One Night Love Presdir

One Night Love Presdir
Jeniffer syok


__ADS_3

"Bahagia nya, moga-moga saja Arya dan sanum memutuskan untuk menikah." Ucap Melinda tersenyum bahagia mendengar kabar tentang keberadaan Sanum dan anaknya Arya.


"Iya, aku ingin vivitku bisa bertambah lagi." Ucap Oma.


"Bisa jadi ma, karena Sena menginformasikan jika mereka sempat melakukan hubungan itu kembali dikapal pesiar sewaktu Sanum kepepet uang untuk biaya pengobatan Davina. Sanum tidak mau jujur pada Arya dan selalu berfikir buruk tentang putraku itu, sehingga dia rela menjadi wanita Arya demi uang pengobatan Putri arya sendiri..lucu kan ma perjalanan mereka." Ucap Melinda.


"Apa kamu yakin jika Sanum benar-benar hamil kembali?" Ucap Oma harap-harap cemas.


"Belum tahu pasti juga ma, tapi sewaktu Sanum pamit pulang kemaren, dia sempat muntah-muntah dan pusing. ciri-ciri nya sama persis sewaktu aku hamil Arya dulu." terang Melinda.


"Kalau begitu, semoga mereka segera menikah." harapan Oma.


"Ya, tapi aku tetap bersyukur dengan semua ini. bagaimana pun cara cicit-cicit kita terlahir kedunia ini, meskipun Dengan cara yang salah. namun aku bahagia dan akan merawat mereka sebaik mungkin. yang terpenting kedepan nya mereka menikah sehingga melahirkan cicitku seterusnya dengan hubungan yang sah kedua orang tua nya." Ucap Oma.

__ADS_1


"Aku juga berharap seperti itu ma." jawab Melinda.


Semenjak kehadiran Revano dan Devan, rumah besar itu tersa hidup. penuh keceriaan kedua bocah yang sangat aktif berlari kesana-kemari, sehingga suasana rumah penuh dengan gelak tawa.


Jeniffer yang merupakan saudara sepupu Arya tercekat, dia menatap heran dua orang anak laki-laki yang sama persis sedang berlarian dirumah besar Oma.


"Anak-anak siapa ini? dan wajah mereka begitu mirip dengan kak Arya... jangan-jangan mereka berdua...???? tidakkkkk...." Jeniffer berteriak sambil menutup kupingnya membayangkan jika kedua anak laki-laki itu anak dari Arya.


Semua kaget mendengar suara teriakan Jeniffer yang tiba-tiba itu, Revano dan Devan yang sedang main perang-perangan terhenti. mereka berdua berjalan mendekati Tante cantik berambut pirang dihadapannya.


Terdengar suara kecil Revano menyapa Jeniffer yang terlihat masih syok.


"Siapa kalian berdua?"

__ADS_1


Jeniffer menatap tajam dua orang bocah dihadapannya itu.


"Mereka cucu-cucu kesayangan ku Jeniffer, jadi kamu harus bersikap manis dan lembut kepadanya." Ucap Melinda yang tiba-tiba muncul.


"Cucu?"


"Ya, kamu lihat lah wajah-wajah mereka seperti duplikat Arya kecil." terang Oma.


"Tidak mungkin, bagaimana ini bisa terjadi.?" berbagai pertanyaan membuat Jenifer pusing. sehingga dia langsung berbalik arah meninggalkan rumah Oma. sebelum dia benar-benar pingsan jika mendengar penuturan Oma yang akan membuat nya semakin terkejut lagi nantinya.


"Siapa wanita jalang yang Telah berhasil merebut Arya, bahkan dia kembali dengan membawa anak-anak yang sangat mirip Arya, dimana semua orang tidak akan ada yang mampu menyanggahnya, mengingat mereka benar-benar mirip, tidakkkkk aku kalah satu langkah darinya." tetiak Jeniffer sambil menangis memacu mobilnya meninggalkan area halaman luas rumah Oma.


Jeniffer sudah lama mencintai Arya, namun Arya begitu sulit untuk didekati meskipun mereka sadari kecil sering bersama. Arya tipe orang yang tidak mudah jatuh cinta apalagi disentuh oleh wanita sembarangan. tapi ini dia mampu menghamili wanita sehingga menghasilkan anak kembar.

__ADS_1


"Aku akan mencari tahu wanita brengsek yang berhasil merebut Arya, secantik apa sih dia sehingga bisa seberuntung ini?" Jeniffer begitu penasaran dengan sosok wanita yang menjadi ibu dari dia bocah laki-laki yang sangat tampan itu.


__ADS_2