One Night Love Presdir

One Night Love Presdir
Mimpi Davina


__ADS_3

"Sayang, sarapan dulu. ntar telat lho kesekolah."


Sanum kembali sibuk untuk membangunkan Davina yang paling susah untuk dibangunkan setiap paginya. dia masih berusaha menguncang tubuh sang putri yang masih betah dalam selimut nya.


"Masih ngantuk ma."


"Kebiasaan ya, habis sholat subuh itu langsung Bagun saja, ini malah lanjutkan tidur nya. lihatlah adik-adik mu saja sudah pada rapi dan berangkat. masa kakaknya masih molor lagi." kembali membangun kan, bahkan menggelitik Davina.


"Mmmhhh....." Davina kembali mengeliat pelan, menikmati tidur dan mimpi yang terasa begitu indah baginya. senyum mengembang disudut bibirnya yang mungil begitu indah.


"Apa ini yang dikatakan mimpi basah.?" Gumamnya kembali mengeliat dalam balutan selimut tebal yang melilit tubuh polos nya.


"Apa ini?"


"Aaaagghhh tidak....tidakkk...." Davina kaget baru kali ini dia mimpi sampai benar-benar basah.


"Ada apa lagi Davina?" ucap Mama Sanum terbangun sambil kembali melihat putri dan membantu nya untuk beres-beres. beberapa peralatan tulis Davina masih berserakan.

__ADS_1


Davina kembali bersemangat kesekolah, dari kejauhan sahabat Vita sudah melambaikan tangannya, masih ada salah satu teman mereka yang belum datang. Natasya.


Sementara Natasya larut dalam kesedihan dan kehancuran akibat perbuatan Farrel yang menjebak dan mengancam gadis cantik itu, yang hanya bisa menangis karena perbuatan Farrel yang keji.


"Kenapa, apa salahku?"


"Aku ingin, bantu aku untuk dekat dengan Davina. buat dia mencintai ku... jika tidak terpaksa Vidio ini aku sebarkan. bagaimana sayang?" bisik Farrel


"Tidak...aku tidak mau hu....hu...kamu bajingan, penjahat kelamin Farrel. aku menyesal dan benar-benar menyesal pernah jatuh cinta pada laki-laki seperti mu." teriak Natasya disela-sela isak tangisan nya.


"Aduuuuuh... sakiiit." berusaha untuk turun sambil mengenakan pakaian, menahan rasa perih dibagian intinya.


"Sementara Farrel berjalan masuk ke kamar mandi, berendam dalam bactub untuk meredakan kepalanya yang memanas.


Sesekali Natasya mengusap pipi nya, air mata tidak pernah berhenti membasahi wajah cantik nya, berjalan kaluar dari kamar hotel. sambil menunduk dalam-dalam. dia terus melangkah mengabaikan tatapan dan cemoohan orang-orang yang melihat nya kekuar dari tempat yang menurutnya seperti neraka ini.


Natasya langsung naik taksi online dan pulang, sebisa mungkin dia berusaha untuk bersikap wajar.

__ADS_1


"Syukurlah, ternyata Mama dan papa belum pulang." Gumam Natasya naik kelantai dua kamarnya.


Tangis Natasya kembali pecah, mengisi setiap sudut ruangan kamarnya. dia menyalakan shower dan meringkuk dibawah guyuran air yang membasahi tubuhnya.


"Aku kotor.... kotor....awas kamu Farrel, aku akan membalasnya." teriak Natasya kembali menangis, gadis malang itu hanya bisa pasrah meskipun dia akan membalas Farrel setelah ini.


Cukup lama Natasha menangis, hingga deringan ponselnya yang kesekian kali, membuat nya menyudahi tangisan dan kembali berpakaian bersih.


"Aku harus bersikap wajar, tidak ada yang boleh mengetahui hal ini. termasuk teman-teman ku." Gumam Natasya lalu mengangkat panggilan dari Davina.


"Natasya kamu ngak sekolah ya, udah jam delapan tapi kamu belum nyampe." ucap sahabat baiknya itu.


"Vina, hari ini aku izin ya...badanku lagi ngak enak. sepertinya aku demam." alasan Natasya.


"Okey nanti aku bilangin guru, pulag sekolah kami kerumahmu ya." ucap Davina khawatir. meskipun sesungguhnya dia penasaran dengan keadaan sahabatnya itu.


"Boleh, ditunggu ya."

__ADS_1


__ADS_2