One Night Love Presdir

One Night Love Presdir
Kebahagiaan Sanum


__ADS_3

Hari, bulan dan tahun terus berlalu, tidak terasa sudah lima belas tahun sudah umur anak-anak mereka. yang tumbuh menjadi remaja dan gadis yang sang cantik.


Sanum dibuat sibuk dengan anak-anak kembarnya yang manja, termasuk suami tercinta nya yang bergelayut manja, yang hanya mau sarapan jika yang menyiapkan istri tercinta.


Bagi mereka sentuhan kasih sayang sang mami tidak ada duanya, karena Sanum begitu iklhas membimbing dan mengurus kedua nya. dan lebih banyak menghabiskan waktunya untuk dirumah.


Selepas sarapan, Sanum mengantarkan Arya sampai tersa depan. ciuman dan pelukan ringan sudah menjadi kebiasaan mereka, setelah itu kedua sibungsu berangkat sekolah. dan yang terakhir Putri Davina yang paling sering datang terlambat kesekolah.


Tanpa pikir panjang, Aldo menuju toilet yang terdapat tidak jauh dari posisi nya sekarang, tanpa memperhatikan tulisan yang terpampang di sana.


"Toilet wanita"


Alhasil semua berteriak melihat kedatangan laki-laki yang basah kuyup. sementara Farrel dan teman-teman nya memegangi perut sambil tertawa lepas, karena berhasil mengerjai anak baru itu.


Ceklek, pintu toilet segera dibuka Aldo, dia kembali syok mendapati banyak wanita cantik. yang juga sama kagetnya dengan Aldo. bahkan ada yang berteriak saking syok.


"Hey kamu ngapain masuk ketoilet perempuan, dasar mesum."

__ADS_1


Para cewek-cewek itu mulai mendekat dan mengapung Aldo.


"Ma....maaf saya salah masuk" Aldo balik Arah hendak keluar, namun salah seorang ketua geng siswi sekolah itu berhasil menarik tangan nya.


"Enak saja main kabur-kabur" Mereka mengepung Aldo yang mulai ketakutan


"Wah ternyata kamu tampan sekali" ucap Natasya mendekati Aldo. entah kenapa dia mersa begitu tertarik untuk ikut-ikutan mengerjai laki-laki dengan tampang menyedihkan dihadapannya ini.


"Untuk bebas dari sini tidak semudah yang kamu pikirkan" ucap Vita tertawa sinis yang diikuti teman-teman yang lain, mereka mengeluarkan lipstik dari tas masing-masing dan mengunakan wajah Aldo sebagai Kanvas nya.


"Mati aku, Tuhan bantu aku untuk kabur dari sini" bathin Aldo.


" Natasya, Vita. stooop." teriak Davina keras, sehingga aktivitas seru mereka langsung terhenti.


"Kalian benar-benar keterlaluan, dan kamu ngapain masuk ke toilet wanita?" bentak Davina menatap kesal wajah Aldo.


"Aku minta maaf, dan sangat buru-buru." jawab Aldo.

__ADS_1


"Sekarang pergilah." perintah Davina.


Aldo segera keluar, dan kembali masuk ke kamar semula yang dikiranya kebakaran, disana sudah menunggu Jojo sahabat yang tengah menyusun pakaian.


"Aldo kamu kenapa?" menatap Aldo dengan heran.


"Tadi aku berfikir jika dikamar ini terjadi kebakaran." Aldo menyesali kecerobohan nya.


"Ha...ha...itu tadi ada fogging nyamuk, agar kita terhindar dari DBD." terang Jojo menatap sahabatnya yang pintar namun ada norak- noraknya.


"Habisnya, ditempat ku tidak pernah seperti ini untuk mengusir nyamuk," balas Aldo segera membersihkan tubuhnya menuju kamar mandi.


Dan hari ini, Davina kembali kena masalah karena mengikuti lelaki kedua sahabatnya biya dan Natasya. yang mengerjai anak baru yang bernama Aldo.


"Davina, barusan papa mendapatkan laporan jika hari ini, kamu datang terlambat lagi kesekolah. dan membuat onar di toilet wanita bersama teman-teman mu." ucap Arya menatap Putri kesayangan nya itu dalam.


Davina meremas jemari nya, berusaha mengumpulkan alasan atas keterlambatan kali ini, namun otak kecilnya selalu buntu jika sudah berhadapan dengan sang papa yang terkadang berubah dingin dan tegas, namun kadang juga bisa menjadi hangat dan sangat lembut terhadap anak-anak nya.

__ADS_1


__ADS_2