
Arya mempercepat langkahnya, selesai pertemuan penting yang dimulai semenjak pagi. sekarang dia ingin menepati janji nya pada Sanum. meskipun sekarang sudah menjelang sore, namun tidak menyurutkan niatnya untuk membahagiakan istri tercinta.
"Ayo sayang, kita langsung berangkat."
"Ayo mas."
Sanum mengandeng hangat sebelah lengan Arya. mereka berdua menyusuri dan berkeliling tempat-tempat bersejarah yang terdapat di Negara yang terkenal dengan sebutan Negara teromantis di dunia. berdasarkan survei dari salah satu majalah ternama.
"Sayang, kamu kedinginan ya.?" tanya Arya ketika memandang sekilas, nampak dagu Sanum sedikit bergetar dan tangan nya yang terasa dingin.
"Mmmhhh," gumam Sanum, kemudian dia mengangguk mantap.
Arya merapatkan jaket kulit yang menempel di tubuh Sanum, dan memasangkan shall dileher nya. agar rasa dingin yang dirasakan Sanum bisa sedikit berkurang.
"Bagaimana, apa masih kedinginan?"
"Udah agak mendingan mas."
__ADS_1
Sanum kembali bergelayut manja di lengan Arya, mereka berdua melanjutkan perjalanan, sambil menatap takjub beberapa miniatur dan benda-benda bersejarah lainnya.
"Mas, aku ingin difoto didekat patung ini, tapi berdua bersamamu, mau ya mas." Sanum mengeluarkan ponselnya, melakukan berbagai pose berfoto dengan Arya. salah satu foto yang paling menarik hati Sanum. moment saat berpose sambil berciuman dan saling merangkul. tapi dia tidak akan memposting foto tersebut ke akun di media nya, apa kata anak-anak mereka nanti, melihat sikap Mama yang masih persis remaja yang kasmaran.
"Sanum, aku ingin kita selalu bersama. seperti foto kebahagiaan dan kehangatan yang terpancar dari foto kemesraan kita ini." ucap Arya.
" Iya mas, aku juga selalu berdoa untuk yang terbaik buat keluarga kita."
"Sanum, aku ada sesuatu untuk mu, sebagai bukti ungkapan cinta dan terimakasih ku karena sudah menemaniku selama ini, dan menjadi ibu yang baik untuk anak-anak ku." Arya mengeluarkan sebuah kotak kecil di kantung jacketnya.
"Apa itu mas?" menatap bingung pada benda yang dikeluarkan oleh Arya.
Sebuah kalung Berlian, terlihat sederhana namun sangat indah dan cantik. Sanum menatap lekat sambil tersenyum senang.
"Apa kamu menyukai pemberianku yang sederhana ini, sayang?"
"Sangat mas, aku begitu bahagia dengan kejutan indah darimu ini mas. sekali lagi, terimakasih suami ku sayang." Sanum mengecup bibir Arya saking senangnya.
__ADS_1
Sanum memperhatikan wajahnya melalui cermin, kalung berukuran kecil tersebut melingkar indah dan terlihat sangat memukau dileher jenjangnya yang putih mulus tanpa noda.
"I Love You mas" Sanum langsung menghambur memeluk erat tubuh Arya lagi, ciuman hangat bibir Sanum. mereka seakan-akan lupa tempat mereka berdiri dan berada sekarang. perasaan cinta mereka tersa indah. seakan-akan dunia milik mereka berdua meskipun hari, bulan dan tahun sudah berganti mereka lewati..
"Mas, aku capek. gimana kalau sekarang kita balik keapartemen dulu, besok kita akan lanjutkan jalan-jalan lagi." ucap Sanum manja.
"Baik Sayang, lagian aku juga sudah tidak sabar merasakan kehangatan tubuhmu diranjang." Arya tersenyum mesum menatap Sanum.
"Ih.... mas, ternyata kamu ketagihan terus ya, ngak ada capeknya, anak sudah banyak pun." Sanum mencubit kecil lengan Arya.
"Sakiiit sayang." mengusap-usap lengannya.
"Maaf...maaf sayang, aku kelepasan." Mereka berdua tertawa bahagia, berjalan menuju mobilnya.
Kebagian pasangan ini sungguh indah, mereka berharap menua bersama bermain dengan anak cucu mereka, impian yang sederhana. namun begitu bermakna.
Readers kita lanjutkan ke cerita akibat
__ADS_1
... "Nafsu Sesaat ya."...
Terimakasih buat teman-teman yang sudah mengikuti cerita author sejauh ini.