One Night Love Presdir

One Night Love Presdir
Menunggangi kuda


__ADS_3

"Pagi sayang....," terdengar bisik lembut suara Arya, serak khas Bangun tidur.


"Pagi juga suamiku." balas Sanum tersenyum sambil mengeliat manja. Rasanya begitu nyaman dan hangat tidur saling memeluk dalam balutan selimut tebal yang menutupi tubuh polos mereka berdua.


"Sayang anak-anak pada pengen naik kuda hari ini, di Padang rumput yang terletak tidak jauh dari pemakaman Oma." Ucap Arya bangkit dari tempat tidur, dia berjalan kearah jendela kaca menyibak gorden dan membuka jendela kaca tersebut, sehingga sinar matahari pagi langsung masuk kekamar mereka.


"Waaaah seru mas, tapi aku Ngak bisa ikutan naik kuda." Ucap Sanum teringat dirinya yang tengah hamil, sehingga tidak memungkinkan baginya bisa ikutan menaiki kuda.


"Tidak masalah sayang, kamu kan masih bisa menaiki kuda yang ini." Arya menunjuk dirinya sambil tersenyum lepas.


"Ih...itu sih bisa-bisa nya kamu aja mas." Ucap Sanum.


"Sabar ya sayang, nanti selepas kamu melahirkan dan udah sehat kembali. aku janji bakal mengabulkan keinginan mu itu." Ucap Arya bersiap untuk membersihkan tubuhnya, saat hendak masuk kekamar mandi, dia kembali berbalik arah. karena melihat Sanum yang merebahkan tubuhnya dan menenggelamkan dirinya dalam selimut.


"Sayang, mandi bareng yuk." Arya menyibak selimut Sanum.


"Ngak mas, masih dingin banget." mencoba menarik kembali selimutnya.

__ADS_1


"Ayolah sayang, bentar saja." bujuk Arya.


"Tapi mas..." belum sempat Sanum melanjutkan kata-katanya, Arya sudah mengendong tubuhnya dan meletakkan pelan dalam bactub. meskipun mereka berendam dengan air hangat. namun Sanum masih berusaha untuk mandi dengan cepat karena dia sudah bisa membaca gelagat suaminya yang sedang menginginkan permainan panas pagi ini, dan Arya tidak akan puas jika permainan itu dilakukan dalam waktu sebentar. meskipun semalam mereka sudah melewati malam panjang dengan bercinta.


"Eee...mau kemana sayang?" Arya langsung menangkap tubuh Sanum dan memeluknya erat dari belakang.


"Mas katanya mau jalan-jalan sama anak-anak," elak Sanum.


"Iya, tapi sekarang kepagian. dan anak-anak juga masih sarapan bareng Mami." Ucap Arya yang langsung memberikan ciuman panasnya pada bibir Sanum agar istrinya itu tidak terus berbicara.


Sanum Akirnya terbawa gairah, karena Arya sengaja memancingnya dengan memberikan cumbuan setengah-setengah. sehingga Sanum yang tidak tahan lagi mengambil alih permainan panas mereka pagi ini. dia naik keatas tubuh Arya dan mulai Menunggangi kuda liarnya, meskipun kondisi Sanum yang tengah hamil muda, tapi tidak mempengaruhi semangat nya.


Gairah Sanum tiba-tiba mereda, dia mersa malu mendengar ucapan suaminya. saat dia hendak turun dari tubuh Arya, refleks Arya memacu permainan kembali.


Tiada hari dilewati Arya dan Sanum tanpa bercinta dan bermesraan, bermesraan dan bercinta dalam status hubungan yang sah memang lebih indah dan nikmat. ketiga anak-anak mereka juga terlihat sangat bahagia karena sudah memiliki keluarga yang utuh.


Sanum dan Mami Melinda ikut pergi jalan-jalan ke Padang rumput yang luas dan indah, namun mereka berdua lebih suka duduk bersantai ditikar, sambil menikmati teh panas dan beraneka cemilan dan buah-buahan segar. sambil memperhatikan keceriaan Davina, Revano dan Devan serta Arya yang menunggangi kuda putih. mereka juga mengunakan topi dan senjata ala-ala Koboy.

__ADS_1


Ketiga anak-anak Sanum berteriak senang sambil tertawa lepas, tanpa sadar sanum menitikkan air mata haru melihat kebahagiaan keluarga nya.


"Maafkan Mama selama ini nak, memisahkan kalian dari papamu yang ternyata sangat menyayangi dan mencintai kita." gumam Sanum.


"Mama.... Oma," teriak Davina menyapa jika kuda mereka melintasi Sanum dan Melinda yang juga melambaikan tangan ke arah nya.


Davina sayang, hati-hati nak. pegagan yang kuat ya sama papa." teriak Sanum khawatir melihat anak perempuan nya yang memiliki daya tahan tubuh dan kekuatan yang paling lemah dibanding kan saudara kembar nya Devano dan Devan yang terlihat lebih kuat dan aktif.


Tidak jauh dari posisi mereka, terdapat pemakaman Oma, Opa dan papanya Arya. ini merupakan permintaan Mereka yang ingin dikubur disini, dia tahu Arya suka main kuda ditempat ini, sehingga mereka tidak akan kesepian jika Arya dan anak-anak nya sering mengunjungi Padang rumput yang indah ini nantinya.


Dari kejauhan Jeniffer memperhatikan kebahagiaan keluarga itu dengan senyum hampa, air mata tiba-tiba membasahi wajah cantik nya.


"Harusnya aku yang disana, dampingi mu kak Arya. dan bukan nya wanita itu, harusnya aku yang kau cintai bukan nya dia. aku terluka melihat kau bahagia dengan nya....aku tersiksa tak bisa dapatkan dirimu lagi....(seperti Bait lagu ya teman-teman, yah.... seperti ini lah yang dirasakan Jeniffer saat ini.)


Tak tahan dengan rasa sedih serta cemburu yang menguasai pikirannya, Jeniffer melajukan kencang mobilnya meninggalkan tempat itu.


"Aku harus mencari keberadaan Rendi, karena saat ini hanya dia yang bisa membantu ku." gumam Jeniffer mencoba menghubungi ponsel Rendi, namun selalu gagal.

__ADS_1


"Ah sial, sejak kapan Rendi mengganti No ponsel nya? aku harus terbang keindonesia. menemuinya secara langsung. semoga saja dia juga tidak pindah rumah, ataupun sudah mengilang lagi seperti dulu." gumam Jeniffer.


__ADS_2