
Seiring berjalannya waktu, Natasya merasakan perubahan-perubahan aneh pada dirinya. sekarang hampir setiap pagi dia merasa mual dan muntah-muntah, kepalanya begitu pusing.
“Natasya kamu kenapa nak?” Ucap Mama mertuanya, khawatir melihat wajah Natasya yang pucat. sambil menyipit kan mata, dia meraba untuk merasakan kondisi tubuh menantunya.
“Aku pusing dan sering muntah-muntah ma.” Jawab Natasya lemah, sambil berusaha untuk kuat dan menopang tubuhnya pada dinding kamar mandi.
"Mendingan hari ini ngak usah sekolah dulunya sayang." mengusap pelan rambut Natasya.
"Baik ma," jawab Natasya patuh.
"Sekarang istrahat dulu dikamar ya, nanti Mama suruh pelayan untuk mengantarkan sarapan Kekamar."
"Baik ma."
"Menantu yang patuh." puji Mama, sesungguhnya dia tengah harap-harap cemas menatap punggung Natasya dari belakang yang berjalan menuju kamar.
"Semoga harapan ku ini bisa menjadi kenyataan, aku yakin pasti menantuku tengah hamil muda." gumam Sinta dengan Mata berbinar-binar bahagia. sementara Farrel langsung melonggos mendengar pujian mamanya.
"Farrel, mau Kemana?" teriak mana mengehentikan langkah nya.
"Ya sekolah lah ma, emang mau Kemana lagi dengan pakaian seragam seperti ini?" jawab nya kesal.
"Sarapan dulu nak."
"Ngak ma, lagi ngak selera liat makanan itu."
"Tumben, ini makanan kesukaan mu Lo nak." ucap Sinta.
__ADS_1
Farrel langsung melangkah pergi menuju mobilnya, dalam hatinya dia tersenyum puas. karena semalam dia kembali bisa merasakan kehangatan tubuh Natasya meskipun harus secara diam-diam dan sangat hati-hati.
"Kebo' juga tidurnya tuh cewek, masa ngak tau jika tubuhnya semalam aku gerayangin." Gumam Farrel.
Sementara dikamar, Natasya menatap pantulan wajah nya di cermin. menatap bagian leher dan dadanya, banyak sekali terdapat tanda merah bekas cium Farrel.
Sebenarnya, Natasya mengetahui semua perbuatan suaminya Farrel. dia sengaja mendiamkan, berharap Farrel akan benar-benar berubah dan bisa mencintai dirinya dengan tulus.
Deringan ponsel mengagetkan lamunan Natasya.
"Davina sahabatku."
Nama yang tertera dilayar ponsel nya, segera Natasya mengangkat panggilan tersebut.
"Hallo Vin?"
"Kalian tolong izinin ke guru ya, aku lagi ngak enak badan."
"Kok ngak langsung kabari guru, atau laki Lo udah bawa surat izin ya." ucap Vita ketika berpapasan dengan Farrel yang masuk ke kelas.
"Tasya kamu kenapa?" tanya Davina lagi.
"Aku sering mual-mual dan pusing sekarang Vin."
"Apa kamu hamil?" spontan pertanyaan itu muncul dari mulut Vita.
Natasya sempat terlonjak kaget mendengar pertanyaan sahabat nya, keringat dingin langsung membasahi wajah cantik nya. bagaimana pun dia masih belum siap untuk hamil.
__ADS_1
Ponsel yang dipegangnya langsung jatuh kelantai, Natasya terhenyak diranjang.
"Benarkah aku hamil?" gumamnya kembali mengusap perutnya yang masih datar.
Tok....tok.... terdengar ketukan dari luar pintu kamar.
"Natasya sayang, Mama boleh masuk ngak?" ternyata diluar Mama Sinta tengah membawakan sarapan dan segelas susu ditangan nya.
"Masuk ma."
"Sayang sarapan dulu ya, dan minuman susu mu ini. masih hangat Lo." ujar Mama duduk disebelah Tasya.
"Terimakasih ma." balas Natasya tersenyum kearah Mama mertuanya yang begitu baik.
"Oya nak, Mama boleh tanya sesuatu yang agak pribadi ngak?" ucap Sinta agak ragu.
"Boleh ma."
"Begini, bagaimana hubungan ranjang kalian? apa Farrel memperlakukan mu dengan baik sayang?"?
Natasya terdiam, dia bingung menjelaskan. Farrel benar-benar memperlakukan nya sangat lemah!but dan hati-hati, karena takut Natasya terbangun. bahkan Farrel melakukan hubungan xxx dengan berfikir jika Natasya benar-benar tidur pulas, padahal Natasya mengetahui semua nya.
"Ma, Farrel mencuri-curi seperti maling." Akirnya perkataan itu lolos dengan sempurna di bibir Natasya.
"Astaghfirullah, ngak ayah ngak anak sama saja. dulu sewaktu kami dijodohkan dan menikah, ayah Farrel juga bersikap seperti itu. hingga sekarang dia berselingkuh dan menikah. mungkin dia memang tidak pernah mencintai mama..." ucap nya sedih.
Natasya langsung menekuk ibu mertuanya.
__ADS_1
"Jangan sedih ma, kami akan sel mencintai mama." balas Natasya.