One Night Love Presdir

One Night Love Presdir
Kesepakatan


__ADS_3

"Aku juga pengen dekat sama kak Devano, bagaimana apa kak Devan mau bekerjasama dengan ku." Hayona memberikan pilihan. nampak Devan berfikir sejenak.


"Cewek ini lumayan cantik juga, sepertinya cocoklah untuk menjadi calon kakak ipar ku nanti." Gumam Devan.


"Okey, aku bersedia bekerjasama dengan mu." tersenyum kearah Hayona.


"Okey siiip" mereka toss bersama, membuat orang-orang penasaran apa yang tengah mereka perbincangkan.


"Kak Devan, kayaknya kak Devano lagi melirik ke arah kita, dia seperti nya penasaran banget tuh." ucap Hayona.


"Sama, Balqis juga mengintip kesini dari balik tirai balkon." balas Devan.


Devan tersenyum senang, saat matanya menangkap sosok Balqis yang bersembunyi sambil berpegangan pada gorden pintu jendela kaca. namun sial bagi Balqis yang terperanjat kaget saat mata mereka bertemu.


"Mati aku...,, ketahuaan, mata elang kak Devan menatap ku yang tengah mengintip kebawah, bagaimana ini." berusaha untuk kabur, namun kakinya terpeleset lantai balkon yang licin habis turun hujan, dan sebelah kakinya menyenggol kaki salah satu penahan jemuran pakaian dalam yang langsung menimpa kepala Balqis.

__ADS_1


"Bruuuaggkk....,, aduh....sakit, hu....hu....Mama.....Mama...." Balqis memegang pinggang nya yang sakit, serta rasa malu yang teramat sangat, saat semua mata tertuju ke arahnya yang dipenuhi pakaian dalam wanita miliki nya dan Hayona.


Salsha yang tengah menyuguhi suaminya teh panas, langsung terperanjat kaget. sehingga gelasnya jatuh dan pecah.


"Ada apa ini? semoga tidak terjadi apa-apa pada Putriku, Balqis." gumamnya sambil mengusap dadanya.


Melihat hal itu Devan dan Hayona langsung berlari ke atas, Devano juga mengikuti langkah adiknya Devan dari belakang.


"Aduhhh.... sakit, Mama..." Balqis kesulitan untuk berdiri, karena kakinya terasa sakit untuk digerakkan. sementara tangan yang satu masih mengurut pinggang nya.


"Balqis kamu nggak papa." teriak Hayona. yang langsung menghambur ke arah Balqis dan membantu membuang pakaian dalam yang berserakan itu ke dalam ember. suasana yang benar-benar memalukan bagi Balqis dan Hayona.


Devan mengulurkan tangannya hendak membantu Balqis berdiri, namun gadis itu terlihat kesakitan dan menunduk kan wajah nya malu. melihat hal ini, Devan. menunduk dan langsung memangku tubuh Balqis yang terlihat ingin menolak, namun rasa sakit yang teramat akhir nya dia membiarkan Devan mengendong tubuhnya sampai ke tempat tidur.


"Duh... senangnya bisa menyentuh tubuh Balqis, jantung tolong kompromi dong... kenapa kalian terus berpacu...aku tidak ingin Balqis mendengar...." kata hati Devan.

__ADS_1


Devano yang baru sampai dikamar Balqis, ikut khawatir.


"Bagianmana, bagian apa yang sakit ?" Devano ikut mendekati Balqis yang masih meringis memangil mamanya. dan mengabaikan pertanyaan nya barusan.


"Dasar anak manja." goda Devano kembali, melirik muka Balqis yang tiba-tiba memerah.


Dengan masih menunduk kan kepalanya, Balqis menunjuk pinggang dan sebelah kaki kirinya.


"Okey tahan sedikit ya" ucap Devano, tapi Devan langsung mengambil alih. dia tidak ingin Balqis disentuh kakaknya, begitu juga Hayona langsung menahan Devano.


Devan yang sudah bisa mengurut bagian keseleo atau cidera kecil yang terjadi saat dia berolahraga. langsung mempraktekkan pada Balqis.


"Aaaww sakiiitt...." pekik Balqis tertahan.


"Bagaimana." tanya Devan menatap Balqis menunggu reaksi gadis itu.

__ADS_1


Balqis tersenyum "sudah agak mendingan kak"


"Lain kali hati-hati, jika ingin ngintip" goda Devan sambil mengedipkan sebelah matanya.


__ADS_2