One Night Love Presdir

One Night Love Presdir
Kebebasan Jeniffer


__ADS_3

"Terimakasih kak Arya,"


Jeniffer kegirangan, dia langsung menghambur ke pelukan Arya. karena Benar-benar bahagia begitu Arya datang menjenguknya kepenjara ini, sekaligus membebaskan dan mencabut tuntutan hukum atas dirinya.


"Jeniffer, tolong jaga sikap mu. aku melakukan semua ini atas permintaan Oma." Ucap Arya cuek dan mengacuhkan sikap Jeni yang menurutnya tidak lebih dari ulat bulu, dimana dapat menular kan bisa jika tersentuh.


"Aku tahu kak Arya, hatimu terlalu sulit untuk aku dapatkan. tapi kita lihat saja nanti. jika aku tidak bisa memiliki mu jangan harap. wanita itu akan muncul menjadi pemenang untuk mendapatkan hati dan cintamu." Jeniffer tersenyum sinis, meskipun sempat mendekam dipenjara beberapa waktu ini, namun semua itu tidak membuat nya kapok bahkan jera. Jeniffer bahkan sudah mempunyai seribu cara lagi untuk mendapatkan Arya. ditambah lagi Oma yang sangat menyayanginya.


Jeniffer merubah penampilan nya, siang ini dia ingin berkunjung kerumah Oma. dengan gaya pakaian yang lebih tertutup. dia ingin membuktikan pada semua jika dia sudah berubah menjadi lebih baik dari sebelumnya.


"Oma.....Oma apa kabar, maafkan Jeni yang baru sekarang bisa menjenguk Oma kesini." Ucap Jeniffer berusaha mengambil hati Oma dengan membawa beberapa buah-buahan.


"Oma baik-baik Jeni," Oma tersenyum melihat kearah Jeniffer yang terlihat cantik dan lemah lembut.

__ADS_1


"Oma percaya kan jika Jeni tidak bersalah."


"Iya, tapi mulai sekarang tolong kamu jaga dan jangan melakukan kesalahan lagi. agar Arya tidak marah dan menghukum mu." Ucap Oma.


"Iya Oma, Jeni akan lebih baik lagi dan hati-hati." jawab nya sambil sesekali celingak-celinguk mencari-cari sosok Arya dan perempuan yang berada disampingnya sekarang.


"Jeniffer, kamu terlihat gelisah?" Ucap Oma.


"Iya Oma, sebenarnya Jeni masih penasaran dengan anak-anak nya kak Arya dan perempuan yang oma katakan sebagai calon istrinya itu." Ucap Jeniffer.


"Baiklah Oma," mencoba memaksakan senyum, dia mendorong kursi roda Oma.


"Aku sungguh penasaran dengan sosok perempuan itu, secantik apakah dia. hingga dia berhasil mendapatkan hati kak Arya yang dingin dan arogan?" gumam Jeniffer.

__ADS_1


"Eh ada Jeniffer, ayo salam sama Tante Jeni." Ucap Melinda pada kedua cucunya yang saling kejar-kejaran Revano dan Devan, mereka menyalami tangan Jeniffer yang seolah-olah enggan menerima uluran tangan anak-anak yang persis Arya itu.


Sanum yang duduk disebelah Arya, langsung tersenyum ramah menyapa Jeniffer yang tengah menatap tajam kearahnya, seakan-akan tatapan mata Jeniffer ingin menelanjangi Sanum saat ini. hingga membuat ibu muda itu berubah kikuk dan mersa risih.


"Ternyata wanita ini yang telah merebut hati kak Arya, benar-benar seleranya sangat rendah. tidak ada yang menarik dari wanita ini. yang terlihat kampungan dan tidak selevel dengan keluarga ini. tapi aku merasa tidak asing dengan wajahnya." Jeniffer berusaha keras untuk mengingat- ingat wajah Sanum.


"Ya aku ingat, seperti nya dia, wanita yang pernah dicintai mas Rendi. sahabat baik kak Arya. wah....wah.... benar-benar sesuatu yang sangat mengembirakan dan menguntungkan ku." tiba-tiba Jeniffer tersenyum Ramah lalu menghampiri Arya dan Sanum.


"Hay kak Arya, dan calon kakak ipar ku." menjulurkan tangannya kearah Sanum, yang langsung disambut Sanum dengan uluran tangan dan senyum manisnya.


Sanum mengernyit, ketika tangan lembut nya langsung digenggam kuat, seakan-akan Jeniffer ingin memelintir tangan Sanum saat ini. Arya yang melihat perubahan wajah Sanum langsung paham, dia menatap tajam kearah Jeniffer, sehingga dia langsung melepaskan tangan Sanum.


"Ma...maaf aku terlalu senang bertemu calon kakak ipar," Ucap Jeniffer sambil tersenyum palsu.

__ADS_1


"Jeniffer, kamu jangan mencoba macam-macam lagi dengan ku, jika tidak ingin mendapatkan masalah lagi dengan ku." bisik Arya agar tidak terlihat oleh Oma.


__ADS_2