One Night Love Presdir

One Night Love Presdir
Kita Pacaran


__ADS_3

Detak jantung Zein berdetak kencang, tangannya tersa panas dingin. Begitu Jeniffer menarik lembut tangan nya dan menggenggamnya. Tatapan mata Jeniffer begitu lembut samvil tersenyum begitu manis terlihat oleh Zein.


“Laki-laki itu adalah kamu Om, tanpa sadar kebersamaan kita beberapa hari ini telah menumbuhkan benih-benih cinta, yang bersemi indah dihatiku, aku merasa sangat nyaman berada disamping Om Zein. Hingga tidak ada tempat untuk kak Arya lagi disini Om.” Ucap Jeni,


menunjuk dadanya.


“Benarkah apa yang kamu ucapkan ini semua Jen.?”


Ucap Zein seakan-akan tidak percaya, jika cinta dan kasih sayang nya dibalas Jeniffer.


Jeniffer mengangguk mantap.


“Benar Om, apa Om tidak merasakan perasaan yang sama dengan Jeni?”


“Iya Jeni, aku juga tertarik dan sangat menyukai mu. bahkan kamu adalah perempuan pertama yang memeluk dan menyentuhku seperti ini.” Ucap Zein yang mengelus lembut tangan Jeniffer yang masih menggenggam erat tangannya.

__ADS_1


“Jadi kita sekarang pacaran ya.” Ucap Jeniffer sambil mengacungkan jari kelingkingnya, percaya diri mengungkapkan perasaannya terlebih dahulu.


“Ya, sekarang kita resmi menjadi pasangan kekasih.” balas Zein yang menerima dan menautkan jemari kelingkingnya.


“Oya kita hampir lupa untuk makan.” Ucap Zein dengan raut muka yang masih gugup bercampur bahagia. perlahan Zein menyuapi Jeni.


“Om ikutan makan juga ya.” Jeni balas menyuapi Zein, yang menerima suapan dari tangan Jeniffer yang tersa begitu enak dan sangat nikmat, sambil menatap Jeni begitu mesra. seakan pandangan mata mereka saling berbicara mengungkapkan perasaan mereka masing-masing.


“Om aku sangat kedinginan,” Ucap Jeni.


Perlahan Jeniffer memejamkan matanya, dia begitu ngantuk, meskipun kondisi tubuhnya sudah semakin membaik. Zein tanpa sadar ikut berbaring tidur disebelah Jeniffer sambil memeluknya erat dari posisi samping.


“Bangun... bangun...." pintu digedor-gedor, membangunkan keduanya.


Zein bangun dan berjalan membuka pintu, meskipun tubuhnya masih lelah dan sangat mengantuk.

__ADS_1


“Ada apa bang?” Ucap Zein.


“Kalian berdua segera lah turun di dermaga ini, kami tidak bisa lama-lama cepat kalian pergi dan mintalah pertolongan orang-orang setempat agar kalian bisa pergi kekota.” Ucap nya dengan sedikit tergesa-gesa.


“Baik bang, terimakasih banyak atas bantuannya,” Zein segera berusaha membangun Jeniffer, dan membantu memapah nya keluar dari kapal.


Zein dan Jeniffer melambaikan tangannya pada orang-orang yang telah tulus membantu mereka berdua, sambil menatap kapal itu pergi sampai menghilang dari pandangan mata mereka berdua.


“Ayo Jeniffer, kita pergi mencari tranportasi yang bisa membawa kita pulang kerumah bos Arya dikota.” Ajak Zein sambil berusaha menumpang pada mobil-mobil bok yang melintas sambil membawa ikan-ikan tapi tidak ada yang berhenti. Sementara ponselnya Zein sudah tidak bisa dinyalakan lagi, karena kehabisan daya.


“Jenifer bertahan lah, kita pasti akan mendapatkan pertolongan.” Ucap Zein yang terus membantu memapah Jeni dan terus berjalan hingga mereka sampai ditepi jalan raya.


"Kepalaku begitu pusing Om, aku ngak kuat lagi." ucap Jeniffer.


Kondisi Jeniffer sangat pucat, badannya sangat panas, namun dia terus menggigil dan merasa kedinginan. tiba-tiba tubuh mungil Jeniffer ambruk dalam pelukan Zein yang sigap menangkap tubuh kekasihnya.

__ADS_1


“Jenifer....bangun lah, kamu kenapa sayang.?” Ucap Zein panik.


__ADS_2