One Night Love Presdir

One Night Love Presdir
Berkunjung kerumah Zein


__ADS_3

"Ada apa sayang?"


Sanum menghampiri suaminya Arya, yang terlihat sedang memikirkan sesuatu. sambil meletakkan kembali ponsel yang dipegangnya ke atas meja.


"Seperti nya ada yang penting, Zein meminta kita untuk bertemu dirumahnya, ayo sayang aku akan mengajak mu sekalian kesana, biar kita juga tahu kondisi Safira anaknya Zein, setelah kembali pulang dengan selamat." terang Arya.


"Boleh banget mas, karena kita juga sudah lama ngak ketemu Safira. semoga keluarga mereka baik-baik saja dan selalu dilindungi Allah SWT"


"Amiiin."


Sanum dengan antusias mengikuti Arya, dan duduk manis dalam mobil mereka. namun tiba-tiba Davina, meskipun sudah remaja tetap merengek minta ikut dengan Mama dan papanya.


"Mama....Davina ikut, boleh ya." mengedipkan matanya dengan tampang sok imutnya.


"Masuklah Davina, sekalian kamu bisa dekat dengan Safira. anak Om Zein yang dulunya bertemu dengan mu, sewaktu kalian masih kecil." terang Arya.

__ADS_1


"Safira, ya aku ingat pa. dia yang dulunya pintar sembunyi waktu main peta umpet di Meksiko, dibelakang Rumah Oma khan." terang Davina teringat masa kecil mereka yang sempat bertemu saat liburan.


"Iya, saking pintarnya sembunyi. sehingga kedua orang tua nya dibuat repot." balas Arya keceplosan meskipun pelan, namun Davina mendengar nya.


"Maksud papa?"


"Ntar kamu juga tahu sendiri Davina, makanya Mama dan papa harap kamu pintar-pintar memilih dalam bergaul. dan pastikan juga jika dia manusia sesungguhnya." Arya sebenarnya malas membahas hal ini, tapi bagaimana pun dia harus mengingat kan putrinya Davina.


"Tentunya dong ma, tapi kalau Aldo. beneran Manusia Khan ma?"


"Ha...ha...ya iyalah, kamu ini ada-ada saja." mereka semua tertawa mendengar penuturan Davina.


Sanum melirik Putri nya Davina, yang lebih manja dibandingkan dua adik kembarnya Michaela dan Michelle yang duduk manis di sebelahnya itu.


"Sayang kamu kok melamun, lagi mikirin apa?"

__ADS_1


"Ngak kok, ma. hanya menikmati pemandangan luar jendela saja" balas Davina.


"Oooo..gitu,"


Tidak lama Sanum tiba-tiba kembali merasa mual, akibat pengaruh kehamilan, kadang dia merasa sehat bugar, namun mudah juga rasa mual dan pusing menghampiri nya. meskipun ini kehamilan ketiganya. sama seperti dulu, bau wangi tubuh suaminya akan mampu dan ampuh mengobati apapun yang dirasakan oleh Sanum.


"Ma, kamu pusing dan mual lagi. mendekat lah." ucap Arya.


"Ngak usah mas, mas kan lagi nyetir ntar ngak konsentrasi, sambil melirik jok belakang mobil nampak anaknya sudah pada tidur, meskipun jarak tempuh tidak terlalu jauh."


"Tidak sayang, aku malah tidak konsentrasi jika kamu menjauh dan sambil berusaha menahan mual dan pusing seperti ini." Arya kembali menarik tangan sang istri agar lebih mendekat.


"Okey...sini Sanum peluk" Sanum melingkar kan tangannya ke pinggang Arya seseat, merasa ngak enak sama anaknya. jika melihat mereka bermesraan layaknya pasangan muda lagi.


"Bagaimana rasanya sekarang ?" goda Arya.

__ADS_1


"Aku merasakan nyaman dan hangat dan segar kembali mas, rasanya aku tidak bisa jauh-jauh dari mu mas, ini pasti faktor kehamilan ku yang sama persis sewaktu hamil sikembar Michaela dan Michelle." ucap Sanum sambil mengelus-elus pelan perutnya yang masih terlihat datar.


"Sayang aku bahagia bersamamu, tetap lah disisiku apapun terjadi. dan akupun tidak akan pernah meninggalkan mu dan membiarkan kebahagiaan yang kita bina ini hancur" gumam Arya kembali fokus mengemudi kan mobil nya.


__ADS_2