One Night Love Presdir

One Night Love Presdir
Terulang kembali


__ADS_3

Sanum meremas jemari, tatapan mata yang kosong dan pesaan berkecamuk tidak bisa dia sembunyikan, sepanjang perjalanan dia lebih memilih mengatup kedua bibir nya yang mungil. yang telah diolesi lipstik yang terlihat lebih menyala. sesuai permintaan Arya yang ingin Sanum tampil cantik dan segar.


Helikopter khusus yang mengantarkan Sanum berhenti, dengan langkah pelan Sanum kembali memasuki kapal pesiar, dimana dia dan Arya pertama kali nya bertemu. Sanum mengedarkan pandangannya ke sekeliling ruangan kapal yang sangat besar dan mewah, sambil mengikuti langkah Zein yang mengantarkan Sanum menuju kamar dimana beberapa tahun silam pernah dia dan Arya melakukan cinta satu malam, hingga benih Arya mampu memberikan Sanum tiga orang nyawa tidak berdosa hanya dengan percintaan yang mereka lakukan satu malam.


"Malam ini aku akan mengulangi lagi kejadian yang susah payah untuk aku kubur dan hilang kan, aku harus bisa melewati tiga malam ini demi Putri kecilku Davina, sayang. Mama akan lakukan apapun demi kamu." gumam Sanum.


Sanum semakin gugup ketika berada dihadapan kamar itu, dia terpaku saat Zein mempersilahkan dia untuk masuk kedalam. mengingat Arya sudah menunggu kedatangan nya.


Cekklek.... pintu terbuka, sambil menunduk dalam-dalam Sanum melangkah masuk. nampak Arya tengah menghisap rokok sambil menghembuskan nya ke udara, nampak gembulan asap mengelilingi sebagian tubuh dan wajahnya.


Zein menutup pintu lalu mengunci nya, dia pergi meninggalkan ruangan Arya sambil mengulum senyum. dia sudah dapat membahayakan apa yang akan dilakukan oleh pasangan muda itu.

__ADS_1


"Tidak pernah bos Arya dekat dengan wanita manapun, namun pesona gadis sederhana itu benar-benar telah menarik perhatian nya. semoga saja selepas ini mereka berdua bisa menjalani hubungan yang sesungguhnya." doa Arya.


Sementara dikamar presiden sweet, Arya mematikan rokoknya. dia berdiri melangkah mendekati gadis dihadapannya yang terlihat gugup dan terus menunduk mencoba untuk menghindari tatapan mata elang nya yang tajam.


"Akhirnya kamu datang juga," Ucap Arya berjalan memutari tubuh Sanum.


"Ya, aku butuh uang itu secepatnya." Sanum sengaja memberanikan dirinya untuk bersuara.


Perlahan Sanum mengangkat kepala, pandangannya bertemu dengan wajah Arya yang datar serta kedua nola mata yang terlihat memerah. Sanum segera mengalihkan tatapannya, dia tidak berani menatap lebih lama wajah tampan dihadapannya itu.


"Ini karena. yang Kamu butuhkan?"

__ADS_1


Arya membuka sebuah koper besar yang berisikan tumpukan uang pecahan seratus, dia seakan tidak percaya dengan apa yang ada dihadapannya itu.


"Tuan Arya ternyata tidak pernah main-main dengan ucapannya, sebeharga itukah diriku, kenapa dia mau menjadikan aku wanita nya dengan nominal harga yang sangat fantastis. sementara diluaran sana banyak yang mengantri cinta dan sentuhan nya dengan sukarela, tanpa perlu Arya mengeluarkan uang. " gumam Sanum.


"Cepat layani aku sebaik mungkin, sesuai dengan imbalan yang telah aku berikan." terdengar suara Arya yang berat sambil membuka pakaian nya sendiri, sehingga tubuh putih dan dada bidang Arya terlihat jelas oleh kedua bola mata Sanum. dia ingin memalingkan wajahnya untuk menghindari pemandangan itu, yang dilihat nya untuk kedua kalinya. namun tidak mungkin baginya menghindari. karena Arya sudah membayarnya dengan Harga mahal untuk ukuran wanita seperti dirinya.


"Malam ini Mama akan mengulangi lagi kejadian itu dengan ayahmu, anak-anakku. semoga saja tidak tumbuh adik-adik kalian setelah hubungan ini." gumam Sanum yang berharap sekali Arya mau mengunakan pengaman malam ini.


"Mendekat lah, kenapa kamu masih mematung berdiri di sana." Ucap Arya yang mulai duduk disisi ranjang sambil menunggu Sanum mendekati nya.


Sekuat tenaga Sanum, mengayunkan langkah serta senyum yang terlihat kaku karena dipaksakan. hal itu membuat Arya geram. sehingga dia meneguk habis minuman disampingnya dan meminum kanya juga pada Sanum.

__ADS_1


__ADS_2