bibir Farrel melihat kedatangan Aldo.
"Dasar pengecut belum apa-apa, kamu sudah terlihat ketakutan" ucap farel mencemooh dan diikuti tawa kedua sahabatnya Dirga dan Gilang.
"Ayo maju" Farrel telah siap dan mengambil ancang-ancang untuk melawan Aldo, beberapa pukulan yang dilayangkan Farrel berhasil dihindari Aldo. mereka sama-sama ahli ilmu bela diri sehingga pertarungan terlihat terus berlanjut.
"Bau apa itu...." semua tutup hidung
Termasuk farel yang langsung mundur saat mencium bau busuk yang bersal dari Jonathan yang berdiri tidak terlalu jauh dari posisi mereka bertarung, sesuatu yang keluar dari celah celana Jonathan. yang membuat semua lari karena jijik.
"Aduhhh.....aku tidak tahan lagi" gumam Jonathan yang be***** di celananya akibat pengaruh obat itu.
"Apa-apaan ini apa yang kalian lakukan disini" bentak kepala sekolah yang mendapatkan laporan jika mereka bertarung dalam ruangan itu.
Jonathan langsung mendapatkan bantuan, terlebih dahulu digotong menuju toilet dan membersihkan tubuhnya. seterusnya Jonathan pun menjalani perawatan.
Pihak sekolah kembali memberikan mereka hukuman, termasuk Farrel yang juga diberi peringatan terakhir kembali dari sang papa.
Arya langsung menuju sekolah begitu mendapatkan laporan, semua Arya terlihat kesal menatap Davina dan Aldo secara bergantian. namun akirnya dia berusaha bersabar dan kembali tersenyum setelah mendengar keterangan dari Aldo maupun Davina.
__ADS_1