
Suasana sore hari yang cerah, seakan-akan menghangatkan pasangan Arya dan sanum yang sedang bersantai didepan teras rumah Zein yang sederhana. Sambil menikmati indahnya suasana pegunungan yang terasa sejuk dan segar.
“Sayang tehnya kok ngak diminum?” Ucap Arya duduk disebelah istri sambil menunggu Zein dan Jeniffer yang belum juga pulang.
“Masih panas mas,”
“Mas bantu tiupin ya.” Ucap Arya sambil meniup teh panas itu pelan-pelan dan membantu meminumkanya pada sang istri tercinta.
“Duuuh romantis nya,” Ucap sepupu Zein, yang sudah mulai akrab dengan Arya.
“Ya harus dong, semakin lama usia pernikahan kita harus semakin romantis, agar pernikahan tetap awet dan penuh kebahagiaan.” Ucap Mandeh Zein ikut menimpali.
“Mas Arya bisa nyanyi ngak.?” Sepupu Zein menyerahkan sebuah gitar ketangan Arya.
“Bisa sedikit- sedikit.” Balas Arya.
“Nyanyi lah mas, biar kita terhibur.” Ucap nya.
“Okey, baiklah saya akan mencoba. dan lagu ini aku persembahkan untuk wanita tercantik yang duduk disampingku ini, ibu dari anak-anak ku.” Ucap Arya yang mulai memetik gitar.
"Terima kasih suamiku, hati sungguh mulia sekali. Aku begitu bersyukur dan sangat bahagia sekali mendampingi mu mas Arya." Sanum terharu tanpa sadar air matanya menetes.
"Sebelum aku bernyanyi, sebutkan apa keinginan terbesar mu sayang?” tanya Arya menatap Sanum.
"Keinginan terbesar ku, hidup bahagia bersamamu selamanya suamiku." Balas Sanum.
Arya mulai memetik gitar, lagu dengan nuansa yang begitu romantis terdengar dari suara Arya yang merdu.
Ku tuliskan kenangan, tentang cara ku menemukan dirimu.....,
__ADS_1
Tentang apa yang membuat ku mudah memberikan hatiku padamu....,
Tak akan habis sejuta lagu....,
Untuktuk menceritakan cantik mu....,
Kan teramat panjang puisi...,
Untuk menyuratkan cinta ini...,
Telah habis sudah cinta ini....,
Tak lagi tersisa untuk dunia...,
Karena telah kau habiskan...,
Sisa cinta ku yang hanya untuk mu....,
Hari tua bersamamu....,
Tetap cantik rambut panjang mu...,
Meskipun nanti tidak hitam lagi....,
Bila musim berganti....,
Sampai waktu terhenti....,
Walaup dunia membenci...,
__ADS_1
Ku kan tetap disisi mu....,
Semua begitu terhanyut bersama alunan petikan gitar Arya dengan suasana yang terasa tiba-tiba berubah romantis.
Sementara Zein dan Jeniffer yang sudah sudah berhasil sampai ke mobil, meskipun dengan nafas ngos-ngosan dan bentuk mereka berdua yang sudah kucel.
“Syukurlah Kita berhasil sampai ke mobil.” Gumam Jeniffer.
“ Jeni pakai lah ini.” Zein memberikan pakaian santainya yang tersimpan di dalam mobilnya.
“Ini punya Uda?”
“Iya, aku sengaja menyimpan dalam mobil untuk jaga-jaga, Cepat ganti pakaian mu, hari ini aku akan ajak kamu jalan jalan ala rakyat jelata" ujar Zein tersenyum manis ke arah Jeniffer.
"Okey." ucap Jeniffer sambil menggantinya, dan membuang begitu saja baju kotor yang sempat dikenakan nya barusan.
Jeniffer sangat bahagia sekali, begitu sampai disebuah pasar tradisional. mereka berjalan kaki berduaan sambil bergandengan tangan, memasuki pasar tradisional.
Nampak para pedagang menawarkan berbagai macam dagangannya, mata Jeniffer tertuju pada sebuah pondok kecil menjual makanan yang digulung kemudian digoreng, Jeniffer penasaran dengan rasanya. Zein yang paham arah pandangan calon istri nya langsung mengajak nya mendekati penjual makanan itu.
"Ini namanya telur dadar gulung sosis, rasanya sangat enak dan gurih" ujar Zein sambil memesan beberapa porsi dan mengajak Jeniffer duduk di lesehan yang sudah disediakan.
Seperti bentuk nya yang unik, rasanya juga begitu enak hingga Jeniffer menghabiskan beberapa porsi sambil sesekali bercanda dan saling menyuapi dengan Zein.
"Buka mulut mu ini suapan terakhir" Zein kembali menyuapi Jeniffer. saat Jeniffer membuka mulutnya bersiap untuk... tiba-tiba Zein memutar-mutar lalu memakannya sendiri.
"Illh..sebel,, Uda..." membuat Jeniffer jengkel dan memukuli pelan punggung Zein, ditambah lagi ditertawakan para pengamen jalanan yang sedang menyumbang kan suara emas mereka.
Jeniffer selalu menyapa ramah dan tersenyum, dia tidak merasa risih atau pun terganggu, pada tatapan aneh, heran dan ada juga yang kagum melihat kecantikan nya. dari orang-orang di pasar yang tradisional ini.
__ADS_1
Melihat gaya makan Zein yang belepotan, Jeniffer mengambil tissue dan membersihkan sisa-sisa kecap di bibir Zein. membuat Zein terdiam dan merasa bahagia.