
Senyum ramah, dari para pelayan hotel berbintang yang melingkar kan karangan Bunga dileher kedua pasangan itu, saat mereka akan menginjakkan kakinya memasuki pantai yang disekelilingnya terhampar pemandangan luas pulau-pulau kecil yang saling terhubung.
"Sayang, aku sangat bahagia bisa sampai ketempat yang begitu indah ini." Sahsa mersa ini seperti mimpi. merentangkan kedua tangannya saat berdiri di dihamparkan pasir, menikmati hembusan angin serta disuguhi pemandangan yang sangat menakjubkan.
Rendi memeluk Cinta yang masih merentangkan tangannya, ibarat mereka sedang menempuh perjalanan disebuah kapal pesiar termewah seperti Titanic.
Pelayan hotel yang tengah menyiapkan menu makanan dan minuman yang menjadi ciri khas daerah itu tersenyum melihat kemesraan mereka berdua.
"Maaf mas, apa boleh saya bantu memfoto Anda dengan posisi seperti ini, agar momen bahagia mas dan mbaknya bisa dilihat anak cucunya kelak." ucap pelayan tersebut.
"Ide yang bagus,"
Rendi merogoh ponsel nya dan memberikan pada pelayan laki-laki tersebut.
"Okey siap, satu.... dua...tiga, Cekidot," uacap pelayan itu, yang membuat Rendi dan Sahsa yang semula sudah siap, menjadi tertawa lepas mendengar perkataan nya.
Namun justru, momen seperti itu yang membuat kesan foto mereka terlihat sangat romantis dan penuh kebahagiaan. Sahsa dan Rendi sangat senang setelah melihat hasil foto mereka. Rendi juga mengapload ke media sosial nya. dan langsung menjadi trend topik pembicaraan para sahabat-sahabat nya.
__ADS_1
Postingan Rendi langsung banjir komentar dan doa dari para sahabat nya, agar Rendi dan Sahsa segera mendapatkan buah hati ke dua sepulang bulan madu romantis itu. bahkan mereka juga mengirimkan berbagai emoji lucu.
Ada juga diantara mereka yang protes karena tidak mengetahui jika Rendi sudah menikah.
"Bulan madu dulu, untuk ibu dari anakku yang selama ini menemani dan mendampingi ku dalam suka dan duka," tulis Rendi mewakili perasaan nya.
"Sayang kita makan dulu ya,"
Rendi membimbing tangan Sahsa, menuju hidangan lezat dan menggugah selera yang barusan disiapkan pelayan. dengan mesra dan penuh perhatian dia menyuapi Sahsa.
"Sayang kamu harus makan yang banyak, agar mempunyai tenaga berlebih untuk kita bertempur semalaman ini," bisik Rendi.
"Sampai segitunya sih sayang."
"Iya lah, kamu ketagihan terus mas."
"Ngak papa lah sama istri pun."
__ADS_1
"Mas, akubdah ngak sabar main ke pulau yang ada penyu nya."
"Boleh."
"Sekarang."
"Besok ya." bujuk Rendi.
"Okey lah mas."
"Padahal Sahsa udah ngak sabaran lagi pengen lihat penyu bertelur secara langsung." ucap nya polos.
"Ngapain lihat telur penyu, mending lihat telur mas aja," Rendi kembali menggoda Sahsa dengan mengigit kecil daun telinga nya. sehingga membuat istri cantik nya berteriak karena kaget.
"Ya bedalah, telur penyu terlihat lebih nyata." balas Sahsa sewot.
Sedangkan Sanum, ikut tersenyum, dan memberikan selamat pada pada yang sudah memiliki anak, namun mereka masih terlihat mesra dan tengah menikmati liburan mereka berdua.
__ADS_1
Semua mata tertuju kearah pasangan romantis itu, apalagi wajah cantik Sahsa yang tidak pernah membuat orang bosan untuk mengalihkan pandangannya.
Sahsa juga sangat ramah, begitu juga suaminya Rendi. yang terlihat begitu tampan. Sahsa layaknya gadis remaja yang berlarian dan kejar-kejaran diatas pasir putih. bahkan dia dan Rendi membuat istana pasir.