One Night Love Presdir

One Night Love Presdir
Bermanja-manja


__ADS_3

Rumah besar Arya masih banyak didatangi para pelayat, serta media massa yang masih meliput seputar berita tentang berpulangnya Oma Elizabeth. meskipun begitu, satu hal masih mengganjal dipikiran Arya. kemana Rendi, dan kenapa dia tidak datang kesini?. mengingat semua kerabat dan sahabat nya datang, kecuali Rendi yang juga sangat dekat dengan Oma.


"Kenapa disaat seperti ini aku teringat Rendi? rasa cemas dan khawatir terhadap dirinya sangat menggangguku. sebaiknya aku mencoba menghubungi," Arya mengusap layar ponsel mencari nama sahabatku didaftar kontak ponselnya.


"Tidak aktif, tidak biasanya Rendi mematikan no ponsel pribadinya ini.? mudah-mudahan tidak terjadi sesuatu yang menimpa nya. mungkin saat ini Rendi masih bersedih dan mencari-cari wanita pujaannya itu... Sanu....nama yang bagus seperti nama Sanum ku." gumam Arya. sambil tersenyum kearah Sanum yang berjalan mendekati nya.


"Mas Arya ini kopinya,"


"Terimakasih, isteriku." Ucap Arya sambil menekankan kata istriku, seolah-olah mengingat kan Sanum jika status mereka yang sudah berubah saat ini.


"Iya....Su.... Suamiku." jawab Sanum terbata. Sanum melirik Arya Sekilas. hatinya sangat bahagia dan berbunga-bunga. pria tampan dan kaya raya ini, sekarang sudah sah menjadi suaminya, serta status ketiga anak-anak nya sudah sah di mata hukum dan agama.


"Mas Arya, maafkan keegoisan dan kesalahan Sanum selama ini ya." Ucap Sanum sambil menunduk kan kepala mersa malu karena selama ini selalu berfikir buruk terhadap pria tampan disebelahnya ini, bahkan Sanum sempat-sempatnya mengatakan jika Arya dulunya adalah pria bayaran.


Tiba-tiba tangan Arya terangkat, dia meraih pingang Sanum lalu menarik wanita pujaannya dan mendudukkannya di atas pangkuannya. saat ini Arya ingin bermanja-manja dan mengadukan rasa gundah, memikirkan Rendi, dan sedih kehilangan Oma.

__ADS_1


"Aku mengerti posisi mu saat itu Sanum, semua ini tidak sepenuhnya kesalahan mu. aku juga tidak terlalu menyelidiki kehidupan mu. karena tidak pernah terfikir bagiku saat itu. jika kamu hamil dari hasil kencan Satu malam kita itu." balas Arya.


Sanum lalu tersenyum, mendengar penuturan Arya, dia juga tidak menolak setiap sentuhan lembut tangan kekar yang mulai menjalar Kemana-mana.


Perlahan tangan Sanum menekuk wajah Arya, nampak kesedihan dan kelelahan terpancar disana, Sanum sangat paham perasaan suaminya saat ini. karena Sanum juga pernah kehilangan orang-orang yang sangat disayanginya.


"Sayang, maaf ya. semenjak Oma sakit hingga proses pemakaman selesai. kita belum sempat malam pertama bahkan bulan madu, untuk memeluk dan menciumi mu saja baru kali ini bisa aku lakukan." bisik Arya yang membuat muka Sanum merah merona karena malu.


"Apakah kita masih mempunyai malam pertama?" balas Sanum malu-malu.


"Rasanya pasti akan jauh lebih indah, karena sekarang kamu sudah sah menjadi istriku... milikku selamanya sayang." bisik Arya disela-sela ciuman nya di tengkuk Sanum, yang membuatnya mengelinjang kegelian Karena ukah Arya.


"Sudah mas, Ngak enak... bagaimana jika anak-anak tiba-tiba masuk kekamar kita dan memergoki pemandangan ini." tolak Sanum.


"Mami pasti mengerti, banyak pelayan yang akan menjaga mereka. saat ini aku hanya ingin berdua saja dengan mu sayang." sebelah tangan Arya memencet tombol otomatis pada sebuah remote kontrol untuk mengunci pintu kamar otomatis.

__ADS_1


"Sekarang kita aman sayang," bisik Arya, sementara tangannya mulai aktif bermain ditubuh Sanum yang mulai terlihat semakin montok dan berisi.


"Mas aku malu." balas Sanum ketika Arya sudah berhasil membuka sebagian pakaian nya.


"Malu untuk apa, bukan kah ini tidak pertama kali bagi kita melakukannya.?" jawab Arya yang sudah mulai terbakar gairah.


"Tubuhku sudah mulai gendut lagi." bisik Sanum.


"Justru dengan seperti ini, kamu terlihat sangat seksi sayang," Ucap Arya jujur, karena dia benar-benar tergoda Melihat penampilan Sanum sekarang.


Kepercayaan diri Sanum langsung bangkit, mendengar pujian dari Arya serta perasaan nya yang juga sangat merindukan sentuhan Arya, sehingga tanpa sadar sanum juga membalas perlakuan Arya dengan tidak kalah agresif.


Arya mengulum senyum senang, melihat Sanum yang mulai berani mencium dan ikut bermain dengan tubuh atletis nya. dia membiarkan dan menikmati setiap sentuhan Sanum. Ruangan kamar yang semula tersa dingin tiba-tiba menjadi panas dengan gairah kedua nya yang semakin membara.


Arya mulai melakukan tugasnya sebagai suami yang sah buat Sanum, meskipun sekarang sudah masuk dihari pernikahan mereka yang ke empat baru mereka bisa melakukan, mengingat kesibukan dan banyak pelayat, serta perasaan Arya yang saat itu masih sangat berduka.

__ADS_1


__ADS_2