One Night Love Presdir

One Night Love Presdir
Pesona Balqis


__ADS_3

Balqis melangkah anggun, rambut panjang nya tergerai lepas memasuki pekarangan sekolah barunya. senyum ramah mengembang menyapa teman-teman baru yang belum dikenal nya. Balqis benar-benar cantik. sehingga banyak cowok yang melihat kedatangan nya langsung salah tingkah.


Balqis tersenyum senang dan merasa puas, menatap sekolah yang terlihat mewah. serta gedung asrama Putri yang nyaman untuk ditempati nya nanti.


"Gimana Balqis, apa kamu suka sekolah di tempat yang papa pilihkan ini" ucap Rendi.


"Su... suka sekali pa" ucap Balqis takjub, sambil mengikuti langkah papa nya memasuki gedung tempat pendaftaran siswa baru tersebut.


"Bagaimana ma, bagus ngak?" ucap Rendi melirik Sasha yang masih merangkul Balqis.


"Bagus banget pa." jawab Sahsa.


"Semoga dengan tinggal di asrama, dan bergaul dengan teman-teman yang baik. tidak membuat anakku Balqis mengikuti jejak ku yang salah di masa remaja. aku malu dan menyesal jika teringat semua itu. ya Tuhan....semoga engkau selalu menjaga dan melindungi putriku." doa Sahsa sambil mengedarkan pandangannya ke sekeliling asrama.

__ADS_1


Setelah mengikuti serangkaian tes, serta membayar administrasi nya. Rendi dan sang istri menyerahkan sepenuhnya anak mereka Balqis, kepada pihak asrama, meskipun Sahsa terlihat berat untuk berpisah dengan Putri mereka satu-satunya, namun ini juga keputusan Balqis yang ingin hidup mandiri tinggal di asrama, akirnya Sahsa hanya bisa pasrah.


"Balqis sayang, baik-baik ya disini dan jaga dirimu. Mama dan papa pamit kembali pulang, karena papa juga harus pergi ke Luar Negeri besok pagi. mengantarkan Oma Berliana cek up penyakit nya," pesan Sahsa sebelum pulang.


"Tentu ma, Balqis akan sering-sering menghubungi Mama dan papa." menyalami punggung tangan kedua orang tuanya.


Rendi dan Sahsa melangkah menuju mobilnya, meskipun sebenarnya dia ingin menemui Devan dan Devano yang juga belajar di sekolah favorit ini, tapi mengingat urusannya yang banyak. terpaksa Rendi membatalkan dan menunda dulu keinginan nya tersebut.


"Mas, Devan dan Devano juga sekolah disini kan?" tanya Sahsa.


"Iya juga sih, mas."


"Dada...Mama sayang, papa..." ucap Balqis melambaikan tangannya melepas kepergian orang tua nya yang kembali pulang kerumah mereka.

__ADS_1


Balqis kembali melangkah memasuki kamarnya, yang terdapat Dua tempat tidur per kamar. yang terlihat rapi dan bersih. karena ini asrama yang tergolong mewah dan sudah tersedia semua kebut termasuk perabotannya untuk para siswa golongan menengah ke ata


"Hay perkenalkan namaku Hayona, panggil Yona biar lebih akrab" gadis cantik yang merupakan teman baru Balqis dikamar itu. Yona juga murid baru yang berasal dari luar daerah.


"Balqis" jawab nya sambil berjabat tangan mulai akrab.


"Kayaknya kita berdua saja yang menempati kamar ini, menurut informasi yang aku dengar" ucap Hayona yang mulai menyusun pakaian nya.


"Tidak masalah, malah aku senang" ucap Balqis karena lebih nyaman jika berdua saja.


"Iya...aku juga kepikiran seperti kamu." balas Hayona.


Mereka melanjutkan pekerjaan masing-masing menyusun pakaian dilemari, memasang bedcover dan seterusnya. sampai mereka merasa nyaman dikamar baru mereka itu.

__ADS_1


"Ternyata seru juga ya tinggal di asrama, kita jdi bisa mandiri kayak gini" ucap Balqis tersenyum puas, sambil membuka jendela kamarnya yang langsung menghadap Kekamar Devan, Devano, Yuga salah satu teman mereka. tapi Balqis belum mengetahui hal itu.


"Iya itu lah salah satu alasanku, memilih disini" ucap Yona berbaring di kasur nya yang bersebelahan dengan tempat tidur Balqis.


__ADS_2