
"Mas apa kamu jadi mengikuti seminar di Paris?"
"Seperti nya ya sayang, kamu ngak keberatan kan aku tinggal beberapa hari ini?"
Arya menatap Sanum, hatinya berat meninggalkan istrinya. mengingat Sanum sedari dulu pengen sekali pergi berlibur ke negara termahal dan penuh dengan gaya hidup modern ini, namun karena kesibukan nya. Arya selalu menunda-nunda mewujud kan keinginan istri nya tersebut.
"Ngak papa mas, kan ada Mama, anak-anak juga menemaniku." ujar sanum meskipun di lubuk hatinya pengen sekali untuk ikut. mungkin juga faktor ngidamnya, yang sedari dulu pengen melihat dan penasaran dengan negara tersebut.
"Kalau aku ajak kamu ikut sekalian gimana?"
"Mau...mau banget mas." ucap Sanum antusias.
" Baiklah, kita akan mengecek kondisi kehamilanmu dulu apa aman untuk berpergian jauh." ucap Arya.
"Baiklah mas."
__ADS_1
Mereka pergi menuju Rumah sakit pusat, setelah dinyatakan aman dan sehat-sehat. Sanum pun sangat bahagia bisa berlibur berduaan dengan suaminya sekarang. suatu hal yang jarang sekali mereka lakukan mengingat kesibukan pekerjaan Arya , dan Sanum mengurus anak-anak nya.
Anak-anak Sanum dan Arya, begitu pengertian. setelah pulang dari studi tour, Davina libur beberapa hari, begitu juga dengan Devan dan Devano. mereka semua berkumpul dirumah, meskipun besok paginya kedua orang tua mereka akan pergi keluar negeri untuk liburan sekalian tugas pekerjaan Arya.
Pagi-pagi mereka bangun, untuk mengantarkan kedua orang tua mereka menuju Bandara internasional.
"Mama, papa hati-hati ya."
"Ya sayang, Devan dan Devano tolong jaga adik-adik kalian." pesan Mama.
"Pasti ma."
"Tentu nak. mereka semua cucu-cucu kesayangan ku." balas oma bangga.
Perjalanan jauh menuju negara Paris merupakan kali pertama bagi Sanum, dia begitu antusias dan bahagia duduk disamping sang suaminya Arya.
__ADS_1
Tanpa tersa perjalanan jauh mereka lalui terbayar oleh rasa bangga dan kagum sang istri Sanum.
"Wah indahnya....,kota dinegara ini benar-benar bersih. tata bangunan nya juga rapi dan sangat unik." gumam Sanum menatap takjub sambil bergelayut manja.
"Tentu sayang, makanya tempat ini banyak dikunjungi oleh negara-negara lain, yang disebut juga dengan negara teromantis. mengingat banyak para pasangan berbulan madu di negara ini." terang Arya.
Mobil jemputan, sudah siap menunggu kedatangan kedua pasangan yang semakin mesra di pernikahan mereka yang semakin lama. seorang sopir dengan pakaian khusus menyambut dengan penuh hormat menyapa mereka. Sanum ikut membalas sapaan orang itu dengan mengangguk pelan sambil tersenyum. karena dia menggunakan bahasa Perancis.
Sepanjang perjalanan, Sanum merebahkan tubuhnya disamping suaminya, sambil bergelayut manja. mobil melaju membelah jalanan kota yang sangat ramai. yang akan membawa mereka menuju salah satu apartemen mewah.
"Suami ku, aku merasa seperti bermimpi bisa menginjakkan kaki di Negara ini. bahkan bisa melihat menara Eiffel yang selama ini hanya bisa aku lihat melalui televisi atau media sosial saja." ucap Sanum sebelah tangannya mengelus tangan Arya dengan lembut.
Arya tertawa lepas, dia merasa lucu mendengar penuturan polos istri tercintanya. namun dia kembali bersikap biasa. karena tidak ingin dan sangat menjaga perasaan Sanum, dia tidak ingin istri cantik nya akan tersinggung nantinya.
"Ayo sayang , kita sudah sampai di apartemen." ucap Arya.
__ADS_1
Sanum mendongak punggung nya menatap luar kaca mobil. memperhatikan suasana lingkungan sekitar apartemen yang sangat mewah. mereka lalu masuk sambil bergandengan, senyum bahagia mengembang disudut bibir kedua pasangan ini. namun tidak menjadi penghalang bagi mereka berdua.
Letak Apartemen itu sangat strategis, yang berada ditengah-tengah pusat kota, sehingga memanjakan mata, untuk melihat pemandangan lepas keindahan negara tersebut.