One Night Love Presdir

One Night Love Presdir
Ujian untuk bertaubat


__ADS_3

Setelah sembuh, Farrel mulai berangsur-angsur merubah kebiasaan buruknya, meskipun hubungan nya dengan Natasya belum menunjukkan perubahan, tapi paling tidak mereka berdua sudah tidur satu kamar. karena sekarang mereka sudah kembali tinggal satu Rumah dengan Mama Farrel.


"Ingat Farrel, dihadapan semua orang kita harus terlihat akur dan baik-baik saja." ucap Natasya.


"Okey, emang itu yang aku harapkan." jawab nya acuh.


"Kita tidur dibatasi guling, atau kamu tidur disofa itu. aku tidak mau kamu mengambil keuntungan dan curi-curi kesempatan dengan memanfaatkan situasi ini, karena aku masih meragukan ucapanmu yang mengatakan sudah bertaubat ini." ucap Natasya.


"Jangan khawatir Natasya, aku juga begini demi Mama." balas Farrel.


Semenjak kejadian dan kegilaan Farrel sewaktu mengerjai Natasya di apartemen, maka mamanya memutuskan untuk mengajak mereka. pindah kerumah besar, agar mempermudah baginya untuk mengawasi sikap anaknya itu. meskipun Farrel sudah mengatakan telah berubah dan bertaubat.


Pagi ini, Farrel mengayunkan langkah kakinya dengan terburu-buru, menuju ruangan kelas dilantai dua. namun saat berpapasan dengan Davina. perasaan nya kembali bergetar dan mengharapkan gadis itu kembali.


"Ternyata untuk menjadi orang baik dan bertobat itu sangat sulit, " ucap Farrel menggelengkan kepalanya pelan. membuat Gilang yang mendengar ikut tertawa mendengar perkataan bos nya.


"Iyalah sulit bos, karena hadiah nya surga. tapi kalau mudah dan ringan, itu hadiahnya kipas angin." terang Gilang menirukan gaya ucapan ustadz kebanggaan nya.


Selama mengikuti proses belajar, Farrel tidak konsentrasi sedikitpun, pikiran nya masih tertuju pada gadis cantik yang duduk disebelah istri nya, yaitu Davina.

__ADS_1


"Aku harus berusaha melupakan mu Davina....oh Davina ku...., dia begitu menarik perhatian ku. oooo...., aku harus menjadikan nya pacar sebelum keduluan Aldo, uups maksudku melupakan jika aku sudah punya istri, eh bukan... aduuuuuh kenapa pikiran ku jadi kacau begini." Gumam Farrel.


"Farrel ada apa dengan mu, kenapa semenjak pelajaran dimulai kamu terlihat tidak konsentrasi dan senyum sendiri" ucap pak Budi guru matematika.


"Kesambet Sikuntilini mungkin pak, kemaren kan Natasya yang Kesambet, sapa tahu sekarang setannya pindah ke Farrel" Celetuk Vita asal.


Namun Farrel terlihat acuh dan tidak menghiraukan ucapan pak Budi, maupun Vita. sehingga membuat seisi kelas melirik kearah Farrel. pak Budi yang merasa kesal dengan tingkah Farrel itu berjalan kearah nya.


Dalam pikiran Farrel yang berjalan kearahnya itu, Davina, gadis cantik dengan senyuman manis yang mengembang disudut bibirnya yang terlihat seksi.


Farrel pun membalas senyuman gadis itu dengan gairah, sambil menggigit bibir bawahnya. dan saat tangan gadis itu terasa menyentuh bahunya, refleks Farrel menarik tangan itu dan mencium nya lama.


"Parah lu Farrel guru sendiri pun diembat ha....ha..." teriak yang lain tidak mampu menahan tawa saat melihat kegilaan Farrel, Natasya mengelus-elus dadanya melihat sikap suaminya yang berjanji sudah bertaubat itu.


Farrel tersadar dari khayalan tingkat tinggi nya, saat tawa seisi kelas memenuhi ruangan belajar itu.


"Lepas tangan ku, dasar siswa punya pikiran mesum. tidak pernah berubah-ubah sikapnya." bentak pak Budi.


"Ma... Ma... Maaf pak,. saya....sa....saya." ucap Farrel terbata, sambil menggaruk kepalanya yang tidak terasa gatal, dia bingung bagaimana harus menjelaskan, dia benar-benar malu. apalagi Davina ikut-ikutan tertawa melihat kearahnya.

__ADS_1


"Kamu kenapa Farrel dari tadi bapak perhatikan tidak konsentrasi" tanya pak Budi kembali, dengan sikap yang mulai melunak.


"Saya.... saya pikir bapak tadi....itu...anunya si anu." Farrel kebingungan mesti menjawab apa.


"Mungkin anunya di Farrel kejepit pak," goda Jonatan.


"Atau Farrel lagi mikirin kucingnya yang lagi hamil pak, dan nggak tau siapa yang telah ngamililin tuch kucing." ucap Gilang keceplosan dan langsung mendapatkan plototan tajam dari Farrel.


"Pasti juga Farrel yang telah menghamili tuch kucing, soalnya dia kan mesum tingkat tinggi." ucap Vita yang membuat Natasya langsung terbatuk-batuk mendengar.


"Tapi baguslah jika kucing Farrel hamil lagi, ngapain sampai kepikiran begitu" temannya kembali buat kehebohan.


"Kucing-kucing nya sudah banyak jumlah nya pak, dan pada nolak semua saat Farrel ajak suntik KB" ucap Vita.


"Sudah....sudah...diam semuanya, pada melebar kemana-mana jadinya mata pelajaran matematika saya, ingat saya guru matematika bukan biologi." ucap pak Budi kesal.


Tawa seisi kelas kembali terdengar heboh, Farrel yang merasa kesal berjalan meninggalkan kelas, menuju kantin sekolah yang terlihat sepi. Farrel pesan minuman dan duduk di paling pojokan.


"Sabar Farrel, ini ujian untukmu agar menjadi lebih baik lagi." berusaha menenangkan dan mengendalikan perasaan nya.

__ADS_1


__ADS_2