One Night Love Presdir

One Night Love Presdir
Mengusir Arya


__ADS_3

Pergerakan tubuh Sanum, sangat sulit untuk diartikan. bahasa tubuh dan pikirannya seolah-olah bertolak belakang dengan kenyataan yang ada. terkadang dia menginginkan saat-saat seperti ini bersama Arya, namun jauh dilubuk hatinya dia mersa tidak mempunyai harga diri lagi. Sanum mersa diperkosa oleh laki-laki laki-laki yang belum mempunyai ikatan apa-apa dengan nya.


Air mata Sanum lolos membanjiri wajahnya, seiring dengan tangannya yang mendorong kuat tubuh Arya yang tidak mempunyai persiapan untuk menghindar. Arya jatuh terlentang dibawah tempat tidur sambil memegangi kepalanya yang mendadak pusing.


"Sanum kamu?"


Arya menatap tajam Sanum, seakan tidak percaya jika wanita yang dicintainya itu akan memperlakukan nya seperti ini.


"Pergi kamu Arya, kamu tidak mempunyai hak untuk menyentuh dan memperlakukanku seperti ini...hu....hu....kamu jahat Arya, pergi......dan jangan sentuh aku lagi...aku jijik diperlukan seperti wanita murahan olehmu.." Ucap Sanum dengan air mata bercucuran, hatinya benar-benar hancur.


"Sa....Sanum maaf kan aku, aku tidak bermaksud merendahkan mu. hanya kamu wanita pertama yang pernah aku sentuh. aku mencintaimu Sanum, aku tidak bisa mengendalikan perasaan dan gairah ku setiap bertemu dengan mu." Ucap Arya mersa bersalah atas tindakan nya barusan, namun dia sudah bertekad akan menikahi Sanum selepas ini, demi Sanum dan terutama bagi anak-anak nya agar mereka bertiga memiliki status yang sah di mata hukum dan agama.


Arya memperbaiki pakaian nya, menyeret langkah meninggalkan kamar Sanum, selepas kepergian Arya tangis Sanum semakin menjadi, timbul rasa bersalah setelah berhasil mengusir Arya dari kamarnya. mengingat dia begitu mengkhawatirkan Arya dan sangat merindukan nya, namun sekarang dia telah membuat pria yang dicintainya itu tersakiti dengan penolakan nya.


"Mas Arya aku mencintaimu juga, maafkan Sanum mas...hu....hu....,"


Di kamar nya, Arya langsung menuju kamar Mandi, dengan berendam dalam bactub, lama dia berendam sambil sesekali membenamkan seluruh tubuh nya beberapa detik. mencoba menenangkan pikiran dan meredakan gairahnya yang sebelumnya memuncak.

__ADS_1


Setelah mersa agak tenang Arya menyudahi mandi, dan segera mengenakan piyama tidurnya. Arya merebahkan tubuh lelahnya dikasur dengan memejamkan mata, semakin dia berusaha untuk menyingkirkan bayangan Sanum. semakin tersa begitu nyata wajah cantik dan senyum lepas Sanum.


"Aaaagghhh.... Sanum, kamu benar-benar mampu menguasai akal dan pikiran ku," Arya duduk mengusap kasar wajahnya.


Sementara dikamarnya, Sanum masih menangis dalam balutan selimut tebal yang menutupi tubuh polos nya, tangis Sanum membangun kan Davina yang tidur disampingnya.


"Mama kenapa nangis?"


Ucap bibir mungil Davina, sambil mengucek- ngucek matanya yang masih ngantuk.


"Sayang, mama Ngak napa- napa kok nak." menghapus air mata sambil memaksakan senyum.


"Papa sudah datang nak, dia lagi istrahat dikamar nya." terang Sanum.


"Papa sudah Pulang...hore....hore...Davina bisa main dong sama papa," Ucap nya dengan mata berbinar-binar, Davina langsung menghambur turun dari ranjang dan berlari menuju kamar Arya.


"Davina jangan nak, papa butuh istrahat besok saja." teriak Sanum, namun tidak dihiraukan oleh Davina yang sangat bahagia. Sanum melengos kasar dan pasrah membiarkan Davina masuk kekamar Arya. karena tidak bisa mengejar dan mendekat Davina mengingat tubuhnya yang masih polos. Sanum segera menuju kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya.

__ADS_1


"Tok....tok....tok.....papa..papa.,"


Arya yang belum tidur langsung menghambur turun, berjalan cepat menuju pintu begitu mendengar suara Putri nya Davina.


" Cekklek....putriku sayang, Miss you." langsung mengendong dan memeluk Davina erat, menciumi kedua Pipi nya.


"Sayang kenapa bangun, kan masih malam nak?" Tanya Arya.


"Dikamar Mama nangis, jadi adek kebangun." Ucap Davina polos.


"Maafkan papa ya nak," mencium Davina dengan penuh kasih sayang.


"Davina malam ini, tidur bareng papa disini ya," Arya menidurkan Davina disampingnya, memeluk erat sang putri. tidak butuh waktu lama Arya dan Davina langsung tertidur pulas sambil berpelukan.


Setelah membersihkan tubuhnya, Sanum Menganti pakaian dengan yang baru, melanjutkan tidur nya kembali, namun dia tidak bisa memejamkan matanya, dia selalu resah bolak-balik kiri dan kanan.


"Aku harus menjemput Davina ke kamar Arya." Sanum bangun berjalan menuju kamar Arya, sampai disana dia tidak tega membangun kan Davina yang tidur pulas di dekapan Arya.

__ADS_1


Sanum tiba-tiba menguap, rasa kantuk tiba-tiba membuat nya ikut terbaring disamping Davina, hingga tanpa disadarinya dia tidur bertiga dengan posisi Davina ditengah-tengah.


__ADS_2