
Pagi harinya,
"Davina anakku, hari ini kamu tidak boleh telat lagi. karena sekarang susah ada sopir khusus yang akan menemanimu berangkat dan pulang dari sekolah, ataupun kemana pun kamu pergi." ucap Mama antusias.
"Malas ma." jawab Davina kembali menenggelamkan tubuhnya dalam selimut tebalnya.
"Ayo sayang, kasihan Aldo sudah menunggu mu dibawah." ucap sanum.
"Apa? jadi namanya Aldo?" jawab Davina. yang ditangguhkan Sanum.
Meskipun malas, Davina berusaha untuk menyeret langkah memasuki kamar mandi. dingin nya air membuat matanya membulat.
Aldo ternganga tidak percaya, ketika melihat Bidadariri cantik yang pernah menolongnya disekolah kemaren siang, sekarang sudah menjadi anak majikan tempatnya bekerja.
"Benar-benar cantik." gumamnya tanpa sadar.
__ADS_1
"Tidakkk sadar dirilah Aldo, dia tidak akan pernah melirik mu. melainkan hanya sebagai asisten pribadinya." Gumam Aldo
Aldo bukan nya tidak mampu, namun dia tidak kuasa menolak permintaan Om Zein, yang menyuruh nya untuk menjadi Asisten dari gadis cantik ini, aldo mersa berhutang banyak pada Zein. yang sudah cukup banyak menolong keluarga nya dikampung,meskipun mereka hanyalah saudara jauh.
"Sebaiknya kalian berdua kenalan dulu, biar lebih akrab dan ngak kaku kayak gini. karena kalian akan sering bersama disekolah ataupun kemana Davina ingin pergi." ucap Sanum.
"Apa ma, jadi dia akan terus dampingi Vina?" Davina ingin protes tapi tatapan Arya langsung membuat nya terdiam, sambil menerima uluran tangan dari Aldo.
"Nama saya Aldo, asisten yang siap untuk mendampingi non Vina" balas Aldo.
"Jangan panggil Nona dong, panggil nama aja. ntar ngak enak kedengarannya, apalagi dihadapan teman-teman kalian nantinya." terang Arya.
Perjalanan menuju sekolah terasa sangat jauh, Aldo berkeringat dingin duduk bersebelahan dengan gadis cantik Putri Davina. yang mampu membuat detak jantung nya berirama cukup kencang.
Banyak mata yang menatap heran kedatangan Davina yang hampir berbarengan dengan Aldo. tapi berhubung Bu guru sedang berjalan memasuki kelas mereka, terpaksa semua menahan rasa penasaran nya masing-masing.
__ADS_1
Setelah mengucapkan salam, Bu guru Rani berdiri didepan kelas. menatap dua orang murid-murid baru yang pintar Jonathan dan Aldo. Bu guru Rani lama menatap Aldo, yang terlihat sangat tampan, yang mampu menggoyahkan jiwa jomlo akutnya yang sudah menahun.
"Sekolah kita kedatangan dua orang murid baru, ibu harapkan kalian bisa bekerjasama dengan baik, dan saling menghargai. Oya Aldo dan Jonathan. silahkan perkenalkan diri kalian masing-masing." terang Bu Rani.
Aldo memperkenalkan dirinya, setelah itu diikuti Jonatan. mereka berdua terlihat tenang dan percaya diri tanpa menghiraukan pandangan dan tatapan sinis Farrel dan teman-temannya.
Tanpa terasa jam sekolah sudah berakhir, Davina meminta Aldo untuk mengantarkan nya ke toko buku terlebih dahulu sebelum mereka pulang. Aldo hanya menggguk setuju. ditengah-tengah perjalanan, Aldo melihat seperti sahabatnya Jonathan yang mengendarai motor didepan nya dan tiba-tiba menghilang.
Untuk menjawab rasa penasaran nya, Aldo menepikan mobilnya. memperjelas penglihatan nya.
" Benarkan Jo, apa yang terjadi dengan nya." Gumam Aldo langsung turun menghampiri sahabat satu Kampung nya tersebut, yang berdiri frustasi didepan kali.
"Jo kamu kenapa?" teriak Aldo menghampiri Jo yang masih berdiri didekat kali. berusaha untuk mengeluarkan motor.
"Aku jatuh do, dan ini motor pak satpam sekolah yang aku pinjam masuk ke kali ." terang Jonathan.
__ADS_1
"Apa? bagaimana bisa?" ucap Edo seakan-akan tidak percaya.
"Tadi ada seorang anak kecil tiba-tiba melintas, sehingga aku hilang kendali. Cepat bantu aku Do untuk mengeluarkan nya." ucap Jonathan panik.