
Sanum mengangguk pelan “ Ya mas,” dengan suara pelan hampir tidak terdengar oleh Arya.
"Ya Tuhan, kenapa kenangan masa laluku kembali hadir, disaat aku sudah bahagia dengan keluarga baruku, aku tidak ingin kebahagiaan ku yang indah ini akan hancur." gumam Sanum.
“Apakah Rendi memanggilmu dengan sebutan Sanu.?” Tanya Arya dengan detak jantung yang semakin berpacu. Sanum kembali mengaguk.
"Jadi kamu adalah wanita yang dulu dicintai dan dicari-cari Rendi selama ini." Ucap Arya seakan masih tidak percaya dengan kenyataan ini. Sanum hanya bisa mengaguk membenarkan setiap pertanyaan Arya.
“Ya Tuhan, apa Rendi pergi menghilang setelah tahu aku menikah dengan wanita yang dicintainya yang selalu diceritakan dan sangat ingin dikenalkan nya padaku selama ini.” Ucap Arya menunduk sambil memengangi kepalanya.
“Mas maafkan aku, aku belum sempat berterus terang padamu, jika dulu aku pernah bertunangan dengan Rendi sahabat mu itu mas, karena aku tidak menyangka jika kalian saling mengenal, namun dia mengkhianati ku dengan perempuan lain, sehingga aku pergi meninggalkan nya dan....dan....kita bertemu disaat aku benar-benar terluka dan frustasi, sehingga aku minum dan mabuk, hingga berakhir aku...aku salah masuk kamar.” Sanum tiba-tiba menangis dan sambil terbata-bata dia mencoba menjelaskannya pada Arya.
“Sayang, kamu kenapa menangis seperti ini.” Arya menangkup wajah Sanum yang sudah dibanjiri air mata. dia menatap bola mata Sanum yang menunjukkan kejujuran tanpa ada yang ditutup-tutupi.
“Sayang kamu tidak punya salah apa-apa, semua ini sudah jalanya dan takdir untuk kita bertemu. Karena aku adalah jodohmu bukan Rendi, jadi kamu tidak perlu menangis dan mersa bersalah terhadap ku maupun Rendi.” Ucap Arya.
“Aku hanya mencintaimu sekarang dan selamanya mas, percayalah tidak ada lagi Rendi dihatuku.” Ucap Sanum.
“Aku percaya padamu Sayang.” Rendi menarik tubuh Sanum kedalam pelukannya.
“Aku juga mencintaimu dan anak-anak kita, dan tidak ingin kehilangan kalian lagi, kebahagiaan ku rasa nya sudah lengkap dengan kehadiran Kalian dalam kehidupan ku dan mami.” Balas Arya, dengan lembut dia menghapus air mata Sanum, dan menciumi wajah Sanum dengan perasaan cinta dan kasih sayang yang tulus.
"Sayang, sebaiknya kita menemui Rendi dan mrlutu permasalahan ini. aku tidak ingin ada lagi kesalahpahaman diantara kita maupun Rendi." Ucap Arya.
"Aku setuju mas, semoga persahabatan kalian bisa seperti dulu kembali." jawab Sanum sambil tersenyum lega, karena sudah memberi tahukan kepada Arya masalah kehidupan masa lalu nya dengan Rendi.
Arya siang ini, mengikuti pertemuan besar yang dihadiri beberapa investor asing baik luar maupun dalam negeri. tak terkecuali juga datang Berliana mamanya Rendi.
Namun wanita yang berpenampilan energik dan cantik, diusianya yang tidak lagi muda itu. seolah-olah sengaja mengabaikan Arya, membuat rasa penasaran Arya semakin kuat. mengingat Berliana dulunya begitu baik dan hangat terhadap Arya.
__ADS_1
Selesai acara rapat, Arya sengaja mendekati Berliana mengapa dengan ramah dan meminta wanita paruh baya itu untuk berbicara empat mata disalah satu ruangan. meskipun semula Berliana agak keberatan, namun Akirnya dia menyetujui nya.
"Ada apa Arya, maaf Tante tidak mempunyai banyak waktu." Tutur Berliana sibuk sambil memainkan laptop nya.
"Aku hanya ingin tahu kabarnya Rendi sahabat ku Tante." jawab Arya langsung.
"Ha...Ha..ha.apa kamu masih peduli dengan Rendi? setelah dia kecelakaan hebat hingga lumpuh, bahkan dokter sudah memvonis jika Rendi tidak bisa disembuhkan lagi, karena cidera dibagian tulang belakang nya, terapi yang dijani Rendi sekarang hanya untuk mengurangi rasa sakit bukan untuk menyembuhkan. semua itu karena dia begitu terpukul dan kecewa begitu mengetahui jika wanita yang dicintainya sudah menikah dengan sahabatnya sendiri." Ucap Berliana tanpa sadar dia menangis.
Arya tercekat, rasanya tempat yang dia duduki sekarang seperti berputar-putar menertawakan dan mencemooh. Arya sangat syok dan terpukul juga mendengar keadaan dan kecelakaan yang menimpa sahabatnya itu, seketika Arya kembali menguasai keadaan.
"Rendi pasti bisa disembuhkan." Tutur Arya
"Kami sudah membawanya Kemanapun, termasuk pengobatan dan dokter ahli namun hasilnya tetap sama." terang Melinda pasrah.
"Perlu Tante tahu, aku dan Sanum dipertemukan tanpa sengaja disaat dia begitu terluka, saat mendapati Rendi bersama wanita lain Mikela. Tante pasti tahu sendiri permasalahan itu. dan istriku Sanum tidak mengetahui sama sekali jika aku sahabat Rendi, begitu juga aku yang tidak mengetahui jika Sanum tunangan Rendi dulunya, jadi kami merasa tidak bersalah dalam hal ini i Tante." terang Arya.
Lama Berliana terdiam, lalu tiba-tiba dia berdiri hendak meninggalkan Arya.
__ADS_1
__ADS_1