One Night Love Presdir

One Night Love Presdir
Rasa rindu Arya dan Sanum


__ADS_3

"Zein usaha kan untuk segera mencari pengganti posisi jabatan Jeniffer, ingat Jangan sembarangan orang. pilih karyawan yang paling lama dan banyak berjasa bagi perkembangan Perusahaan, utamakan karyawan laki-laki. aku tidak ingin kejadian seperti yang diperbuat Jeniffer terulang kembali." perintah Arya yang ingin semua berjalan normal kembali sebelum dia kembali keindonesia bertemu Sanum wanita cantik yang begitu dirindukan nya.


"Baik lah bos," terang Zein segera berlalu dari ruangan Arya.


Sementara Sanum, semenjak jauh dari Arya dia mulai gelisah dan sering mondar-mandir didepan pintu teras utama berharap Arya segera kembali. Sanum begitu merindukan senyum, wangi tubuh dan sentuhan lembut dari Arya.


"Kenapa Tuan arogan itu perginya lama sekali? aku mersa begitu kesepian di villa yang luas ini." pandangan Sanum jauh kedepan memperhatikan Davina yang sedang bermain bersama pelayan dan seorang pengasuh wanita yang bernama Senja.


Untuk menghilangkan rasa kesepian nya, Sanum berjalan pelan mengelilingi taman Bunga yang terdapat di sekitar villa. dia mersa lega memperhatikan begitu banyak bunga bermekaran, sambil sesekali melirik pun arah kamar Arya. berharap Arya akan muncul sambil melambaikan tangan dengan senyum manisnya.


"Aaaagghhh....kenapa dengan ku sekarang, dimana-mana aku seperti melihat Arya., Arya.....dan Arya lagi." gumam Sanum yang berusaha untuk menyingkirkan bayangan Arya yang tersa begitu nyata. namun semakin dia berusaha menyingkirkan, bayangan dan rasa rindu semakin membuat nya tersiksa. sehingga Sanum kembali masuk kedalam villa meninggalkan Davina tengah bermain bersama pelayan.

__ADS_1


Sanum Ingin membuat susu coklat sendiri, dia berjalan menuju dapur. meskipun pelayan yang melihat langsung menawarkan diri untuk membantu nya.


"Tidak usah, biar aku sendiri yang mengerjakan nya. karena buatan sendiri jauh lebih nikmat." tolak Sanum.


Dia mulai memasukkan susu sesuai takaran, meskipun dia merasa seperti sedang hamil. tapi Sanum tidak mau memeriksakan dirinya ke dokter ataupun melakukan tespec, sebisa mungkin dia berusaha untuk tidak mengakui jika dia tengah hamil kembali anak Arya.


Sanum sama sekali tidak fokus lagi, saat menuangkan air panas kedalam gelas susu. dia malah mengarah kan air kearah lain sehingga air jatuh kelantai, dia berteriak kepanasan karena kakinya terkena cipratan air tersebut.


"Nona tidak perlu melakukan apapun, biar kami saja." pelayan terlihat begitu cemas, apalagi jika sampai Arya mengetahui hal ini. mereka bisa dipecat mengingat Arya berpesan agar memperlakukan Sanum dan putri Davina dengan sangat baik.


"Kamu tidak perlu khawatir dan tegang seperti ini, aku Ngak papa kok." Ucap Sanum, mersa sedikit risih melihat perlakuan para pelayan yang berlebihan.

__ADS_1


"Ini sudah tugas kami Nona," mereka pun mengolesi kaki Sanum yang memerah dengan salep.


"Ini semua gara-gara Arya yang selalu mengikuti ku, sehingga aku tidak bisa berfikir secara jernih dan konsentrasi lagi." gumam Sanum menghabiskan susu coklat kesukaan nya.


"Aku mau tidur siang, sebaiknya aku mengunakan kamar mas Arya. berhubung dia belum kembali ke villa ini." Sanum merebahkan tubuhnya diranjang empuk Arya, tidak perlu waktu lama, dia sudah terbang kealam mimpi. sambil memeluk guling yang sering digunakan Arya jika merindukan Sanum.


Arya langsung panik, begitu mendapatkan Vidio dari kepala pelayan jika kaki Sanum terkena air panas, meskipun sedikit dan tidak mengakibatkan cidera yang serius. tapi Arya begitu khawatir apa lagi rasa rindunya semakin menggebu begitu tahu jika Sanum ternyata juga sangat merindukannya saat ini, terbukti Sanum lebih memilih tidur di kamar nya.


"Zein, siapkan penerbangan secepatnya. kita balik pulang ke villa sekarang juga." Ucap Arya sambil menutup beberapa berkas yang belum diperiksa dan diselesaikan nya.


"Tapi maaf sebelumnya Tuan Arya, bukan kah jadwal pekerjaan kita masih banyak, termasuk kasus Jeniffer yang belum selesai mengingat keluarga nya masih meminta banding pada kita." Tutur Zein.

__ADS_1


"Tidak masalah, pending saja untuk dua hari kedepan. sementara untuk masalah yang kecil tugaskan pada Mika dulu." Ucap Arya yang sudah tidak sabar untuk segera bertemu Sanum, apalagi bisa menangkap basah wanita egois itu yang tidur di kamarnya.


__ADS_2