One Night Love Presdir

One Night Love Presdir
Kedatangan Jeniffer


__ADS_3

"Jeniffer, pa kabar dek." Sanum langsung menyambut hangat kedatangan adik sepupu dari suaminya, yang tiba-tiba berkunjung kerumah mereka.


"Kurang baik kak." Jeniffer terlihat lesu dan sangat sedih.


"Memang apa yang terjadi Jeni, kamu dan Zein semenjak balik dari Villa dulu. sikap kalian mulai aneh seperti ada yang kalian berdua tutup-tutupi dariku?" terang Arya penasaran.


"Sebenarnya, ini mungkin mustahil terjadi pada sebagian orang, bahkan ada yang tidak percaya sama sekali kak. tapi ini benar-benar menimpa keluarga ku kak." Jeni terdiam, sulit baginya untuk menjelaskan semuanya.


"Cerita kanlah dek, apapun permasalahan mu. kami adalah keluargamu yang siap membantu." terang Arya.


"Makhluk gaib yang dulu mengganggu ku, sekarang dia kembali lagi dan mulai mengganggu putriku Safira kak." terang Jeniffer dengan air mata membasahi pipinya.


"Apa?"


Arya dan Sanum sempat terlonjak kaget, mereka berdua saling pandang bingung. antara percaya dan tidak tentang keberadaan makhluk tak kasat mata itu, mengingat mereka hidup di jaman modern dan selalu tinggal dikawasan perkotaan.

__ADS_1


"Sekarang, dimana keberadaan suami mu Zein?" Arya semakin dibuat penasaran.


"Uda dan salah satu ustadz yang pernah menolong ku dulunya, pergi menuju alam bukit Savana tersebut." terang Jeniffer.


"Astagfirullah Zein, itu sangat bahaya bagi kita manusia biasa."


Arya menyambar ponselnya, mencari tahu tentang keberadaan bukit Savana dikolom pencarian nya, ternyata bukit itu bukanlah rahasia umum lagi, yang memiliki sejuta misteri dan keangkeran nya. dengan hamparan luas hutan belantara jika dipandang dengan mata telanjang.


Namun bagi mereka yang memiliki kemampuan khusus, atau Indra keenam. maka mereka akan melihat sebuah perkotaan yang sangat megah dan mewah, kehidupan yang jauh berbanding terbalik dengan kehidupan manusia. disana semuanya sudah tersedia. yang juga terdapat sebuah kerajaan jin, yang memiliki kekuasaan cukup luas.


"Sebaiknya, kita berdoa saja. semoga Zein dan Safira selalu dilindungi." ucap Arya terhenyak lemas.


"Hallo ada apa Mika?"


"Bos Arya, siang ini Anda terpaksa harus menghadiri rapat besar dengan perusahaan besar Husein groups. mengingat perwakilan dari cabang perusahaan kita di negara Meksiko, Zein. tidak dapat hadir." terang Mika dari seberang sana.

__ADS_1


"Okey, aku paham permasalahan nya. Baiklah aku akan segera kesana. untuk menggantikan Zein." balas Arya.


"Jeniffer, untuk sementara waktu. sampai Zein dan Safira kembali. istrahat dan tinggal lah disini dulu. karena ada Sanum dan anak-anak yang akan menemanimu. dari pada dirumah sendirian, akan lebih bahaya lagi bagimu." terang Arya sebelum berangkat.


"Iya kak Arya."


Setelah Arya berangkat, Sanum mengajak Jeniffer keteras belakang, sekalian mempertemukan kembali dengan anak-anak Sanum dan Arya yang sudah remaja, karena mereka bertemu Jeniffer ketika masih anak-anak dulu.


"Tante pa kabar?" Davina langsung menyalami, Jeniffer sambil tersenyum ramah menyapa.


"Alhamdulillah sehat sayang, kamu sudah besar dan sangat cantik lagi." puji Jeniffer.


Sebenarnya Davina lebih tua dari umur Safira, namun karena sewaktu diluar negeri Safira sekolah di tempat khusus. sehingga dia lebih dahulu kuliah dibandingkan dengan Davina yang masih kelas tiga SMA. yang sebentar lagi juga akan menamatkan pendidikan mereka.


"Devano dan Devan dimana?"

__ADS_1


"Mereka tinggal dan sekolah diasrama Tante." balas Davina.


Aldo yang melihat kedatangan Jeniffer, ikut mengalami Tante cantiknya itu. karena dia sudah pernah bertemu Jeniffer sebelumnya.


__ADS_2