One Night Love Presdir

One Night Love Presdir
Pasangan romantis


__ADS_3

" Ini gila.... dan benar-benar gila," Sasha melompat turun, namun tiba-tiba dia langsung meraba area bagian pribadi yang masih begitu perih.


"Aduuuuh sial." Sasha mengumpat dan marah-marah tidak jelas, sementara Rendi memilih diam. dia juga masih syok dan bingung mengingat kejadiannya aneh dan langka ini.


Dengan gerakan cepat, Sasha mengenakan jaket kulit sambil menyeret langkah menuju lift. sebelah tangannya menggeser tombol pada ponselnya, untuk menghubungi kedua sahabatnya agar segera menjemput dirinya menuju lobby hotel.


Sasha sangat panik, dia tidak memperdulikan penampilannya nya yang hancur saat ini. dan mengabaikan tatapan aneh orang-orang yang berpapasan lewat dengan nya.


"Bagaimana sha?" Tanya kedua sahabatnya yang langsung menyerbu dengan pertanyaan.


"Seuai janji dan kesepakatan kita, aku sudah sukses memenangkan taruhan ini, dan ceo tampan itu sudah berhasil aku gaet. tinggal janji kalian yang akan menjadi pelayan ku." Ucap Sasha tersenyum puas melihat wajah keduanya.


"Baiklah kami setuju, tapi kamu terlihat aneh banget deh Sha...emang segitu sakit ya berhubungan dengan cowok setampan bos Rendi?"


"Bukan sakit lagi, tapi.." Ucap Sasha agak ragu.


"Tapi kenapa?" Agnes dan Caca saling pandang bingung.


"Kayaknya kita harus segera kedokter, aku mersa pengaman yang digunakan nya semalam masih tertinggal disini." menunjuk perut bagian bawahnya panik.

__ADS_1


"Apa?" teriak keduanya serempak, sehingga menarik perhatian semua orang yang berada dilobby tersebut. sementara Sasha menggangguk mantap memastikan kesialan nya pada kedua sahabatnya.


Mereka langsung menuju dokter spesialis, yang berhasil mengeluarkan benda keramat yang tertinggal disana. meskipun keringat dingin membasahi wajah cantik Sasha, karena menahan rasa sakit yang teramat sangat.


"Udah....tobat....tobat, aku nggak mau lagi berbuat dosa, mungkin ini hukuman dari Tuhan." teriak Sasha. membuat Agnes dan Caca juga bergidik ngeri. sehingga memutuskan untuk tidak melakukan hubungan terlarang itu lagi.


Dokter mengulum senyum, dari semula dia memang sengaja ingin mengerjai tiga remaja nakal ini, dengan mengeluarkan alat-alat kesehatan yang aneh-aneh sehingga membuat Sasha mersa sakit dan ketakutan. berharap mereka bisa merubah kebiasaan buruknya.


"Adik-adik ini belum seberapa, biasanya benda ini bisa masuk lebih dalam lagi ke perut sehingga bisa mengakibatkan kematian. bahkan dia melilit sampai ke jantung." terang dokter sambil mengangkat ****** yang sudah bercampur dengan sedikit darah.


"Cepat dokter singkirkan benda sialan itu." teriak Sasha menutup matanya, begitu juga dengan kedua sahabatnya lang lari meninggalkan ruangan dokter.


Rendi sengaja mendatangi tempat-tempat bersejarah bagi hubungan nya dan Sanum, termasuk restoran tempat makan Favorit mereka berdua. yang terletak diatas perbukitan dengan udara yang begitu dingin.


"Ternyata tidak ada yang berubah dari tempat ini, tenang dan sangat romantis." gumam Rendi memejamkan matanya, menikmati rasa nyaman dan aroma wangi.


"Aku merasakan kehadiran Sanum ditempat ini, apa ini cuma perasaan ku yang begitu merindukan wanita itu." gumam Rendi dengan mata yang masih terpejam menikmati hembusan angin dan udara lepas pegunungan.


Arya menarik tangan Sanum, memasuki sebuah ruangan khusus yang terletak dibagian belakang restoran yang menghadap langsung kesebuah perbukitan yang sangat indah. dia ingin memberikan kejutan pada calon istrinya itu.

__ADS_1


Sanum semula menolak diajak oleh Arya ke Restoran ini, mengingat begitu banyak kenangan indah nya bersama Rendi. namun dia tidak bisa berbuat banyak selain mengikuti nya.


"Sanum, apa kamu menyukai ini?"


"I...Iya, suka sekali." mencoba tersenyum semanis mungkin.


Arya mengeluarkan sebuah kotak kecil, dan memperlihatkan pada Sanum sebuah cincin berlian yang sangat indah dan mahal.


"Mas Arya, apa maksudnya. ini semua sangat mahal." Ucap Sanum.


"Tidak masalah, untuk wanita secantik dan Semanis calon istriku ini, ibu dari anak-anak ku pantas mendapatkan ini semua." Ucap Arya sambil memasangkan cincin tersebut.


"Terimakasih mas," jawab Sanum terharu.


"Sayang, maukah kamu berdansa dengan ku?" Arya berlutut dihadapan Sanum, sambil mengangkat sebelah tangannya keatas. yang langsung dianguki dengan senyuman manis Sanum.


Mereka berdua berdansa, menikmati alunan musik yang sudah dipersiapkan oleh Arya. Sanum mersa perasaan nya benar bahagia dan indah.


"Pasangan yang romantis," gumam Rendi yang melihat dari kejauhan Arya dan sanum berdansa dengan begitu mesra, dia tidak bisa melihat dengan jelas wajah Arya dan Sanum.

__ADS_1


"Andai aku dan Sanum seperti pasangan itu, mungkin aku adalah orang yang sangat bahagia saat ini." gumam Rendi sedih.


__ADS_2