One Night Love Presdir

One Night Love Presdir
Menemui Rendi


__ADS_3

“Sayang,  apa kamu sudah siap untuk bertemu Rendi?” Ucap Arya memastikan Sanum.


“Sudah mas, bagaimana pun kita harus segera meluruskan permasalahan ini, agar tidak ada kesalah pahaman lagi kedepannya.” Tutur Sanum yang sudah yakin sekali untuk bertemu Rendi pria masa lalunya itu kembali.


“Oke Baik, sekarang kita akan pergi menemui Rendi. Kamu bersiaplah.” Ucap Arya berjalan menuju mobilnya.


“Iya mas,”


 "Sayang, anak-anak Mama jangan nakal ya dirumah. patuh dan dengerin perkataan Oma ya." Ucap Sanum sambil mencium satu persatu ketiga anak kembarnya.


"Iya Mama, dada....," Jawab mereka serempak sambil melambaikan tangannya yang mungil.


Hari ini Arya  sengaja meluangkan waktu, untuk menemui Rendi. dengan hanya mengajak Sanum seorang. Sementara ketiga anak-anak nya dijaga oleh Oma Melinda dibantu pengasuh.


“Mas aku khawatir sekali, jika Rendi tidak menerima kehadiran kita nantinya.” Tutur Sanum yang mersa kedua tangannya mendadak dingin saat mobil Arya meluncur membelah jalanan yang masih basah diguyur hujan lebat.


“Sayang, yang penting kita sudah berusaha meluruskan permasalahan ini dan meminta maaf padanya. Semoga dengan kedatangan kita. Rendi  bisa menerima kenyataan dan memaafkan kita dan mempunyai semangat lagi untuk bisa sembuh seperti dulu.” harapan Arya.


“Iya mas, aku juga berharap seperti itu.” Ucap Sanum, yang juga sangat sedih, sama hal dengan Arya yang terkejut mendengar berita kecelakaan yang menimpa sahabat baiknya.

__ADS_1


Untuk mengusir rasa gugup dan cemasnya, Sanum merebahkan kepalanya di bahu Arya. Dan memeluk lengan suaminya itu sehingga ampuh mendatangkan rasa nyaman dan tenang di hati Sanum saat ini. Begitu juga Arya yang merasakan perasaan yang sama. Sehingga perjalanan jauh tidak membuat mereka bosan dan lelah.


Sementara dirumah nya, Pagi ini Rendi dibantu asisten cantiknya Sasha, berjalan menikmati udara pagi, Sasha sangat telaten mendorong pelan kursi roda Rendi dari belakang. Sambil sesekali mengajak Rendi untuk ngobrol.


“Ternyata gorila kurus ini tidak seseram yang aku bayangkan, dia terlihat mulai jinak sekarang, dan sudah bisa tersenyum dan mulai mau merespon setiap perkataan ku. Meskipun kadang dia lebih memilih banyak diam.” Gumam Sasha.


“Aku yakin lambat Laun, gorila kurus ini bisa sembuh dan kembali bersemangat.” Gumam Sasha.


Berliana memperhatikan Sasha yang sangat telaten mengurus Rendi. sambil tersenyum senang, bercampur resah. karena dia sudah tahu jika Rendi dan Sanum hari ini berkunjung kerumahnya.


“Perempuan ini terlihat biasa saja, dan hanya seorang pelayan. Tapi mampu menenangkan Rendi. Bahkan sudah hampir sebulan dia bekerja disini. Rendi tidak pernah marah-marah dan mengamuk lagi. Dia terlihat semakin tenang dan mampu mengendalikan emosinya.” Gumam Berliana.


“Sini kamu.” Berliana memangil Sasha dengan gerakan bahasa tubuhnya,


“Baik Bu,” mengangguk pelan.


“Tuan muda, aku permisi  masuk dulu sebentar kedalam rumah, karena nyonya Berliana memangil ku.” Terang Sasha.


“Pergilah,” jawab Rendi singkat, sambil memperhatikan ikan-ikan yang berenang bebas di kolam yang terdapat taman belakang ini.

__ADS_1


“Tidak biasanya Bu Berliana memangil ku, dan wajahnya terlihat begitu tegang dan resah. Ada apa ini?” gumam Sasha Bingung sambil terus melangkah masuk.


“Ada apa Nyonya memanggilku?” Ucap Sasha.


“Aku ingin berbicara sedikit banyak tentang anakku Rendi, dan tamu yang akan berkunjung kerumah ini, yang mungkin sebentar lagi akan segera sampai.” Jawab Berliana dingin tanpa ekspresi bahagia terpancar disana.


“Duduklah dulu,” Berliana menunjuk kursi dihadapannya.


“Iya Nyonya terimakasih.” Sasha duduk berhadapan dengan Berliana diruangan kerjanya. Yang terhalang sebuah  meja kecil ditengah-tengah.


“Lihatlah foto perempuan ini.” Berliana memperlihatkan foto Sanum dan suaminya Arya.


“Iya, mereka terlihat seperti pasangan yang sangat cocok dan serasi.” Ucap Sasha memperhatikan foto kemesraan Arya dan Sanum. Yang entah dari mana didapatkan oleh Berliana.


“Perempuan itu tunangan Rendi dulunya, dan laki-laki   itu bernama Arya, Sahabat baik Rendi. mereka Menikah. Sehingga Rendi yang tidak kuat menerima Kenyataan itu tidak bisa berfikir secara jernih, hingga dia mengalami kecelakaan hebat, mobil yang dikendarai Rendi menabrak pembatas jalan hingga dia  jatuh ke sungai yang mempunyai arus cukup deras, hingga dia lumpuh seperti sekarang hu...hu...Rendi putraku yang malang.”


Tubuh Berliana berguncang, menahan isakan tangisnya. Melihat hal itu Sasha serba salah perlahan dia bangkit dan mengelus punggung Berliana yang tiba-tiba memeluknya, sambil menumpahkan tangis dan kesedihannya.


 

__ADS_1


__ADS_2