
Hampir sepuluh hari dilalui Arya di Meksiko, dia udah mulai bosan dan ingin balik saja keindonesiaan. dia mondar-mandir didepan pintu kamar sambil memikirkan cara untuk membujuk sang Oma tercinta.
"Arya, bersabar lah nak. kita harus tenang dan bisa meyakinkan oma baik-baik. jangan sampai kita menyinggung nya." Ucap Melinda membujuk Arya yang ingin langsung kabur saja meninggalkan Meksiko.
"Baiklah mi," jawabnya pasrah.
"Satu hal yang membuat mami dan Oma penasaran, perubahan sikap mu ini nak. dulu sewaktu mami ajak tinggal di indoneia kamu menolak mentah-mentah. tapi sekarang kamu yang ingin dan tidak sabaran untuk segera balik ke sana." terang mami.
"Itu karena aku lebih mencintai tempat kelahiran mami, dari pada disini." jawab Arya.
"Mami jadi curiga, jangan-jangan kamu sudah mempunyai seseorang disana!" Ucap Melinda penuh selidik.
"Ah sudahlah, mami dan Oma sama saja." Arya mengambil kunci mobilnya lalu pergi meluncur membelah jalanan ibukota yang sangat ramai pengendara lainnya, Arya pergi menuju tempat yang biasa dia kunjungi.
Tanpa Arya tahu, dibelangkangnya sudah mengikutinya sebuah mobil sedan yang merupakan mobil Jenifer.
__ADS_1
"Kali ini, aku harus berhasil menarik perhatian kak Arya." gumam Jeniffer yang sudah beberapa hari ini selalu mengikuti Arya baik kekantor ataupun kafe tempat biasa Arya bertemu teman-temannya.
Jeniffer tidak pernah menyerah, bahkan dia pernah mencampuri minuman Arya dengan perangsang. namun usaha nya kembali gagal. karena salah satu teman Arya yang mengambil dan meminum air dalam gelas itu.
Dirumah mami Melinda terlihat kesal. " Ah dasar anak ini, begitu keras kepala." gerutu Melinda Sambil mengayunkan langkah menuju kamar Oma yang dilantai dasar rumah besar ini.
Nampak Oma sedang disuapin dan diurus oleh seorang pelayan khusus untuk menjaga Oma saja, sedangkan Jeniffer dan orang tuanya hanya sesekali mengunjungi Oma.
"Melinda, aku juga bingung dan kehabisan ide untuk membujuk Arya," Ucap Oma. begitu mengetahui kehadiran Melinda dilamarnya.
Nampak Oma tengah berfikir keras, pandangannya fokus menatap foto suami dan anaknya papi Arya, yang terpajang ditengah-tengah ruangan kamar.
"Ma ada sesuatu yang ingin Melinda tunjukkan pada Mama," Melinda mengeluarkan ponsel nya, lalu membuka galeri foto yang menyimpan beberapa buah foto-foto anak-anak Sanum yang berhasil diambilnya secara diam-diam.
"Coba lihat ini ma, tiga anak kembar ini sangat mencuri perhatian ku." Ucap Melinda seraya menyerahkan ponselnya pada Oma yang terlihat penasaran juga.
__ADS_1
Oma memperhatikan foto itu secara seksama, meskipun usianya sudah tidak muda lagi. namun penglihatan nya masih sangat jelas. dia terus menatap lekat tiga bocah kembar itu, sambil mengulangi Melihat beberapa lembar foto-foto yang lain.
"Melinda anak-anak siapa ini, kenapa wajah mereka sangat mirip dengan Arya, terutama yang laki-laki ini. sama persis dengan raut wajah opa." terang Oma yang terlihat antusias dan penasaran.
"Apa Oma juga menyukai mereka?" tanya Melinda.
"Sangat, mereka telah mencuri perhatianku." terang Oma.
"Mama ikut tinggal bersama kami, kita akan cari tahu tentang ketiga bocah ini." terang Melinda.
" Apa mereka anak-anak nya Arya." Ucap Oma spontan.
" Tidak mungkin ma, Arya tidak pernah menyentuh sembarangan wanita." terang Melinda.
" Tapi kenapa wajah mereka begitu mirip, dan Oma mersa mempunyai ikatan batin yang begitu kuat setelah melihat wajah bocah-bocah mengemaskan itu." terang Oma tersenyum bahagia.
__ADS_1