One Night Love Presdir

One Night Love Presdir
Kesialan Zein dan Jeniffer


__ADS_3

"Bruuuaggkk,... Placc. baku hantam pun terjadi, meskipun Zein mulai kewalahan menghadapi mereka dengan jumlah yang tidak seimbang, namun Zein masih mencoba untuk menghadapi mereka sebisa nya. sementara Jeniffer menggigil ketakutan.


Melihat jumlah mereka yang bertambah banyak, Zein ikutan panik. tanpa pikir panjang dia langsung menarik tangan Jeniffer untuk segera berlari. mengingat tidak ingin mati sia-sia ditangan para preman.


"Cepat Jeni...kita harus menyelamatkan diri." teriak Zein menarik tangan nya.


" I...Oya Om."


"Cepat Jeni," bentak Zein.


"Jeni Ngak kuat lari lagi Om." ucapnya dengan nafas ngos-ngosan, keringat membasahi wajah dan tubuhnya.


"Kita harus bersembunyi," Zein menarik tangan Jeni memasuki sebuah bangunan yang menyerupai gudang.


"Syukurlah pintunya tidak terkunci," Ucap zein, meskipun dari luar terlihat terkunci rapat mengingat gembok besar yang masih tergantung didepan pintu masuknya.


meskipun keadaan bangunan yang gelap. namun mereka mersa aman, saat mengintip para preman itu yang memilih pergi saat melihat posisi pintu yang terkunci dari luar.


"Bagaimana apa kalian berhasil menangkap dua orang itu?." Ucap ketua geng perampok.

__ADS_1


"Ti... tidak Bos." menunduk ketakutan.


"Bodoh kalian, kenapa kalian tidak menarik paksa tas nya terlebih dahulu. karena wanita itu sepertinya banyak uang dan bukanlah orang sembarangan. dasar goblok." Ucap nya, mereka pun meninggalkan lokasi tempat Zein dan Jeniffer bersembunyi ketakutan.


"Why ya Who.... ehh ooooo," tiba-tiba ponsel Jeniffer berdering. mengagetkan komplotan preman yang belum terlalu jauh dari posisi mereka berdua.


"Kalian dengar..!!! berarti mereka masih disekitar sini." teriak ketua nya.


Jeniffer yang panik langsung mematikan ponselnya, begitu juga dengan Zein. yang langsung mengajak Jeni untuk segera mencari posisi bersembunyi yang lebih aman. dalam kegelapan mereka berjalan tanpa arah.


"Aaaaaaaaaaaaa, cepat berpegangan yang kuat Jen." teriak Zein.


"Bertahan lah Jenn, aku tidak akan melepaskan mu." Ucap Zein yang berusaha keras memegangi tangan Jennifer.


"Om Zein Jenni takuuuuut, Jenni tidak ingin mati sia-sia." teriaknya disela isak tangis dan rasa takutnya.


"Ayo Jeni pegang yang kuat." Zein berhasil menarik tangan Jenn keatas, meskipun tenaganya ikut terkuras habis menarik tubuh mungil Jeniffer.


"Aaaaahhk syukurlah," Ucap Zein sambil terlentang dengan nafas ngos-ngosan karena berhasil menarik Jenni keatas. begitu juga Jenni yang ikut terlentang disamping Zein sambil mengatur pernafasan nya.

__ADS_1


Lama mereka merentangkan tubuhnya dilantai kapal, tanpa Jenni sadari tas yang dipertahankan nya tadi jatuh saat dia dan Zein berusaha untuk naik keatas, tas itu sudah semakin menjauh dibawa ombak.


"Ya Tuhan tas ku," teriak Jenn tiba-tiba panik.


" Tas,?"


Zein ikutan panik dan membantu Jeniffer mencari-cari sambil sesekali melihat kebawah namun kosong.


"Bagaimana ini Om?" Ucap Jeniffer. Zein hanya angkat bahu nya bingung.


"Sudahlah Jennifer, lupakan tas itu. yang terpenting kamu selamat. dan sekarang kita juga harus mencari jalan untuk keluar dari tempat yang aku sendiri tidak tahu keberadaan nya." Ucap Zein ikutan emosi karena terjebak masalah yang dihadapi nya sekarang.


Jeniffer masih belum mersa puas dia berjalan pelan kesisi kapal, karena pencahayaan yang kurang dia tidak bisa melihat dengan jelas tempat yang di pijakan oleh kakinya.


"Aaaaawww Om Zein." tetiak Jeniffer jatuh kebawah.


Zein yang masih memikirkan jalan keluar, tiba-tiba berdiri begitu mendengar suara Teriakan Jeniffer, namun naas bagi Zein dia ikutan jatuh ketempat Jeniffer jatuh barusan.


"Aaagghh ... brugghhh...." Zein merasa berputar-putar ketika kepalanya seperti membentur sesuatu benda keras, dan semua terlihat gelap. Zein tidak ingat apa-apa lagi ikut pingsan disebelah Jeniffer.

__ADS_1


__ADS_2