One Night Love Presdir

One Night Love Presdir
Pulang Kampung


__ADS_3

Saat semua berkumpul, tatapan heran dan rasa penasaran semua orang masih mengganjal dipikiran masing-masing.


“Sekarang kondisi Jeni sudah sangat membaik, tolong kalian berdua jelaskan bagaimana kalian sampai menghilang.?” Ucap Arya, semua terlihat tidak sabaran lagi menunggu jawaban dari Zein maupun Jeniffer.


"Cerita nya panjang bos." ucap Zein, yang mulai menceritakan awal mereka sampai diindonesia, Jeniffer ditodong perampok sampai tasnya hilang.


“Kami dikejar-kejar hingga berhasil bersembunyi di gedung tua, namun sial karena keadaan yang gelap kami tidak menyadari situasi dan kondisi sekitar yang ternyata terhubung dengan lautan lepas. Aku dan Jeni jatuh dalam sampan kecil, hingga pingsan. Saat kami tersadar ternyata kami berada ditengah-tengah lautan. Kami berusaha untuk ketepi dan terdampar disebuah pulau kosong.” Terang Zein.


“Cerita Yang begitu menakjubkan, penuh tantangan dan perjuangan.” Ucap Arya kagum.


“Seandainya dibuatkan film, mungkin kisah kalian ini akan laris manis.” Balas Sanum.


“Perjuanganku dan Jeniffer begitu berat, hingga kami sampai dengan selamat hingga kita semua bisa berkumpul kembali, meskipun semula aku sempat berfikir jika hidup kami akan berakhir dipulau itu.” Terang Zein membuat semua yang mendengar menggelengkan kepalanya pelan seakan-akan tidak percaya dengan apa yang mereka alami.

__ADS_1


“Perjalanan kalian begitu menegangkan sekaligus mengasyikan, apa kalian berdua tidak saling jatuh cinta?” Goda Sanum sambil melirik Jeniffer dan Zein.


“Iya kak ipar, bahkan kami sudah pacaran sekarang.” Balas Jeniffer malu-malu, yang membuat Arya dan Sanum saling pandang dan ikut tertawa bahagia mendengar penuturan Zein dan Jeniffer yang terlihat sangat saling mencintai.


Sementara kedua orang tua Jeniffer, masih terlihat syok. Mendengar penuturan tiba-tiba putrinya. Meskipun mereka belum bisa menerima Zein seutuhnya Sebagai calon menantu mereka. Tapi mereka akan tetap merestui hubungan anaknya itu, mengingat Zein yang sudah banyak membantu dan menyelamatkan Putri mereka Jeniffer.


“Baiklah nak Zein, kami berdua akan merestui hubungan kalian berdua. Kami percaya jika kamu mampu membahagiakan dan merubah Jeniffer menjadi lebih baik lagi.” Tutur papi Jeniffer.


“Terimakasih Om, Tante. Karena telah memberikan kami berdua Restu.” Balas Zein. Sementara Jeniffer terlihat begitu bahagia.


“Tentu sayang.” Balas sang mami tersenyum senang melihat putrinya yang sangat bahagia. tanpa ada kebencian dan ambisi lagi untuk mendapatkan cinta Arya lagi.


Sebulan berlalu, setelah Jeniffer dinyatakan benar-benar sembuh. Zein menepati janjinya dengan mengajak Jeniffer dan keluarga nya, termasuk Arya dan Sanum ketanah kelahiran nya.

__ADS_1


"Wah indah dan sejuk sekali udara disini mas." ucap Sanum sambil merentangkan kedua tangannya menikmati udara segar kampung halaman Zein.


Mereka disambut antusias oleh keluarga besar Zein. dimana masih menganut adat istiadat yang kental dan penduduk nya yang ramah tamah.


"Jadi ini calon istrimu nak?" ucap Mandeh (ibu) tersenyum senang menatap Jeniffer.


"Iyo Mandeh." ucap Zein.


"Rancak bana, bantuaknyo bukan orang awak." melirik rambut dan wajah Jeniffer dan keluarga nya. (sangat cantik, tapi bukan orang sebangsa kita.)


"Iya mandeh, tapi kami alah saling cinto. mereka orang-orang baik Samo seperti awak nyo." balas Zein.


"Ndak apo-apo, Mandeh dan keluarga Kito yang lain menyetujui keinginan kalian untuk menikah. semoga Jeniffer bisa mambuek hidup Zein bahagia, indak seperti Badriah dulu." ucap Mandeh.

__ADS_1


Pernikahan mewahpun sudah dirancang, disebuah gedung yang semua biaya resepsi pernikahan itu dibiayai oleh Arya sebagai kado pernikahan untuk Zein dan Jeniffer.


__ADS_2