One Night Love Presdir

One Night Love Presdir
Mimpi Sahsa


__ADS_3

Hal itu membuat Sahsa kesal dan marah, hingga melemparkan bunga Pengantin yang dipegangnya kearah mempelai pria nya. namun dia berhasil menghindar sehingga mengenai kepala salah seorang tamu undangan yang hadir.


“Emang dasar kalian pasangan pengantin bar-bar, beraninya melempari kepala botak suamiku." Ucap tamu yang kena lemparan bunga Sahsa emosi, dan melemparkannya balik kearah Sahsa.


"Maaf aku Ngak sengaja." jawab Sahsa melindungi tubuh dengan berlari kesebuah kamar dan bersembunyi disana.


"Tok... tok.... hey keluar kamu." bentak perempuan dalam mimpinya.


"Tidaaaakkk....pergiiii kamu." jawab Sahsa.


"Ya Tuhan Sahsa kenapa, " membuat Rendi diluar semakin resah dan panik.


"Tok... tok....Shasa, jamu kenapa? tolong buka pintunya." teriak Rendi.


Tok.... tok... Sasha seperti mendengar suara itu kembali, dan begitu terasa nyata.  tiba-tiba langsung membuat nya terbangun.


“Aaaagghh.... syukurlah Cuma mimpi, tapi bagus juga seandainya itu kenyataan. Paling tidak anakku nantinya Memiliki status yang sah. meskipun Akirnya aku dikejar-kejar ibu dan bapak berkepala botak itu?, tapi kenapa wajah mereka seperti orang tuaku.?” Gumamnya kembali sambil melamun memikirkan mimpi nya barusan, yang Buyar ketika pintu kamarnya kembali diketuk dari luar.

__ADS_1


Tok....tok...., Rendi kembali mengulangi, dengan tidak sabaran.


“Siapa sih yang bertemu, setahuku tidak ada yang mengenali tempat ini. Bahkan No ponselku Cuma bu Berliana yang tahu, atau...ibu pemilik kontrakan ini, tapi untuk apa? Karena aku sudah melunasi semua kemaren?” berbagai pertanyaan berkecamuk, Sahsa menyeret langkah menuju pintu.


Ceklek..... pintu terbuka, seiring dengan mulut Sahsa yang juga ikut terbuka, kaget begitu melihat Rendi tersenyum manis didepan nya saat ini.


“Tu....Tuan muda Rendi.”


“Hai Sha, pa kabar?” sapa Rendi ramah, yang semakin  terpesona dengan kecantikan Sahsa. dengan gaya bangun tidur dan rambut yang masih terlihat acak-acakan.


“Ya Sha, sebagai sahabat apa aku tidak boleh mengunjungi mu kesini.” Ucap Rendi yang terlihat jauh lebih tenang.


“Boleh sih,” jawab Sahsa gugup sambil merapikan rambut panjang bergelombang nya. Dan mengingat nya tinggi, sehingga memperlihatkan leher jenjangnya yang putih bersih.


“Kata Mami kamu sakit Sha, sehingga aku kesini ingin mengajakmu periksa ke dokter kandungan. Takut terjadi sesuatu pada kehamilan mu itu.” Jawab Rendi.


Sasha tertegun, mengingat begitu baik dan perhatiannya Rendi.Hingga tanpa sadar dia menangis dan memeluk Rendi.

__ADS_1


“Tuan muda, kamu begitu baik dan sangat perhatian padaku.” Ucap nya disela-sela tangis, Sahsa juga merasakan kenyamanan yang luar biasa, ketika memeluk pria itu.


“Iya Sha, aku ikhlas membantu mu. Dan semua ini tidak gratis.”


“Maksud  Tuan muda?”


“Aku ingin kamu tinggal bersama dirumah ku, membantu ku untuk terus terapi, dan mengingat kan aku untuk selalu minum obat, dan aku akan membayar mahal pekerjaan mu itu. ” Ucap Rendi


“Tapi bagaimana dengan Nyonya Berliana dan Tuan.” Ucap Sahsa ragu.


“Mereka sangat setuju sekali Sahsa, karena melihat perubahan ku semenjak kedatangan  menjadi perawat ku.” Terang Rendi.


“Terimakasih Tuan muda, aku tidak mempermasalahkan tentang gajiku. Karena aku juga ikhlas membantu mu Tuan.” Jawab Sahsa tersenyum, pandangan mata mereka bertemu.


Sasha mersa detak jantung nya tiga kali lebih kencang dari biasanya, ditambah lagi detak jantung bayi diperut nya.


“Ternyata selain berhati lembut, senyum Tuan Rendi terlihat begitu manis, meskipun jambang itu masih ada menghiasi wajah tampan nya.

__ADS_1


__ADS_2