
Pagi Harinya, Balqis melangkahkan kakinya beriringan dengan Hayona memasuki area sekolah, namun seseorang yang terlihat tergesa-gesa menabrak tubuh nya, hingga Balqis hilang keseimbangan hingga hampir jatuh ke lantai gedung sekolah.
"Aaahhk...." teriak Balqis refleks tangannya berpegangan pada tubuh tegap yang langsung menangkap tubuh nya barusan. perlahan Balqis membuka matanya. menatap wajah orang yang telah menolong nya itu.
"Masya Allah Cantiknya, benarkah ini Balqis" Mata Devan membulat saat pandangan mata mereka bertemu. dia seakan tidak percaya jika Balqis sekolah ditempat yang sama dengan nya, padahal kemaren mereka sempat bertemu dirumah, tapi Balqis tidak ada bercerita dan membahas jika akan menempuh pendidikan ditempat yang sama dengan nya.
"Kak Devan." ucap Balqis antusias, kemudian senyum manis mengembang disudut bibir nya.
"Maaf tadi saya terlalu buru-buru, Oya Balqis. aku nggak nyangka kamu masuk sekolah disini juga." ucap Devan terlihat serba salah.
"Iya kak, saat direkomendasikan oleh papa. aku langsung setuju." jawab Balqis.
__ADS_1
"Oya, jika ada apa-apa, segera hubungi aku ya." ucap Devan.
"Okey kak, kami berdua duluan ya." balas Balqis dan Hayona pada kakak kelas mereka yang sudah kelas tiga tersebut.
"Menarik sekali..... Balqis ternyata sekolah disini, dia sudah membuat ku membuat ku terpesona. dengan sikap nya yang murah senyum dan lemah dan lembut, Kenapa dengan perasaan ku yang tiba-tiba aneh gini?, dan jantung ini berdetak saling berpacu, padahal ini bukan pertemuan pertama ku dengan Balqis. bola matanya yang bulat, seakan magnet menarik ku. untuk ingin menatap nya lebih lama, oooh Balqis." Gumam Devan.
"Hoy....bengong loe Pagi-pagi gini, ntar kesambet sikuntilini baru tahu rasa" ucap Yuga yang tiba-tiba datang dari arah belakang Devan yang masih melongo menatap punggung Balqis yang menjauh.
"Ya emang, barusan aku ketemu Kuntilanak, upsss maksudnya Kuntilini cantik, seperti bidadari turun fari khayangan" ucap Devan kembali membayangkan wajah cantik Balqis, yang membuat Yuga bergidik ngeri juga. dia berfikir jika Devan sudah jatuh cinta beneran pada kuntilini penghuni pohon besar belakang sekolah mereka.
"Kasian sekali kamu teman, belum pernah jatuh cinta dan pacaran, tapi sekali jatuh cinta tapi bukan sesama manusia. tapi Kuntilini.....ih takut" Yuga berlari menuju kelas meninggalkan Devan yang ikut berlari mengejarnya. masa paling indah, bagi mereka Menikmati masa sekolah yang penuh canda tawa, dan keceriaan.
__ADS_1
Devano mengayunkan langkah kakinya dengan terburu-buru, menuju ruangan kelas dilantai dua. saat menaiki tangga dari arah yang berlawanan seorang gadis juga menuruni tangga alhasil tubuh mereka bertabrakan.
"Bruuuaggkk," buku-buku yang dipegang Balqis berserakan menimpa tubuh Devano, sebagian lagi yang dibawa gadis itu berserakan di lantai,
"Maaf aku tidak sengaja."
Devano membantu gadis itu memungut buku-buku nya, tanpa menoleh ke wajahnya yang ada dihadapannya. namun saat akan menyerahkan buku yang dipegangnya, mata Devano membulat sempurna, seakan tidak percaya bahwa wanita yang berdiri dihadapan nya itu benar-benar Balqis wanita cantik yang sudah mengaduk-aduk perasaan nya.
"Terimakasih, kak Devano." ucap Balqis, sambil membalas tatapan keterkejutan Devano.
"Kamu beneran Balqis Khan?"
__ADS_1
"Iya kak." Balqis tertawa renyah menatap mimik wajah Devano.